Warga sipil turut menjadi korban dalam kontak tembak di Intan Jaya, Papua Tengah.
16 Mei 2025 10:28 WIB · Nusantara
JAYAPURA, KOMPAS — Pemerintah Kabupaten Intan Jaya menyatakan, ada seorang warga sipil tewas di lokasi kontak senjata di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua Tengah. Warga sipil lainnya yang berasal dari lokasi kontak senjata juga dilaporkan hilang.
Warga yang tewas di lokasi itu adalah Kepala Kampung Hitadipa bernama Ruben Wandagau. ”Jenazah Kepala Kampung Hitadipa telah terkonfirmasi dan kemarin telah dievakuasi tim kami dan langsung dibakar di kampung,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Intan Jaya Asir Mirip saat dihubungi dari Jayapura, Papua, Jumat (16/5/2025).
Pada Kamis (15/5/2025) siang, Pemkab Intan Jaya mengirim tim untuk menuju lokasi di Kampung Ndugusiga, Distrik Sugapa, dan Kampung Hitadipa, Distrik Hitadipa. Tim yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kampung Kabupaten Intan Jaya Yoakim Mujizau ini turut berkoordinasi dengan aparat keamanan, termasuk yang masih berjaga di lokasi kejadian.
Sebelumnya, pada Kamis sore, Asir mengatakan, ada lima warga sipil yang tewas, yakni Ruben Wandagau (Kepala Kampung Hitadipa), Pendeta Damianus Wandagau (dari Hitadipa), Elia Wandagau (rohaniawan dari Hitadipa), Mono (perempuan tunarungu dan tunawicara dari Hitadipa), serta Agus Mirip (warga dari Ndugusiga).
Namun, setelah melalui proses verifikasi lebih lanjut, kata Asir, korban bernama Agus Mirip alias Ndudu Mirip dari Ndugusiga merupakan bagian dari kelompok bersenjata. Selain itu, tim yang menuju lokasi juga turut menghimpun data ada sejumlah korban tewas lain dari kelompok bersenjata ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/15/cb2d0210-3a28-4bbe-ab53-26ad1bc6aad1_jpeg.jpg)
Asir juga menyampaikan, tiga warga sipil lainnya, yakni Damianus, Elia, dan Mano masih belum ditemukan jenazahnya. Dari informasi yang diperoleh pihaknya, ketiganya diyakini turut menjadi korban tewas saat kontak senjata terjadi.
Selain itu, tim Pemkab Intan Jaya yang ke lokasi turut mengevakuasi dua warga Hitadipa yang terluka akibat tembakan, yakni Openi Wandagau dan Junite Janambani. Mereka telah dievakuasi untuk dirawat di pusat kota Sugapa.
”Tim yang turun kemarin siang itu langsung kembali sore harinya. Untuk hari ini tidak ada tim yang turun. Kami sedang berkoordinasi untuk menunggu bahan makanan dan medis untuk segera disalurkan kepada warga sipil yang mengungsi ke kampung-kampung lain,” ucap Asir.
Sementara itu, Kepala Satgas Media di Operasi Habema Letnan Kolonel Infanteri (Inf) Iwan Dwi Priharartono menyatakan, aparat di lapangan masih terus berkonsolidasi. Pihaknya, belum bisa memberikan lebih lanjut situasi lebih detail di lapangan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/16/01372b54ed5ea3c1b6414a2812811690-WhatsApp_Image_2025_05_16_at_08.41.40.jpeg)
Sebelumnya, berdasarkan laporan TNI, kontak senjata di Intan Jaya merupakan upaya TNI melumpuhkan kelompok bersenjata pimpinan Daniel Aibon Kogoya, Undius Kogoya, dan Josua Waker pada Selasa hingga Rabu (13-14/5/2025) pagi.
Dalam operasi itu, TNI menembak mati 18 anggota kelompok bersenjata tersebut. Selain itu, TNI juga merebut dua pucuk senjata api, puluhan butir amunisi, serta senjata tradisional.
Saat itu, TNI menyampaikan, kelompok bersenjata melakukan propaganda di masyarakat. Warga dijadikan tameng serta menyebarkan informasi bahwa kedatangan TNI akan mengancam nyawa masyarakat.
Sementara itu, dalam keterangan lain, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, menyatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait dengan kontak tembak di Intan Jaya. Sebby menyebutkan, hanya ada tiga anggotanya yang tewas, yakni Gus Kogoya, Notopinus Lawiya, dan Kanis Kogoya.
”Sementara yang luka ringan di antaranya Tinus Wonda dan Dnu-Dnu Mirip. Yang luka-luka saat ini sedang berada di markas TPNPB untuk menjalani perawatan medis,” kata Sebby.
Penulis:
Nasrun KatingkaEditor:
Rini KustiasihPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .