Sebanyak 16 orang tewas, 16 orang lainnya dinyatakan hilang, dan 12.300 bangunan hancur ataupun rusak parah.
13 Jan 2025 07:47 WIB · Internasional
LOS ANGELES, SENIN — Jumlah korban tewas akibat musibah kebakaran di Los Angeles, Amerika Serikat, dan sekitarnya bertambah menjadi 16 orang. Angin Santa Ana tak kunjung mereda, bahkan diperkirakan berembus hingga 110 kilometer per jam. Upaya pemadaman api terus menghadapi hambatan.
Enam titik api di kota Los Angeles (LA), California, Amerika Serikat, per Senin (13/1/2025), masih belum terkendali sepenuhnya. Dua titik api terbesar, Eaton dan Pacific Palisades, baru bisa dipadamkan sebanyak 25 persen. Padahal, luas lahan terbakar di kota pusat hiburan global itu sudah setara dengan Jakarta Selatan.
”Kami baru mendapat pasokan air. Upaya pemadaman api terus berlangsung,” kata Kepala Pemadam Kebakaran LA County Anthony Morrone.
Upaya pemadam kebakaran sempat terhalang karena stok air habis. Sejumlah hidran di LA dalam kondisi diperbaiki sehingga tidak lancar mengalirkan air. Hidran-hidran yang berfungsi pun digeber bekerja empat kali kapasitas wajarnya.
Pada saat yang sama, pesawat dan helikopter pemadam terus berusaha menumpahkan racun api ke pusat-pusat kebakaran.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/13/f7436b5c-8e1c-49f6-b263-e959327062d1_jpg.jpg)
Jumlah bangunan rusak mencapai 12.300 unit. Berbagai perusahaan asuransi menaksir, kerugian akibat kebakaran ini 135 miliar dollar AS sampai dengan 150 miliar dollar AS.
Sebanyak 16 orang tewas dan 16 orang lainnya hilang. Gubernur California Gavin Newsom mengatakan, ini adalah musibah kebakaran terburuk sepanjang sejarah AS.
Newsom mengumumkan sedang menyiapkan ”Rencana Marshall (Marshall Plan)” untuk LA. Istilah ini diambil dari rencana yang disusun oleh Menteri Luar Negeri AS George Marshall untuk memberi bantuan keuangan dan pembangunan kepada negara-negara terdampak Perang Dunia II selama periode 1947-1951.
”Kita sedang merencanakan pembangunan LA versi 2.0,” ujar Newsom.
Newsom menuturkan, mitigasi krisis iklim dimasukkan ke dalam ”Rencana Marshall” LA tersebut. Perubahan iklim mengakibatkan musim kemarau semakin panjang di California dan sekitarnya. Fenomena tahunan angin Santa Ana dari Gurun Lembah Besar yang membawa partikel pasir semakin berbahaya. Gesekan partikel pasir dengan lahan gersang menimbulkan percikan api penyebab kebakaran.
”Kini, angin Santa Ana pula yang mempersulit upaya pemadaman. Namun, kita tidak akan menyerah dan ke depannya harus memikirkan cara beradaptasi dengan alam,” kata Newsom.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/13/5096ff0a-6ad1-41cf-b5e4-2268a34193f2_jpg.jpg)
Ahli cuaca Rich Thompson memperingatkan pemerintah bahwa Selasa (14/1/2024) adalah hari yang paling berbahaya. Kecepatan embusan Santa Ana diperkirakan lebih dari 110 kilometer per jam. Selain membuat api susah dipadamkan, embusan ini bisa membuat api ”loncat” dan menyebar ke wilayah lain.
Upaya pemadaman ini melibatkan 14.000 petugas dari California, 1.354 unit truk, dan 84 pesawat serta helikopter. Negara tetangga, Meksiko, juga mengirim tambahan pasukan pemadam kebakaran.
Bahkan, para narapidana dari berbagai lembaga pemasyarakatan turut dilibatkan. Mereka adalah 950 pemadam kebakaran yang terjerat masalah hukum. Pemerintah memberi mereka kebebasan sementara guna membantu pemadaman api.
Kepala Pemadam Kebakaran Kota LA Kristin Crowley meminta agar warga jangan pulang ke rumah dulu. Alasannya karena sisa-sisa pembakaran mengandung senyawa berbahaya yang tidak boleh diutak-atik, antara lain adalah timbal, arsenik, dan asbes. Apabila senyawa itu terhirup atau menyentuh kulit, bisa mengakibatkan penyakit.
Warga pulang umumnya untuk mencari harta benda yang masih bisa diselamatkan. Banyak pula warga yang berharap bisa menemukan binatang-binatang piaraan yang terpaksa mereka tinggalkan ketika evakuasi.
Pada saat yang sama, kepolisian melaporkan terjadi penjarahan di beberapa titik. Sebanyak tujuh orang sudah ditangkap. Dua pelaku menyamar sebagai petugas pemadam kebakaran yang pura-pura memeriksa rumah bekas terbakar, padahal mereka mempreteli barang-barang tersisa.
”Kami benar-benar mengawasi semua wilayah yang sudah dipadamkan,” kata Kapten Michael Lorenz dari Kepolisian Kota LA.
Di tengah musibah, para pesohor Hollywood juga turun tangan membantu masyarakat. Aktris Jennifer Garner, Pangeran Harry, dan Meghan Markle menjadi sukarelawan di salah satu dapur umum. Mereka bertugas menyebarkan makanan untuk para anggota pemadam kebakaran serta petugas tanggap darurat.
Sharon Stone menggalang pengumpulan pakaian untuk para korban kebakaran ataupun pengungsi. Langkah dia diikuti oleh sejawatnya, Halle Berry. ”Pertolongan sekecil apa pun membuat perbedaan di masa-masa susah,” kata Berry, dikutip harian USA Today.
Beberapa pesohor memilih membantu dengan menyumbang dana. Aktris Jamie Lee Curtis berjanji menyumbang 1 juta dollar AS untuk pemulihan usaha mikro, kecil, dan menengah. Eva Longoria menyumbang 50.000 dollar. Sementara itu, kelompok musik Fuerza Regida menyewa hotel untuk menampung 50 keluarga yang mengungsi. (AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Laraswati Ariadne AnwarEditor:
Muhammad Samsul HadiPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .