Kuda Hitam Tak Berdaya, Barcelona dan Real Madrid Kian Mendominasi Liga Spanyol

Di tengah keterbatasan finansial, Barcelona dan Real Madrid masih tak tertandingi di Liga Spanyol. Pengeluaran besar Atletico Madrid gagal mengikis gap kualitas.

16 Mei 2025 15:37 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Liga Spanyol musim 2024-2025 semakin menegaskan superioritas duo raksasa, Barcelona dan Real Madrid, yang semakin berjarak dengan 18 tim lain. Kebijakan transfer dua tim terbaik itu mengisyaratkan dominasi mereka masih sulit diganggu dalam satu dekade mendatang.

Terhitung sejak edisi 2014-2015 atau 10 musim terakhir, hanya pada satu musim trofi juara Liga Spanyol diraih tim selain Barca atau Real. Hal itu terwujud ketika Atletico Madrid memenangi pacuan gelar Liga Spanyol edisi 2020-2021.

Selain mengusik hegemoni dua rival abadi itu, Atletico juga pernah menutup musim dengan berada di peringkat kedua pada kompetisi kampanye 2018-2019 dan 2017-2018. Pada dua edisi itu, Barca mengangkat trofi juara Spanyol.

”Los Rojiblancos” alias Si Merah Putih, julukan Atletico, juga pernah menghadirkan persaingan tiga besar tersengit dalam satu dekade terakhir. Momen itu tercipta pada edisi 2015-2016. Atletico yang duduk di posisi ketiga hanya berjarak tiga poin dari Barca yang menguasai puncak klasemen.

Namun, Atletico sudah tidak bisa lagi mengejar dominasi Barca dan Real dalam empat musim terakhir. Duo tim terbaik Spanyol itu berbagi dua trofi secara berselang-seling. Real juara pada 2021-2022 dan 2023-2024, sedangkan ”Blaugrana” menjadi kampiun pada 2022-2023 dan 2024-2025.

Infografik olahraga Barcelona Juara Liga Spanyol 2024-2025

Secara total, dari enam musim dalam satu dekade terakhir, jarak poin peringkat ketiga dengan tim juara mencapai digit ganda alias lebih dari 10 poin. Kondisi itu menggambarkan disparitas kualitas tim Barca dan Real dengan pesaing lain di kompetisi kasta tertinggi ”Negeri Matador”.

Harapan untuk adanya tiga ”matahari” dalam persaingan gelar juara Liga Spanyol musim ini mengemuka pada akhir paruh pertama. Real dan Atletico berebut pucuk klasemen setelah berhasil menyingkirkan Barca yang langgeng di posisi pertama sejak pekan pertama hingga pekan ke-15.

Atletico adalah tim pertama yang menggusur Barca di puncak. Mereka duduk di posisi pertama seusai mengalahkan Barca, 2-1, di Stadion Olimpiade Lluis Companys pada laga pekan ke-16.

Quote

Musim ini sejatinya adalah kesempatan terbesar bagi Atletico untuk mengganggu dominasi Barca dan Real. Mereka menjadi tim Liga Spanyol yang paling aktif di bursa transfer.

Kemudian, Los Rojiblancos turun ke peringkat kedua sepekan berselang, tetapi bisa kembali menduduki pucuk kalsemen di pekan ke-18. Sayang, Atletico tampil inkonsisten setelah tahun baru sehingga hanya kembali menjadi bayang-bayang Barca dan Real.

Adapun Real menghuni puncak klasemen pertama dalam musim ini pada pekan ke-17. Mereka mencatatkan tren duduk di peringkat teratas paling lama selama empat pekan, tepatnya pekan ke-19 hingga ke-22.

Penyerang Barcelona, Raphinha (kanan), dan pemain Real Madrid, Lucas Vazquez, berebut bola pada laga Liga Spanyol di Stadion Olimpico Lluis Companys, Barcelona, Minggu (11/5/2025). Barca menang 4-3.

Sejak pekan ke-23, Barca kembali menguasai puncak klasemen ketika para rival gagal meraup kemenangan secara konsisten. Blaugrana mengunci gelar Liga Spanyol ke-28 ketika memasuki pekan ke-36 atau menyisakan dua pertandingan.

Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone mengakui, inkonsistensi menjadi masalah bagi timnya untuk menjaga persaingan di papan atas. Akan tetapi, juru taktik asal Argentina itu enggan menyalahkan pemainnya sebagai biang kerok penurunan performa pada paruh kedua musim ini.

”Saya adalah pelatih, jadi memiliki tanggung jawab dengan kegagalan tim tampil baik. Saya tidak mampu memberikan inspirasi kepada mereka untuk tampil lebih baik, terutama pada laga-laga tandang,” tutur Simeone setelah timnya tumbang oleh Osasuna, 0-2, Jumat (16/5/2025) dini hari WIB, dilansir Marca.

Tim-tim lain, misalnya Athletic Bilbao, Villarreal, dan Real Betis, hanya sanggup meramaikan persaingan lima besar untuk tiket Liga Champions Eropa. Sementara tiga tim yang menjadi kejutan di Spanyol, seperti Valencia, Real Sociedad, dan Sevilla, terlempar dari posisi 10 besar.

Pengeluaran terbesar

Musim ini sejatinya adalah kesempatan terbesar bagi Atletico untuk mengganggu dominasi Barca dan Real. Mereka menjadi tim Liga Spanyol yang paling aktif di bursa transfer.

infografik -Liga-Spanyol

Simeone merekrut empat pemain penting, yakni Julia Alvarez, Conor Gallagher, Robin Le Normand, dan Alexander Sorloth, demi memperkecil gap kualitas dengan dua rival terbesar di Spanyol.

Atletico mengeluarkan dana 185 juta euro atau Rp 3,42 triliun. Tak ada tim Spanyol lain yang mengeluarkan dana lebih dari 60 juta euro pada dua bursa transfer musim ini.

Dengan keuangan lebih baik dari Barca dan Real, Atletico tetap gagal menyaingi dua tim itu. Barca, misalnya, hanya mendatangkan Dani Olmo sebagai penambah kekuatan tim utama yang ditebus 55 juta euro (Rp 1,01 triliun) dari RB Leipzig.

Bahkan, Barca harus menempuh jalur banding untuk menggugurkan keputusan La Liga, operator Liga Spanyol, yang melarang pendaftaran Olmo akibat masalah finansial yang masih menyelimuti Blaugrana.

Real juga tidak mengeluarkan dana transfer karena mendatangkan Kylian Mbappe tanpa biaya. Penghematan dilakukan ”Los Blancos” akibat memperketat pengeluaran setelah merenovasi Stadion Bernabeu.

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe (tengah), mencetak gol ke gawang Real Mallorca pada laga Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Kamis (15/5/2025) dini hari WIB. Real menang dramatis, 2-1.

Pemain akademi

Di tengah keterbatasan finansial, kedua tim itu mengalihkan pembentukan tim dengan mengandalkan pemain-pemain asli akademi. Barca melahirkan fenomena baru melalui Lamine Yamal. Adapun Marc Casado, Fermin Lopez, dan Pau Cubarsi adalah tulang punggung anyar Barca untuk masa kini dan masa depan.

Begitu pun dengan Real. Pemain seperti Jude Bellingham, Arda Guler, dan Raul Asencio menunjukkan niat Los Blancos untuk membangun tim dengan skuad muda. Estafet pelatih dari Carlo Ancelotti kepada Xabi Alonso juga tidak akan mengubah perspektif Real untuk mengandalkan pemain-pemain muda, termasuk mendatangkan pemain baru di bawah usia 25 tahun.

Pelatih Barca Hans-Dieter ”Hansi” Flick menuturkan, skuad muda yang dimiliki Barca dibekali kemampuan individu luar biasa. Di sisi lain, Flick juga mengapresiasi kemauan para pemainnya untuk terus berbenah selama musim ini.

”Sikap dan pikiran mereka selalu positif. Saya sudah melihat keinginan besar mereka pada sesi latihan pramusim. Kami memiliki filosofi berbeda dalam menyerang dan tim beradaptasi dengan baik,” kata Flick, yang mempersembahkan tiga trofi domestik pada musim pertama di Barca.

Pelatih Barcelona Hans-Dieter "Hansi" (tengah) memeluk stafnya, Carles Naval, dan sejumlah pemainnya seusai mengalahkan Real Madrid CF pada laga Liga Spanyol di Stadion Olimpic Lluis Companys, Barcelona, Minggu (11/5/2025) lalu.

Pelatih Espanyol Manolo Gonzalez mengangkat topi untuk pengaruh yang diberikan Flick kepada skuad muda Barca. ”Kemampuan pelatih mereka (Flick) adalah menyalurkan rasa lapar ke dalam diri para pemain. Pemain Barca memiliki ambisi yang sama,” ucapnya, seperti dikutip Mundo Deportivo.

Persaingan musim ini kian mencerminkan tim-tim kuda hitam bakal semakin sulit menandingi Barcelona dan Real. Liga Spanyol tak ramah dengan kejutan….


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti