Brighton sedang terbang bersama kuintet di lini serang, saat City terlalu Haaland-sentris. Pertemuan kedua Guardiola dan Hurzeler akan memengaruhi papan atas.
15 Mar 2025 07:00 WIB · Olahraga
MANCHESTER, SABTU — Brighton and Hove Albion datang ke Stadion Etihad dengan prinsip ”sapu lidi”. Lima lidi yang digabung lebih kuat dari hanya satu lidi. Brighton mengandalkan kuintet di lini depan dengan peran yang setara di antara pemain. Tidak seperti Manchester City yang sangat bergantung kepada Erling Haaland.
City akan menjamu Brighton di Stadion Etihad, pada Sabtu (15/3/2025) pukul 22.00 WIB. Laga itu sangat penting bagi kedua tim untuk menjaga kans masuk zona empat besar Liga Inggris. City (47 poin) yang berada di peringkat kelima hanya unggul satu poin atas peringkat ketujuh Brighton (46 poin).
Brighton berkunjung ke markas tim juara bertahan dengan tren memukau enam kemenangan beruntun di seluruh kompetisi. Tren bermula setelah mereka ”dilenyapkan” Nottingham Forest dalam kekalahan 0-7. Tim asuhan pelatih kepala Fabian Hurzeler itu seperti terlahir kembali.
City yang masih terjebak inkonsistensi, tiga kali kalah dari lima pertandingan liga, patut waspada. ”Anda bisa melihat kebersamaan yang nyata. Saya bisa melihat rekan-rekan tim ingin menang dan bertarung. Kami sedang sangat sulit dikalahkan dan bisa mengalahkan semua tim di liga,” kata penyerang Brighton, Joao Pedro.
Pedro sedang berapi-api. Pemanggilan ke tim nasional senior Brasil untuk jeda internasional nanti menjadi bukti. Dia sudah menyumbang tiga gol dan dua asis dalam empat laga terakhir. Menariknya, Brighton bukan sekadar Pedro. Mereka memiliki lima pemain yang berkontribusi sama besar di lini serang.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/31/7d8a4b6c-dc40-4f1e-92c7-45c22d13d9f3_jpg.jpg)
Selain Pedro, kuintet Brighton diperkuat Danny Welbeck, Georginio Rutter, Kaoru Mitoma, dan Yankuba Minteh. ”Si Burung Camar” bahkan memiliki empat pemain sekaligus sebagai pencetak gol terbanyak di seluruh kompetisi, yaitu Pedro, Welbeck, Rutter, dan Mitoma (8 gol). Minteh membuntuti dengan sumbangan enam gol.
Hurzeler tampak sudah menemukan formasi terbaik. Mitoma dan Minteh di sisi sayap, Pedro sebagai ujung tombak, sementara Rutter menjadi gelandang serang. Formasi lini serang itu sudah digunakan dalam empat laga terakhir. Welbeck biasanya masuk dari bangku cadangan ketika tim mengalami kebuntuan.
Minteh yang masuk nominasi pemain terbaik liga selama Februari 2025 berpotensi merepotkan City dalam transisi. ”Dia (Minteh) banyak berkembang, terutama saat di luar penguasaan bola. Dia juga semakin bisa mencium bahaya di kotak penalti lawan. Saya senang dengan perkembangan itu,” ujar Hurzeler.
Brighton mencetak 15 gol dalam enam laga terakhir. Sebanyak 86,6 persen gol disumbang oleh kuintet Si Burung Camar. Jumlah menit Welbeck jauh di bawah pemain lain, tetapi mampu menyumbang dua gol dan dua asis. Dua gol itu menentukan kemenangan atas Bournemouth di liga dan Newcastle United di Piala FA.
Adapun City takluk dari Brighton 1-2 dalam pertemuan pertama. ”Brighton adalah salah satu klub terbaik di dalam dan luar lapangan. Mereka memiliki manajer muda yang luar biasa dan telah melakukan hal-hal hebat. Itu bukan rahasia. Mereka pantas di posisi ini,” jelas Manajer City Josep Guardiola.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/10/e8f02b68-df9c-4b3b-a22d-8a8d0c0752e1_jpg.jpg)
Kolektivitas di Brighton berbanding terbalik dengan City. Mereka sangat mengandalkan Haaland sebagai mesin gol. Lihat saja di liga, Haaland sudah menyumbang 20 gol. Tidak ada pemain City lain yang mencetak lebih dari tujuh gol. Peran pemain lain, seperti Phil Foden dan Jack Grealish, tidak sebesar musim lalu.
Penurunan performa Grealish tecermin dalam pengumuman skuad timnas Inggris terbaru. Pelatih kepala baru Inggris Thomas Tuchel tidak memanggil Grealish. Guardiola tidak banyak berkomentar tentang itu. ”Saya mau yang terbaik untuk dia, tetapi saya tidak bisa menghakimi keputusan (Tuchel) itu,” kata Guardiola.
City, berbeda dengan Brighton, masih berjibaku keluar dari rentetan hasil buruk. Mereka menelan tiga kekalahan dalam lima laga terakhir, termasuk saat ditaklukkan Forest pada pekan lalu. Efisiensi di dua sisi kotak penalti menjadi problem terbesar untuk Guardiola.
Meskipun lebih baik dari sisi tren, Hurzeler tetap menghormati City. ”City masih merupakan salah satu tim terbaik di dunia dan punya salah satu manajer terbaik. Sangat penting bagi kami untuk datang dengan kerendahan hati, tetapi juga kepercayaan yang besar. Kami bisa mengalahkan tim mana pun di liga. Kami sudah membuktikan itu,” ujar pelatih 32 tahun itu. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar Alexey