Melawan Kumbang yang Menghapus Sejarah

Upaya penyelamatan buku di perpustakaan tertua di Hongaria dari serangan kumbang.

15 Jul 2025 09:35 WIB · Internasional

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Belasan pekerja dengan sarung tangan membuka satu demi satu buku berukuran besar yang mereka ambil dari sebuah rak besar penuh buku yang tersusun rapi. Mereka mencoba melihat sejauh mana kerusakan setiap buku yang diakibatkan kumbang. 

Sebuah buku yang baru saja dikeluarkan dari rak penyimpanan terlihat utuh. Namun, jika diperhatikan lebih detail, tampak lubang-lubang kecil di punggung buku. Jika buku dibuka, tampak jalur lubang yang mirip gambar sebuah peta dengan ujung lubang di punggung buku.

Invasi kumbang ini pertama kali terdeteksi saat pembersihan rutin perpustakaan yang menjadi bagian Biara Pannonhalma di Hongaria. Para karyawan memperhatikan lapisan debu yang tidak biasa di rak-rak dan kemudian melihat adanya lubang-lubang di beberapa punggung buku. Saat membuka buku-buku tersebut terlihat lubang-lubang bekas gigitan kumbang pada kertas.

Seorang pekerja menunjukkan sebuah buku tua dengan lubang di halamannya karena serangan kumbang toko obat, di perpustakaan Pannonhalma Archabbey di Pannonhalma, Hongaria, Kamis, 3 Juli 2025. Serangan kumbang ini mengancam koleksi kunonya.

Kumbang uang merusak kertas buku ini. Sebelumnya kumbang ini dikenal dengan sebutan kubang toko obat atau kumbang roti karena sering ditemukan di antara bahan makanan kering seperti biji-bijian, tepung, dan rempah-rempah. Kumbang ini beralih ke buku karena tertarik pada perekat buku yang berbahan dasar gelatin dan pati. Mereka ditemukan di bagian perpustakaan yang menampung sekitar seperempat dari 400.000 buku milik biara.

”Ini adalah serangan serangga tingkat lanjut yang telah terdeteksi di beberapa bagian perpustakaan sehingga seluruh koleksi diklasifikasikan sebagai terinfeksi dan harus ditangani secara bersamaan,” kata Zsofia Edit Hajdu, kepala restorasi proyek tersebut. ”Kami belum pernah menemukan infeksi sebesar ini sebelumnya.”

Biara di Pannonhalma didirikan pada tahun 996, empat tahun sebelum berdirinya Kerajaan Hongaria. Terletak di atas bukit tinggi di barat laut Hongaria, biara ini menyimpan koleksi buku tertua di negara ini dan banyak catatan tangan.

Seorang pendeta yang mengenakan masker wajah berdiri di samping buku-buku yang disimpan dalam karung plastik tertutup rapat untuk disinfeksi, karena serangan kumbang mengancam koleksi kunonya, di perpustakaan Pannonhalma Archabbey di Pannonhalma, Hongaria, Kamis, 3 Juli 2025.

Selama lebih dari 1.000 tahun, biara ini telah menjadi salah satu situs keagamaan dan budaya paling menonjol di Hongaria dan seluruh Eropa Tengah. Biara ini bertahan selama berabad-abad dari perang dan serangan musuh seperti invasi dan pendudukan Ottoman di Hongaria pada abad ke-16.

Ilona Asvanyi, Direktur Perpustakaan Pannonhalma Archabbey, mengatakan, dia merasa ”rendah hati” dengan kekayaan sejarah dan budaya yang ada di koleksi tersebut setiap kali dia masuk.

”Sungguh luar biasa jika membayangkan ada perpustakaan di sini seribu tahun yang lalu dan bahwa kami adalah penjaga katalog buku pertama di Hongaria,” katanya.

Buku-buku yang terkena serangan kumbang disimpan dalam karung plastik tertutup rapat untuk disinfeksi di perpustakaan Pannonhalma Archabbey di Pannonhalma, Hongaria, Kamis, 3 Juli 2025,

Di antara karya-karya perpustakaan yang paling menonjol adalah 19 kodeks atau buku kuno yang ditulis tangan, termasuk Alkitab lengkap dari abad ke-13. Perpustakaan ini juga menyimpan ratusan manuskrip sebelum ditemukannya mesin cetak pada pertengahan abad ke-15 dan puluhan ribu buku dari abad ke-16.

Cetakan buku tertua dan terlangka walaupun disimpan secara terpisah tetapi tidak terbebas juga dari invasi kumbang. Namun, Asvanyi mengatakan, kerusakan apa pun pada koleksi tersebut merupakan pukulan bagi warisan budaya, sejarah, dan agama.

”Ketika saya melihat sebuah buku digigit kumbang atau terinfeksi dengan cara apa pun, saya merasa bahwa tidak peduli berapa banyak eksemplar yang diterbitkan dan seberapa mudahnya buku itu tergantikan, sepotong budaya telah hilang,” katanya.

Foto yang dirilis oleh Pannonhalma Archabbey ini menunjukkan kerusakan struktural buku-buku tua akibat serangan kumbang toko obat, di perpustakaan Pannonhalma Archabbey di Pannonhalma, Hongaria, Kamis, 3 Juli 2025

Penanganan serangan kumbang

Pekerja berpacu dengan waktu, berusaha menyelamatkan puluhan ribu buku berusia berabad-abad yang terdapat di Biara Agung Pannonhalma Hongaria dari serangan kumbang. Tempat ini adalah sebuah Biara Benediktan, yang menjadi awal sejarah pusat pembelajaran tertua di Hongaria dan telah terdaftar sebagai situs Warisan Dunia UNESCO. 

Pelan-pelan, mereka mengeluarkan satu per satu buku hingga terkumpul sekitar 100.000 buku yang terindikasi diserang kumbang dan menempatkannya dalam peti. Ini merupakan langkah awal dari proses disinfeksi yang bertujuan untuk membunuh kumbang kecil yang bersarang di dalamnya. 

Peti-peti buku selanjutnya dimasukkan ke dalam kantong plastik yang tertutup rapat. Kemudian kantong plastik tersebut diisi dengan nitrogen murni dan dibiarkan selama enam minggu. Mereka berharap kumbang akan mati karena kehilangan oksigen. Sebelum disimpan kembali, setiap buku akan diperiksa dan disedot debunya satu per satu. Buku yang rusak akibat hama akan disimpan untuk restorasi selanjutnya.

Buku-buku disimpan dalam karung plastik tertutup rapat berisi nitrogen murni untuk membunuh kumbang, di perpustakaan Pannonhalma Archabbey di Pannonhalma, Hongaria, Kamis, 3 Juli 2025.

Perubahan iklim mungkin menjadi penyebabnya

Pihak biara berharap dapat kembali membuka perpustakaannya pada awal tahun depan. Mereka meyakini dampak perubahan iklim berperan dalam memacu serangan kumbang ini. 

Hajdu, kepala pemulih, mengatakan, suhu yang lebih tinggi memungkinkan kumbang menjalani beberapa siklus perkembangan lebih banyak setiap tahunnya dibandingkan dengan cuaca yang lebih dingin. Beberapa tahun belakangan, suhu rata-rata meningkat dengan cepat di Hongaria.

”Suhu yang lebih tinggi memang mendukung kehidupan serangga,” ujarnya. ”Sejauh ini, kerusakan akibat jamur sebagian besar terjadi di tempat penyimpanan dan koleksi terbuka. Namun, sekarang saya rasa infestasi serangga akan semakin banyak muncul akibat pemanasan global.”

Dalam foto yang dirilis oleh Pannonhalma Archabbey ini, terlihat kerusakan sebuah buku tua dengan lubang di halamannya karena serangan kumbang toko obat, di perpustakaan Pannonhalma Archabbey di Pannonhalma, Hongaria, Kamis, 3 Juli 2025

Direktur perpustakaan mengatakan, kehidupan di Biara Benediktin diatur oleh serangkaian aturan yang telah digunakan selama hampir 15 abad. Mereka harus  melakukan segala yang mungkin untuk menyelamatkan koleksi.

”Dalam peraturan Santo Benediktus disebutkan, semua properti biara harus dianggap sama nilainya dengan bejana suci altar,” kata Asvanyi. ”Saya merasa bertanggung jawab atas arti sebenarnya dari pelestarian dan konservasi ini.” (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan