Laminesentrisme, Poros Generasi Emas Baru Barcelona

Ronaldinho dan Lionel Messi silih berganti jadi ikon era kejayaan Barcelona. Lamine Yamal akan ikuti jejak dua idolanya itu.

17 Mei 2025 07:00 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Matahari dikenal sebagai heliosentrisme alias pusat dari tata surya. Di sepak bola, bakal terbit istilah ”laminesentrisme”. Istilah itu merujuk pada permainan dan perkembangan skuad Barcelona yang berporos pada fenomena baru mereka, Lamine Yamal.

Yamal telah membuktikan peran besar dan sentralnya bagi Barca di musim 2024-2025. Tiga gelar juara kancah domestik, terutama Liga Spanyol, tidak bisa dilepaskan dari penampilan gemilang remaja asli Catalan keturunan Maroko itu.

Koleksi delapan gol dan 13 asis dari 33 penampilan di Liga Spanyol menunjukkan semakin besarnya sumbangan Yamal di era Hans-Dieter Flick. Kontribusi gol Yamal hanya kalah dari dua rekannya di lini depan, Robert Lewandowski dan Raphinha, yang telah mengoleksi 27 akumulasi gol dan asis hingga pekan ke-36.

Meskipun kalah secara kuantitas, Yamal mencetak gol penting yang membuka keunggulan Barca atas Espanyol, Jumat (16/5/2025) dini hari WIB, di Stadion Cornella-El Prat. Sepakan kaki kiri melengkung yang sudah menjadi ciri khas Yamal mengawali kemenangan 2-0 Barca, sekaligus mengunci gelar Liga Spanyol musim 2024-2025.

Dengan usia yang baru akan menginjak 18 tahun, Juli nanti, Yamal tentu masih memiliki banyak hal yang bisa disajikan untuk klub favoritnya sejak kecil. Barca tidak hanya klub sepak bola bagi Yamal. Lebih dari itu, Barca adalah napas bagi sumber ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup pemain penyuka anime Dragon Ball itu.

Pemain Barcelona Lamine Yamal (tengah) merayakan golnya ke gawang Espanyol pada laga Liga Spanyol di Stadion RCDE, di Cornella de Llobregat, Spanyol, Jumat (16/5/2025) dini hari WIB. Barcelona menang 2-0 pada laga itu dan memastikan diri menjadi juara Liga Spanyol.

Setelah mampu meraih Liga Spanyol, Piala Liga Spanyol, dan Piala Super Eropa pada musim kedua penuh berseragam tim utama Blaugrana, Yamal menjanjikan lebih banyak trofi di masa-masa mendatang.

”Memenangi La Liga dengan Barca terasa mengagumkan, seperti mimpi menjadi kenyataan. Namun, ini baru permulaan dari parade trofi yang ingin kami persembahkan untuk klub,” tutur Yamal kepada ESPN.

”Mustahil untuk merasa lelah meraih trofi. Saya menanamkan itu secara permanen di pikiran saya,” kata pemain setinggi 1,8 meter itu selanjutnya.

Presiden Barca Joan Laporta sudah memberikan sinyal bahwa Yamal adalah poros dari pengembangan skuad Barca mulai musim 2025-2025. Barca tidak butuh mendatangkan pemain berstatus megabintang. Mereka sudah melahirkan fenomena sepak bola baru dalam diri Yamal.

”Dia (Yamal) adalah salah satu pemain yang ditakdirkan memiliki karier profesional yang unik untuk berada dalam jalur menuju pesepak bola terbaik dalam sejarah. Dia bukan pemain yang sekadar ingin memamerkan kemampuannya, melainkan memiliki talenta bawaan yang istimewa,” tutur Laporta kepada Rac 1.

Tak segan Laporta menyamakan pengaruh Yamal nyaris setara dengan Ronaldinho dan Lionel Messi. Dua pemain itu mencuat ke dalam tim utama Barca pada periode pertama kepemimpinan Laporta di Barca pada 2003 hingga 2010.

Pemain Barcelona Lamine Yamal (kiri) merayakan golnya ke gawang Espanyol, bersama rekannya, Alex Balde, pada laga Liga Spanyol di Stadion RCDE, di Cornella de Llobregat, Spanyol, Jumat (16/5/2025) dini hari WIB. Barcelona menang 2-0 pada laga itu dan memastikan diri menjadi juara Liga Spanyol.

Fokus menjaga skuad

Lebih lanjut, Laporta memprioritaskan untuk mempertahankan tim pemenang musim ini, alih-alih mendatangkan pemain anyar. Hanya, bek tengah Bayer Leverkusen, Jonathan Tah, yang santer dirumorkan sebagai calon pemain baru Barca mulai musim panas ini. Tah akan berstatus bebas transfer per 30 Juni 2025.

”Kami memiliki tim sangat bagus yang seimbang. Pemain terbaik tidak melulu bisa menghasilkan tim terbaik. Skuad kami sudah sangat kompetitif,” ucap Laporta yang menargetkan Barca memenangi Liga Champions musim depan.

Pelatih Barca Hans-Dieter Flick sepakat dengan Laporta. Sejak awal berminat melatih Barca, Flick memang tidak memiliki keinginan menjadikan Barca super tim melalui pembelian pemain-pemain mahal.

Flick memprioritaskan untuk menantang dirinya demi melahirkan pemain-pemain hebat berbekal lulusan akademi Barca, La Masia. Selain Yamal, Flick membantu pengembangan pemain belia Barca lainnya, seperti Pau Cubarsi, Alejandro Balde, Fermin Lopez, Gerard Martin, Marc Casado, Hector Port, dan Marc Bernal.

”Level dari tim ini sudah luar biasa, tetapi kami memiliki potensi untuk terus berkembang dan mencapai tingkat yang lebih tinggi,” ucap Flick yang berasal dari Heidelberg, Jerman, dilansir Sport.

Pemain Barcelona Fermin Lopez mencetak gol ke gawang Espanyol pada laga Liga Spanyol di Stadion RCDE, di Cornella de Llobregat, Spanyol, Jumat (16/5/2025) dini hari WIB. Barcelona menang 2-0 pada laga itu dan memastikan diri menjadi juara Liga Spanyol.

Keyakinan Flick itu bukan tanpa alasan. Barca menyapu bersih tiga trofi domestik dengan menaklukan rival abadi, Real Madrid, berbekal skuad termuda di Liga Spanyol.

Flick memiliki pemain-pemain dengan rerata usia 25,1 tahun. Angka itu jauh di bawah rata-rata usia skuad 20 kontestan Liga Spanyol 2024-2025, 27,3 tahun.

Deco, Direktur Olahraga Barca, kemungkinan besar akan lebih sibuk mencarikan klub-klub untuk meminjamkan pemain-pemain muda Barca dibandingkan mengintip peluang merekrut pemain dari tim raksasa Eropa lain. Pau Victor, salah satunya, adalah pemain yang berpeluang dipinjamkan ke tim lain demi menambah jam terbang.

”Kami mengetahui potensi dan kualitas tim. Tantangan terbesar saya dalam beberapa tahun mendatang adalah menemukan tim yang tepat untuk pemain muda kami,” kata Deco seperti dikutip Marca.

Ia menambahkan, ”Barca terbukti mampu terus melahirkan pemain-pemain hebat. Pemain muda yang hadir dari sistem pembinaan telah membantu pembentukan tim. Hal itu membuat kami amat bersemangat dengan prospek tim ini.”

Berkaca dari performa dan prestasi musim ini, Flick telah menebar teror kepada dunia. Era baru keemasan Barca sudah terbit. Tsunami trofi akan datang bertubi-tubi ke wajah baru Stadion Camp Nou yang digunakan kembali mulai musim 2025-2026.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul