Atlet ”lead” Indonesia tunjukkan progres pada seri awal Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Wujiang dan Bali. Inilah langkah kecil menuju impian besar di Olimpiade.
05 Mei 2025 14:11 WIB · Olahraga
Setelah Sukma Lintang di Wujiang, China, ada M Rizky Simatupang di Bali, Indonesia. Pencapaian mereka di seri awal Piala Dunia Panjat Tebing 2025 adalah langkah kecil, perlahan, tetapi pasti dari tim lead Indonesia yang punya target mendunia.
M Rizky Simatupang hanya bisa menunduk saat turun dari dinding panjat, Minggu (4/5/2025) malam. Sembari melepaskan tali pengaman, Rizky melihat kembali rute pemanjatan dan volume (pegangan) ke-12 tempatnya jatuh selepas menggantung sekitar 4 detik.
Dengan terjatuh lebih cepat, kans Rizky kecil untuk menembus target empat besar seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Bali. Walakin, Rizky tetap mendapatkan tepuk tangan dari para penonton yang meramaikan arena perlombaan di Pulau Peninsula kawasan Nusa Dua, Badung.
Rizky sudah memberikan hasil terbaik dan akhirnya finis pada posisi kedelapan. Peringkatnya paling buncit di antara para finalis, tetapi paling tinggi di antara total 12 pemanjat lead Indonesia putra dan putri yang terhenti pada babak kualifikasi dan semifinal.
Meski sempat terlihat kecewa, Rizky mengaku tetap merasa bahagia. ”Senang karena ini final pertama buat saya. Apalagi ini, kan, di Indonesia, di rumah sendiri. Walaupun belum memberikan hasil terbaik, tetap senang,” kata Rizky selepas perlombaan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/05/7e35222a-15a6-4971-9ff8-a0f2024b152a_jpeg.jpg)
Seperti yang Rizky sampaikan, perlombaan itu adalah babak final pertamanya di Piala Dunia. Pemanjat berusia 21 tahun ini tampil sebanyak lima kali di Piala Dunia sejak seri Villars-Sur-Ollon pada 2022. Pencapaian terbaik Rizky sebelumnya adalah finis di peringkat ke-21 pada seri Piala Dunia 2022 di Jakarta.
Rizky menjadi pemanjat Indonesia kedua yang bisa mencapai babak final lead di seri Piala Dunia. Sebelumnya, Raviandi Ramadhan mencetak sejarah sebagai atlet Indonesia pertama yang menembus fase itu dalam debutnya di Piala Dunia 2022 Jakarta.
Keberhasilan Rizky mencapai babak final pun mengesankan. Jika dilihat dari catatan pada penampilan di ajang internasional sebelumnya, Rizky sebenarnya bisa dibilang tidak terlalu diunggulkan.
Apalagi saat mengawali seri Piala Dunia 2025 di Wujiang, China, pekan lalu, Rizky gagal mencatatkan hasil apik. Dia finis pada posisi ke-32 sehingga berhasil menembus semifinal atau 24 besar yang menjadi target mereka.
Di Bali, saat babak kualifikasi pada Jumat (2/5/2025), Rizky juga menempati posisi ke-24 atau batas terakhir ke semifinal. Pemanjat lead Indonesia yang lain, Raviandi Ramadhan dan Putra Tri Ramadhani, memiliki peringkat lebih baik. Putra bahkan menempati peringkat ke-8, sedangkan Raviandi ke-21.
Namun, Rizky mengubah status bukan unggulan menjadi tumpuan harapan guna memenuhi target. Rizky menjadi satu-satunya pemanjat tebing lead Indonesia yang lolos ke babak final setelah menempati posisi ke-7. Adapun Putra menempati posisi ke-17, sedangkan Raviandi Ramadhan ada di urutan ke-18.
Rizky tampil gemilang meski memanjat sambil menahan rasa sakit pada lengan kiri. Rizky didera cedera sebelum perlombaan. Sejak tampil babak kualifikasi, dia pun menjadi perhatian tim medis pelatnas.
Menurut Rizky, penampilannya lebih baik pada semifinal karena tanpa beban. Apalagi setelah pada babak kualifikasi, dia berada pada urutan terakhir untuk lolos ke semifinal. ”Pas di semifinal, manjatnya udah ngalir aja,” ucap Rizky.
Saat babak final, Rizky mengakui kurang teliti saat melihat jalur pemanjatan. Sebelum memanjat, para atlet mendapatkan kesempatan mengobservasi jalur secara kolektif. Mereka tidak diizinkan mencoba rute tersebut. Setelah observasi, para atlet dimasukkan ke ruang isolasi.
”Kalau sudah level Piala Dunia seperti ini, harus lebih teliti lagi baca jalurnya,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/05/e91a4771-d7ea-4a64-ae93-edf106d50a7b_jpeg.jpg)
Adapun pencapaian Rizky di Bali hanya berselang sepekan dari pencapaian Sukma Lintang di Wujiang. Pemanjat lead putri Indonesia itu finis pada peringkat ke-18, posisi terbaiknya dalam total tujuh kali keikutsertaan di Piala Dunia.
Rizky dan Lintang menandai langkah awal tim lead Indonesia pada tahun ini. Langkah ini mungkin masih kecil dan perlahan. Namun, menurut Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (PB FPTI) Yenny Wahid, hasil itu tetap membanggakan karena menunjukkan peningkatan.
”Dan yang luar biasa lagi, Rizky itu berlomba dengan tingkat kesakitan yang kalau dari skalanya sampai 10, 9 ya. Jadi 2 jam sebelum bertanding, dia harus disuntik dengan penghilang rasa sakit. Namun, tetap tidak hilang,” kata Yenny.
”Jadi, buat saya ini sudah di luar melampaui target. Saya sangat menghargai sekali para atlet kita setelah bekerja keras, bisa mengharumkan nama bangsa dan negara, karena selalu ada perbaikan prestasi, yang paling penting itu ada progres,” ucapnya menambahkan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/02/de2eaf49-7eb8-4f10-9f17-130e5576f3bc_jpeg.jpg)
Pelatih tim panjat tebing Indonesia Hendra Basir, mengatakan, mulai tahun ini, para atlet lead Indonesia memasuki fase baru dalam program latihan mereka. Fase tersebut adalah berlatih agar bisa bersaing. Maka, mereka akan lebih sering diikutkan ke ajang-ajang internasional untuk menambah jam terbang dan mengasah kemampuan.
Ini merupakan bagian dari program menuju Olimpiade Los Angeles 2028 yang dimulai sejak 2020. Pada fase pertama tahun 2020-2024, latihan masih berfokus pada pengembangan dan pembangunan atlet. Dengan demikian, Rizky dan kawan-kawan terhitung jarang ikut ajang internasional.
Mereka disiapkan dan dilatih secara intensif agar bisa memenuhi target mendunia. Spesifiknya, mereka menargetkan untuk menjadi finalis di Olimpiade Los Angeles 2028.
”Semua atlet lead ini butuh jam terbang. Kalau kemampuannya sudah siap bersaing di level menengah,” ujar Hendra.
Hendra juga berharap rencana memberangkatkan atlet lead ke Eropa untuk berlatih di sana bisa berjalan lancar. Di sana, atlet tidak hanya akan berlatih, tetapi juga ikut kompetisi.
Selain perkembangan jalur dan volume lebih mutakhir, Eropa punya keunggulan berupa kultur lead yang sudah terbangun. ”Ini akan menjadi semacam akselerasi untuk atlet lead Indonesia,” ucap Hendra.
Di Wujiang dan Bali, dari jatuh ke bangkit, para pemanjat lead Indonesia merangkai pijakan menuju panggung dunia. Mimpi mereka menembus final Olimpiade Los Angeles 2028 adalah impian besar. Dan setiap impian besar biasanya dimulai dengan langkah kecil yang semakin hari semakin mendekatkan pada tujuan.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari