Lebanon, negara kecil di Mediterania, sedang menanti perjalanan apostolik perdana Paus Leo XIV.
25 Nov 2025 07:45 WIB · Internasional
AP/Hassan Ammar
Di Lebanon, sejauh mata memandang, akan terlihat salib-salib besar menjulang di puncak gunung, atap-atap rumah dan sudut-sudut jalan. Dari puncak Gunung Lebanon hingga dataran pesisir, situs-situs kuno berdampingan dengan kehidupan modern. Ini mencerminkan lanskap yang dibentuk oleh kehadiran umat Kristen selama berabad-abad.
Keragaman 18 komunitas agama, di mana 12 komunitas di antaranya komunitas Kristen, menjadikannya salah satu masyarakat paling beragam di kawasan ini. Saat ini, negara kecil di Mediterania ini sedang menanti perjalanan apostolik perdana Paus Leo XIV. Setelah dari Turki, Paus dijadwalkan akan mengunjungi Lebanon.
Menurut pengumuman resmi Takhta Suci melalui Vatican News, perjalanan apostolik ini dijadwalkan berlangsung pada 27 November hingga 2 Desember 2025. Perjalanan dimulai di Turki dan dilanjutkan ke Lebanon.
Kunjungan Paus itu sangat dinantikan di Lebanon. Poster dan spanduk bergambar diri Paus Leo XIV terpampang di jalan-jalan yang baru dipugar, lengkap dengan tulisan ”Lebanon ingin damai”.
Kekristenan masuk ke Lebanon pada abad pertama. Dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, Matius mencatat bahwa Yesus mengunjungi wilayah dua kota yang sampai saat ini masih ada di Lebanon, yaitu Sidon dan Tire (Tirus). Di utara, Lembah Qadisha terdapat beberapa komunitas monastik paling awal, yang hiasannya terpahat di tebing-tebing yang menghadap ke ngarai.
Para peziarah hingga kini masih mengunjungi situs-situs penting seperti tempat suci St Charbel di Annaya dan tempat suci Bunda Maria dari Lebanon di puncak bukit di Harissa. Tempat ini unik karena menjadi destinasi bersama umat Kristen maupun Muslim untuk mencari berkat dan penghiburan.
Selain itu, Lebanon selatan juga menjadi tempat penting bagi umat Kristen. Umat Kristen meyakini mukjizat pertama yang dibuat Yesus terjadi di daerah ini. Saat mengunjungi sebuah pesta pernikahan, Yesus mengubah air menjadi anggur, seperti yang dituliskan Yohanes dalam Kitab Suci Perjanjian Baru.
Umat Kristen Lebanon, seperti penduduk lainnya, telah mengalami keruntuhan ekonomi, kelumpuhan politik, dan konflik selama bertahun-tahun. Serangan Israel sebagai dampak perang antara Israel dan Hizbullah telah menghancurkan negara ini.
Kunjungan Paus dijadikan momen harapan untuk bangkit kembali. Mereka berharap kedatangannya membawa rasa persatuan, pengakuan, dan penghiburan bagi bangsa yang lelah. (AFP/AP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan