Laser Pengganti Kuas dalam Restorasi Monumen Romawi

Restorer tidak lagi menggunakan kuas saat membersihkan debu dan kotoran yang menempel di kolom marmer setinggi 47 meter.

19 Des 2025 12:34 WIB · Internasional

AP/Domenico Stinellis

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Ada yang berbeda dalam proses restorasi monumen Romawi di jantung kota Roma, Kamis (18/12/2025). Restorer tidak lagi menggunakan kuas saat membersihkan debu dan kotoran yang menempel di kolom marmer setinggi 47 meter.

Sebagai gantinya, mereka menggunakan laser, lengkap dengan kacamata dan helm pengaman. Satu per satu relief yang dibangun antara tahun 1870 dan 193 Masehi itu disinari laser untuk membuang kotoran yang telah melekat selama beberapa dekade.

Relief yang menggambarkan adegan dari pertempuran di Kolom Marcus Aurelius di pusat kota Roma, Kamis (18/12/2025).
Restorer Mariangela Santella dan Eleonora Gigante, kanan, menggunakan laser untuk secara selektif menghilangkan inkrustasi dari permukaan relief dasar pada abad kedua Masehi di pusat kota Roma, Kamis (18/12/2025).
Sebuah relief dasar yang dikenal sebagai "Keajaiban hujan" di Kolom Marcus Aurelius di pusat kota Roma, Kamis (18/12/2025).
Relief yang menggambarkan adegan pertempuran terlihat pada  Kolom Marcus Aurelius di pusat kota Roma, Kamis (18/12/2025).

Monumen Romawi itu berisi relief yang melingkar ke atas dan menceritakan pertempuran salah satu kaisar Roma yang paling terkenal, Marcus Aurelius. Restorasi terakhir kolom tersebut dilakukan pada tahun 1980-an. Saat itu, para restorer menggunakan sikat dan kuas kecil untuk menghilangkan kotoran.

Direktur pekerjaan restorasi, Marta Baumgartner, mengatakan, penggunaan laser dapat menjangkau sudut-sudut yang biasanya sulit dijangkau kuas. Selain memperkenalkan laser, kelompok yang terdiri atas 18 restorer ini menggunakan pembungkus kimia, spons, dan resin untuk membersihkan kotoran dari kabut asap di ibu kota Italia.

Laser juga mengisi lubang yang terbentuk akibat air membeku di cuaca dingin dan mengembang di dalamnya. Monumen ini mengalami erosi yang telah menghapus beberapa wajah dari figur-figur yang terukir.

Suasana restorasi abad kedua Kolom Marcus Aurelius di pusat kota Roma, Kamis (18/12/2025).


AP/Domenico Stinellis

Untuk melakukan pekerjaan ini, dibangun konstruksi vertikal di sekitar pilar halus yang dipahat dua milenium lalu itu. Terdapat 16 tingkat yang dibangun dari perancah mengelilingi monumen Romawi ini.

Perancah persegi yang lebar di sekelilingnya memberi para restorer ruang yang dibutuhkan untuk bekerja dengan nyaman. Mereka dapat mundur dan melihat figur-figur tersebut. Monumen ini dibuat dengan ukuran yang semakin besar ke atas. Ini sebuah teknik untuk membuatnya lebih terlihat dari tanah.

Sebuah relief yang menggambarkan Kaisar Romawi Marcus Aurelius dalam adegan pertempuran terlihat pada Kolom Marcus Aurelius di pusat kota Roma, Kamis (18/12/2025).
Laser yang digunakan untuk menghilangkan inkrustasi dari permukaan relief dasar pada Kolom Marcus Aurelius di pusat kota Roma, Kamis (18/12/2025).
Sebuah relief yang menggambarkan Kaisar Romawi Marcus Aurelius, tengah, dalam adegan pertempuran terlihat pada Kolom Marcus Aurelius di pusat kota Roma, Kamis (18/12/2025).
Restorator Mariangela Santella menggunakan laser untuk secara selektif menghilangkan inkrustasi dari permukaan relief di Kolom Marcus Aurelius di pusat kota Roma, Kamis (18/12/2025).

”Ini adalah cara untuk membuat orang yang melihatnya ikut membaca ceritanya,” kata Valentin Nitu, seorang restorer yang mengerjakan proyek tersebut. Fase demi fase, adegan demi adegan, dengan detail dipahatkan dalam setiap relief.

Para seniman zaman dahulu tidak ragu-ragu menggambarkan detail-detail mengerikan dari perang. Saat relief tersebut melengkung ke atas, terlihat tentara menyeret perempuan dan anak-anak dengan cara menarik rambut mereka.

Luca Del Fra, petugas pers untuk Pengawas Khusus Roma melihat relief dasar yang menggambarkan adegan dari pertempuran pada abad kedua di Kolom Marcus Aurelius di pusat kota Roma, Kamis (18/12/2025).

Musuh yang dipenggal kepalanya tergeletak di tanah, kuda-kuda meringkik dalam panasnya pertempuran, dan tawanan perang tampak ketakutan dengan leher terikat digambarkan sangat detail menyerupai kejadian sebenarnya. Pekerjaan restorasi yang dimulai pada bulan April ini diperkirakan akan selesai pada bulan Juni mendatang. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Yuniadhi Agung
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti