Lawan Fiorentina, Peluang Juventus Dekati Empat Besar

Peragaan seni bertahan bakal tersaji pada duel Juventus kontra Fiorentina. Dua kiper terbaik Liga Italia bakal menentukan hasil akhir laga.

28 Des 2024 12:36 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

TURIN, SABTU — Meskipun masih dibayangi inkonsistensi raihan kemenangan, Juventus masih memiliki harapan untuk menutup paruh pertama Liga Italia 2024-2025 dengan duduk di zona empat besar yang bergengsi. Syaratnya, ”Si Nyonya Besar” wajib menaklukkan Fiorentina, Senin (30/12/2024) pukul 00.00 WIB, di Stadion Allianz Arena.

Setelah menjalani laga ke-17, Juve masih mengukuhkan diri sebagai satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Liga Italia musim ini. Catatan impresif itu kurang mendapat apresiasi karena anak asuhan Thiago Motta duduk peringkat keenam.

Juve berjarak tiga poin dari Lazio yang menempati posisi keempat dan tertinggal sembilan poin dari Atalanta yang menempati capolista alias puncak klasemen. Dengan mengalahkan Fiorentina, Juve akan naik ke posisi kelima yang dihuni Fiorentina.

Mereka juga berpeluang kembali ke posisi keempat. Untuk kembali ke zona Liga Champions, Juve patut berharap Lazio tumbang dari Atalanta, Minggu (29/12/2024).

Kondisi di klasemen itu ditengarai dominannya hasil imbang diraih Juve dalam 10 gol, sedangkan baru tujuh kemenangan yang dihasilkan Si Nyonya Besar. Koleksi kemenangan Juve tertinggal jauh dari 11 kemenangan yang telah diraih Inter Milan dan Lazio yang duduk di posisi ketiga dan keempat.

Quote

Sekarang kami fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan di hadapan kami. Kami akan mengevaluasi dan membiarkan penilaian tentang penampilan kami pada akhir musim.

Pemain mula Juventus berpose sebelum pertandingan Liga Italia antara Monza dan Juventus di Stadion Brianteo, Monza, Italia, Minggu (22/12/2024). Juventus akan menghadapi Fiorentina, Senin (30/12/2024) pukul 00.00 WIB, di Stadion Allianz Arena.
Ekspresi Pelatih Juventus Thiago Motta saat pertandingan Liga Italia antara Monza dan Juventus di Stadion Brianteo, Monza, Italia, Minggu (22/12/2024).
Pemain Juventus Nico Gonzales melakukan selebrasi setelah mencetak gol saat pertandingan Liga Italia antara Monza dan Juventus di Stadion Brianteo, Monza, Italia, Minggu (22/12/2024).

Tidak hanya sekadar mengejar tiga poin kontra Fiorentina, Juve juga ingin mencatatkan hasil positif pada dua laga beruntun di Liga Italia dalam periode keempat musim ini.

Juve menyambut Natal dengan kemenangan 2-1 atas Monza. Hasil itu melepas rentetan hasil imbang dalam empat pertandingan beruntun di liga.

Dalam Liga Italia edisi 2024-2025, Juve baru tiga kali mengemas dua kemenangan beruntun. Catatan itu tercipta pada dua laga perdana musim ini kontra Como dan Hellas Verona, kemudian pada periode September ketika menaklukkan Genoa dan Lazio. Setelah itu, Juve mengalahkan Udinese dan Torino, awal November lalu.

Motta menuturkan, timnya tidak memperhatikan posisi di papan klasemen. Fokus utama Juve, katanya, adalah meningkatkan performa demi konsisten meraih kemenangan di setiap pertandingan.

”Sekarang kami fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan di hadapan kami. Kami akan mengevaluasi dan membiarkan penilaian tentang penampilan kami pada akhir musim,” ujar Motta dilansirTuttosport, Sabtu (28/12/2024).

Penyerang Juventus, Dusan Vlahovic (tengah), berebut bola dengan bek Monza, Pablo Mari (kiri), saat pertandingan Liga Italia antara Monza dan Juventus di Stadion Brianteo, Monza, Italia, Minggu (22/12/2024).

Gianluigi Buffon, legenda Juve, mendukung penuh perjalanan Motta bersama Juve. Menurut Buffon, Motta telah mengawali kiprahnya di Juve dengan sangat baik berdasarkan perubahan besar yang dilakukannya.

”Saya memiliki respek besar untuk Thiago (Motta). Saya sangat percaya diri dengan apa yang telah ia bangun bersama Juve. Ketika Anda melakukan perubahan sangat dalam, itu membutuhkan waktu,” tutur Buffon seperti dikutip Corriere dello Sport.

Gol babak pertama

Untuk melanjutkan tren kemenangan dan memperbaiki posisi di papan klasemen, Juve wajib memburu gol pada babak pertama. Mencetak gol sebelum turun minum adalah kunci Si Nyonya Besar meraih enam dari tujuh kemenangan pada Liga Italia musim ini.

Jika gagal menaklukkan gawang Fiorentina yang dikawal David De Gea hingga akhir babak pertama, kemungkinan menang Juve akan berkurang. Pasalnya, Juve belum memiliki kedalaman skuad yang merata seiring badai cedera yang belum sepenuhnya memudar.

Pada sesi latihan setelah libur Natal, Jumat (27/12/2024), tiga pemain, yaitu Teun Koopmeiners, Douglas Luiz, dan Danilo, masih menjalani latihan terpisah. Ketiganya masih memiliki kans untuk tampil melawan Fiorentina, tetapi sulit bermain penuh selama 90 menit.

Penjaga gawang Juventus, Michele Di Gregorio (kiri), menyapa suporter seusai pertandingan Liga Italia antara Monza dan Juventus di Stadion Brianteo, Monza, Italia, Minggu (22/12/2024).

Dengan kondisi itu, Motta masih memiliki keterbatasan pemain pengganti di bangku cadangan. Sejak November lalu, jumlah pemain Juve yang tersedia di setiap pertandingan rata-rata hanya 18 pemain yang terdiri 11 pemain utama dan tujuh pengganti, termasuk dua kiper cadangan.

Ketersediaan pemain terbatas membuat Motta memberikan peran berbeda untuk sejumlah pemain, misalnya Weston McKennie sebagai bek sayap kiri dan Nico Gonzalez berperan trequartista di belakang penyerang tunggal Dusan Vlahovic.

”Hal terpenting bagi kami adalah menyelesaikan pertandingan dengan mencetak gol secepat mungkin,” tutur Motta.

Demi mengejar kemenangan, Juve dan Fiorentina akan menyajikan seni bertahan tingkat tinggi. Kiper kedua tim, yaitu Michele Di Gregorio di Juve dan De Gea bersama Fiorentina, adalah pencetak persentase penyelamatan tertinggi di Italia musim ini.

Meskipun kemasukan tiga gol pada dua laga terakhir, De Gea masih layak disebut kiper terbaik di Liga Italia pada paruh pertama musim ini. Ia mencatatkan tingkat penyelamatan mencapai 79,7 persen.

Italy Soccer Serie A

Adapun Di Gregorio adalah kiper lokal paling menonjol di Liga Italia musim ini. Kiper berusia 27 tahun itu mencatatkan 76,7 persen penyelamatan. Catatan itu membuat Di Gregorio hanya kalah dari De Gea.

Juve dan Fiorentina adalah tim dengan peringkat empat besar catatan expected goals allowed (xGA) atau kemungkinan kemasukan terendah. Juve menjadi tim dengan probabilitas kebobolan paling sedikit dengan 13 xGA, sedangkan Fiorentina hanya catatkan 15,2 xGA. Kedua tim baru kemasukan 13 gol di musim ini.

Moise Kean, penyerang Fiorentina, memiliki ambisi besar untuk membuktikan peningkatan performanya bersama Fiorentina setelah meninggalkan Juve musim panas lalu. Sudah 10 gol dicetak oleh Kean yang merupakan produk akademi Juve.

”Tidak ada penyesalan bersama Juve. Jika saya tidak meninggalkan Juve, saya tidak akan mengalami periode karier terbaik saat ini. Juve adalah klub besar, tetapi saya tidak akan terpengaruh dengan situasi masa lalu ketika datang dengan seragam Fiorentina,” tutur Kean kepada Corriere della Sera.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan