Lawan Zambia, Hasil Positif Gim Pertama Penting untuk ”Garuda Muda”

Demi lolos ke fase gugur, Indonesia wajib nirkalah pada gim pembuka Piala Dunia U-17 2025. Zambia menyambut ”Garuda Muda” dengan dua kemenangan mutlak di Dubai.

03 Nov 2025 16:17 WIB · Olahraga

PSSI

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

DOHA, SENIN — Laga perdana Piala Dunia U-17 2025 kontra Zambia, Selasa (4/11/2025) pukul 22.45 WIB, di Lapangan 7 Zona Aspire, Al Rayyan, Qatar, bakal sangat menentukan bagi langkah tim U-17 Indonesia di pentas dunia. Dalam dua turnamen sebelumnya, ”Garuda Muda” mengemas kemenangan pada gim pertama yang membantu memenuhi target.

Anak asuhan Nova Arianto selalu mampu memulai perhelatan sebuah turnamen penting dengan hasil positif. Hal itu dimulai pada kualifikasi Piala Asia 2025, Oktober 2024. Indonesia mampu mengalahkan tim tuan rumah, Kuwait, 1-0 lewat gol bek Mathew Baker.

Quote

Raihan poin pada gim pertama sangat penting untuk melangkah jauh di Piala Dunia U-17. Kami sudah mengalami saat melawan Kuwait dan Korsel. Dengan kemenangan, kami bisa lolos ke babak selanjutnya.

Gelandang Indonesia, Evandra Florasta, menjaga bola dari penjagaan penyerang Kepulauan Mariana Utara, Taher Shabbir, pada gim Grup G kualifikasi Piala Asia U-17 2025, Jumat (25/10/2024), di Stadion Abdullah Al-Khalifa, Kuwait. Indonesia menjalani dua laga di Kuwait nirbobol.

Pada babak kualifikasi itu, Indonesia menutup persaingan di peringkat kedua dengan koleksi tujuh poin. Hanya kalah selisih gol dari Australia. Perjalanan itu membantu Indonesia lolos ke Piala Asia U-17 2025.

Kemudian, hasil tiga poin pada gim pertama juga diraih pada Piala Asia U-17 2025, April lalu. Gol tunggal gelandang Evandra Florasta memastikan keunggulan 1-0 atas Korea Selatan. Capaian positif di laga pertama Arab Saudi 2025 menjadi modal penting Indonesia untuk lolos ke perempat final sekaligus menggenggam tiket ke Piala Dunia U-17 2025.

”Raihan poin pada gim pertama sangat penting untuk melangkah jauh di Piala Dunia U-17. Kami sudah mengalami saat melawan Kuwait dan Korsel. Dengan kemenangan, kami bisa lolos ke babak selanjutnya. Harapan sama ingin kami capai pada gim menghadapi Zambia,” tutur Nova dalam wawancara daring, Minggu (2/11/2025).

Nova menambahkan, dirinya dan staf pelatih tim U-17 Indonesia sudah mengamati kualitas permainan Zambia melalui video pertandingan mereka. Kondisi itu membuat skuad Garuda Muda sudah benar-benar fokus untuk mempersiapkan diri menghadapi duta Afrika itu.

Demi menghadapi Zambia, Indonesia sudah menjalani uji coba kontra dua tim asal Afrika yang lolos ke Piala Dunia U-17 2025. Indonesia tumbang 1-2 dari Mali pada final Piala Kemerdekaan 2025 di Medan, Sumatera Utara, lalu Indonesia menahan Pantai Gading 0-0 pada gim ekshibisi di Dubai, Uni Emirat Arab, 25 Oktober kemarin.

Pelatih tim U-17 Indonesia, Nova Arianto, mengamati latihan timnya pada masa pemusatan latihan jelang Piala Dunia U-17 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab, akhir Oktober lalu. Indonesia akan membuka perjalanan di Qatar 2025 dengan menghadapi Zambia.

Mali dan Pantai Gading memiliki capaian lebih baik ketimbang Zambia pada Piala Afrika U-17 2025 yang menjadi babak kualifikasi menuju turnamen dunia. Jalan Zambia di ajang itu terhenti di babak perempat final. Adapun Mali adalah finalis, sedangkan Pantai Gading membawa pulang predikat tim peringkat ketiga.

”Mereka (Zambia) memiliki kualitas yang baik. Saya ingin pemain mengarahkan fokus utamanya ke gim pertama kami. Setelah itu, kami baru memikirkan lawan selanjutnya, Brasil dan Honduras,” kata Nova.

Jika bisa menang atas Zambia, jalan Indonesia lolos ke fase gugur bakal terbuka. Selain dua tim teratas di babak penyisihan lolos ke babak selanjutnya, terdapat jatah delapan peringkat ketiga terbaik dari 12 grup untuk melengkapi kuota tim di babak 32 besar.

Dua kekuatan

Zambia memiliki kekuatan identik tim-tim Eropa. Mereka memiliki pemain dengan bakat kecepatan alami. Selain itu, postur fisik gelandang-gelandang Zambia juga membuat mereka akan memberikan banyak kesulitan bagi Putu Panji dan kawan-kawan.

Demi menghadang permainan ofensif Zambia, Nova berpeluang mengedepankan permainan bertahan dengan pakem favoritnya, 3-4-3, yang bertranformasi menjadi 5-4-1 dalam situasi tanpa bola.

Infografik Piala Dunia U-17 2025

Transisi positif kilat dari sisi sayap dengan menempatkan Zahaby Gholy dan Fadly Alberto adalah senjata menyerang utama Garuda Muda. Insting Evandra untuk bergerak menjadi pemain tambahan di kotak penalti lawan bakal bermanfaat untuk memburu gol ke gawang Zambia.

Lebih dari soal taktik, Nova menekankan timnya harus memiliki semangat juang tinggi. Kemauan untuk bertarung hingga tetes keringat terakhir adalah kunci Garuda Muda untuk mencetak sejarah, yakni lolos pertama kali ke fase gugur Piala Dunia U-17.

”Catatan saya, kami kalah secara skill dan postur dibandingkan tim-tim lain di Piala Dunia U-17. Karena itu, saya meminta pemain memiliki mental kuat dan jangan takut untuk bersaing. Tanpa mental itu, sulit bagi kami bersaing dengan tiga lawan di fase grup,” ucap Nova.

Zahaby Gholy dan Mathew Baker, pemain tim U-17 Indonesia, menjalani latihan pada masa pemusatan latihan jelang Piala Dunia U-17 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab, akhir Oktober lalu. Indonesia akan membuka perjalanan di Qatar 2025 dengan menghadapi Zambia.

Mental tak kenal kalah itu sudah ditunjukkan Indonesia pada dua gim uji coba terakhir di Dubai, pekan lalu. Mereka menahan Pantai Gading tanpa gol, lalu bermain remis 1-1 kontra Panama.

Sementara itu, Zambia menuju Qatar dengan kondisi tim yang sangat positif. Mereka mengemas kemenangan meyakinkan pada dua gim uji coba di Dubai, pekan lalu.

Tim berjuluk ”Chipolopolo” menumbangkan Meksiko dengan skor mutlak 3-1, kemudian mereka juga melibas Kaledonia Baru 3-0. Dalam dua gim itu, Pelatih Zambia Dennis Makinka menurunkan 11 pemain utama yang sama.

Dua pemain, yakni penyerang Abel Salim Nyorongo dan bek Jonathan Kalimina, mencetak sebuah gol di dua gim ekshibisi itu. Khusus untuk gol dari Kalimina, ia memanfaatkan dengan baik eksekusi tendangan bebas.

Tim Zambia dipimpin oleh bek tengah jangkung James Sibene. Dibandingkan dengan tim di Piala Afrika U-17 2025, Chipolopolo mendapat suntikan tambahan dua gelandang baru yang berkarier di Eropa. Mereka adalah Lucas Daka (Reading, Inggris) dan Lukonde Mwale (Huesca, Spanyol).

”Dalam dua pertandingan terakhir, anak-anak menunjukkan karakter mereka, tidak pernah menyerah, dan tidak pernah meremehkan lawan. Mereka menekan tanpa henti. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi kami masih harus membenahi efektivitas lini serang,” tutur Makinka dilansir Zambian Football.

Skuad tim U-17 Zambia pada laga uji coba kontra Meksiko di Dubai, Uni Emirat Arab, Sabtu (25/10/2025). Pada laga itu, Zambia unggul 3-1.

Ia menambahkan, ”Kami menjalani enam uji coba menghadapi tim lokal, lalu dua lawan internasional. Ini sangat cukup untuk memulai Piala Dunia. Saya melihat semua pemain siap untuk memberikan yang terbaik”.

Pada gim lain di Grup H, Selasa pukul 19.30 WIB, Brasil, pemilik empat trofi Piala Dunia U-17, ditantang oleh Honduras.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati