Selama enam hari, Presiden Prabowo mengunjungi Jepang, AS, Kanada, dan Belanda. Menurut rencana, sore ini, Prabowo tiba di Tanah Air.
27 Sep 2025 15:24 WIB · Politik & Hukum
Dalam waktu enam hari, Presiden Prabowo Subianto melaksanakan lawatan kenegaraan ke empat negara, yakni Jepang, Amerika Serikat, Kanada, dan Belanda. Sederet pertemuan penting diikutinya, mulai dari sekadar mendatangi pameran, pidato di sidang umum PBB, sampai pertemuan bilateral. Adakah buah tangan manis yang dibawa Kepala Negara setelah beberapa hari menghabiskan waktu di luar negeri?
Jepang menjadi negara pertama yang dikunjungi Presiden Prabowo dalam lawatan kenegaraannya kali ini. Ia dan rombongan tiba, di Osaka, Jepang, pada 20 September 2025. Sejatinya, ia hanya akan singgah saat pesawat kepresidenan yang digunakan mengisikan bahan bakar sebelum mendatangi agenda utama, yakni Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, pada 23 September 2025.
Namun, enggan sekadar singgah, Presiden memanfaatkan beberapa jam waktunya di Osaka untuk mendatangi Expo 2025 Osaka. Indonesia turut serta dalam pameran berskala global yang menampilkan inovasi, warisan budaya, dan visi berkelanjutan itu dengan hadirnya Paviliun Indonesia. Sepanjang kunjungan ini, Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
”Kehadiran Presiden Prabowo di Expo 2025 Osaka ini merupakan wujud nyata diplomasi Indonesia di panggung global serta langkah untuk meneguhkan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan penting di kawasan dan dunia,” demikian keterangan tertulis dari Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden terkait kunjungan tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/27/77287e200fafd71efb9fab08d2df2ebd-IMG_20250927_WA0082.jpg)
Paviliun Indonesia yang dikunjungi Presiden Prabowo itu berwujud bangunan dengan desain menyerupai kapal megah. Bangunannya terbagi dalam sejumlah area, seperti nature, culture, dan future. Setiap area memamerkan keunikannya masing-masing. Area nature, misalnya, menampilkan keindahan biodiversitas Indonesia lewat hutan tropis mini. Sementara area culture menyuguhkan pameran foto, koleksi pusaka tradisional, sampai video seni bela diri dan pandai besi.
Lebih dari itu, merujuk pada portal resmi Paviliun Indonesia, sejak pameran dibuka April lalu, paviliun itu telah mengadakan 64 pertemuan bisnis dan one on one yang melibatkan investor, pegiat industri, dan perwakilan pemerintah dari sejumlah negara. Pertemuan-pertemuan itu menghasilkan 10 nota kesepahaman, 9 letter of intent, 1 perjanjian joint venture, dan 11 perjanjian penjualan paket perjalanan.
Jika ditotal, tercatat komitmen investasi sebesar 23,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 380 triliun dari sejumlah sektor berkelanjutan, seperti industri hijau, ekonomi kreatif, perdagangan, manajemen sampah, dan pariwisata.
”Dukungan dari mitra dan pemangku kepentingan lebih lanjut akan memperkuat usaha Indonesia untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan dan merawat kerja sama global. Selanjutnya, kami harap ini akan membuka peluang investasi yang menguntungkan masyarakat maupun lingkungan,” kata Deputi Direktur Paviliun Indonesia PN Laksmi Kusumawati dalam portal resmi tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/27/4ecc95b2836ee6fcd2aeea9065d3ebba-IMG_20250927_WA0073.jpg)
Selepas dari Jepang, Presiden Prabowo langsung melanjutkan perjalanan menuju New York, AS. Agendanya lumayan padat.
Tidak hanya mengikuti Sidang Majelis Umum (SMU) Ke-80 PBB pada 23 September 2025, selama di ”Negeri Paman Sam”, ia juga mengadakan pertemuan bilateral, mengikuti pertemuan multilateral, hingga memberikan penghargaan.
Pertemuan paling awal yang didatangi Presiden Prabowo ialah konferensi internasional di PBB terkait Palestina, Senin (22/9/2025). Konferensi yang dipimpin Perancis dan Arab Saudi itu menjadi forum untuk meneguhkan komitmen global soal solusi dua negara, atau two state solutions, sekaligus menggalang dukungan nyata untuk mengimplementasikannya. Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo diberi kesempatan pula untuk berpidato pada urutan ke-5 dari 33 negara.
”Oleh karena itu, Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap solusi dua negara dalam masalah Palestina. Hanya solusi dua negara inilah yang akan membawa perdamaian,” kata Presiden Prabowo.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/23/1c71eb7c-a040-4c3c-9b00-c17396f9aa4c_jpg.jpg)
Pada hari yang sama, Presiden Prabowo juga melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Sekretariat PBB. Turut datang mendampinginya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri HAM Natalius Pigai, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Umar Hadi.
Isu utama yang dibahas Presiden Prabowo dan Guterres menyoal penguatan solidaritas global untuk menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. Sehubungan dengan itu, ada dorongan agar kelembagaan PBB diperkuat sebagai salah satu platform multilateral. Mengemuka pula pembahasan rencana dukungan Indonesia untuk Palestina seiring munculnya wacana pengiriman pasukan perdamaian.
Sehari berselang, tibalah hari yang dinanti-nanti Presiden Prabowo. Ia berpidato pada urutan ke-3 dalam Sidang Majelis Umum Ke-80 PBB. Dua urutan pertama diberikan kepada Presiden Brasil Lula da Silva dan Presiden AS Donald Trump. Kehadiran Prabowo semakin menarik perhatian publik mengingat Presiden ke-7 Joko Widodo belum pernah hadir secara langsung pada sidang serupa.
Selaku debutan, penampilan Presiden Prabowo menakjubkan. Pidatonya mengundang decak kagum para pemimpin negara lain. Adapun topik yang dibicarakan terkait mendesaknya penguatan peran PBB dalam perdamaian dunia, dorongan kemerdekaan Palestina, serta solidaritas global.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/23/36496e3c-6929-469c-8935-27bffa37ae8b_jpg.jpg)
Salah seorang kepala negara yang mengapresiasi Presiden Prabowo adalah Donald Trump. Menurut Trump, Presiden Prabowo sudah melakukan pekerjaan yang baik dalam debutnya. Ia terkesima dengan energi dan ketegasan yang ditampilkan Presiden Prabowo sepanjang menyampaikan pidato. Gaya semacam itu, ujar Trump, mampu menggugah perhatian para pemimpin dunia.
”Anda juga sahabatku (Presiden Prabowo). Pidato yang hebat. Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan mengetukkan tangan di meja itu. Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa. Terima kasih banyak,” ujar Trump dalam pertemuan multilateral tentang Timur Tengah di PBB pada hari yang sama.
Di sela-sela agenda utama, Presiden Prabowo juga menyempatkan waktu menemui tokoh filantropi dunia, Bill Gates. Pada momen itu, ia memberikan penghargaan Tanda Kehormatan Utama bagi Gates. Sosok pendiri Gates Foundation itu dianggap memiliki jasa dan dedikasi tinggi bagi kesejahteraan umat manusia.
Menurut Presiden Prabowo, kontribusi Gates di Indonesia terlihat dalam bidang kesehatan. Wujudnya berupa bantuan riset, obat-obatan, hingga vaksinasi. Saat ini, pemerintah juga tengah menjalin komunikasi dengan yayasan milik Gates untuk mengadakan proyek-proyek kemanusiaan. Adapun komunikasi itu ditempuh pemerintah melalui jalur Danantara.
”Proyek-proyek untuk membantu golongan yang paling lemah, bantu mengatasi kemiskinan, kelaparan, dan juga pendidikan, terutama pendidikan. Pendidikan kunci masa depan kita,” kata Presiden Prabowo.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/25/d0755980-aa35-406e-91de-e16e4a2abec9_jpg.jpg)
Pada hari terakhir di AS, 24 September 2025, Presiden Prabowo menerima kunjungan dari Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino. Selama bertemu, mereka membahas soal perkembangan pesat sepak bola Indonesia sekaligus menguatkan komitmen kerja sama antara FIFA dan Indonesia. Bahkan, Presiden Prabowo disebut memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan sepak bola nasional.
Seusai pertemuan, Gianni menyatakan, pemerintah telah berkembang pesat dalam pengembangan sepak bola nasional dalam berbagai kategori. Pengembangan itu terentang dari kategori putra, putri, kelompok usia, hingga senior. FIFA akan terus mendukung perkembangan itu, salah satunya dengan rencana mendirikan kantor regional di Jakarta.
”Kami berharap dapat melanjutkan kolaborasi yang fantastis ini untuk Indonesia, untuk ASEAN, untuk Asia, dan untuk seluruh dunia. Kita bersatu. Ini juga merupakan diskusi kami dengan Presiden. Kita ingin menyatukan dunia dan Indonesia memainkan peranan penting dalam hal itu,” tutur Gianni.
Hari itu pula, Presiden Prabowo langsung melanjutkan perjalanan ke Ottawa, Kanada. Di sana, ia menemui Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Mereka menyaksikan penandatanganan kesepakatan terkait tiga hal utama, yakni perdagangan, pertahanan, dan koneksi antarpelaku usaha. Ketiga hal itu diyakini mampu memperkuat hubungan bilateral sekaligus memperluas peluang kolaborasi bagi kedua negara.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/25/88738180b17c1140a5aa555b4d8e2161-ff9979df_d2ac_4732_9b42_be52537a536b.jpeg)
Perjanjian perdagangan dimaksud tertuang dalam Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).
Dengan kesepakatan itu, Kanada menghapus 90,5 persen tarif impor untuk produk asal Indonesia, sedangkan Indonesia memberikan liberalisasi sebesar 85,8 persen pos tarif. Implementasi kesepakatan itu diproyeksikan bakal mendorong ekspor Indonesia ke Kanada hingga 11,8 miliar dolar AS pada 2030. Kondisi itu juga akan menambah pertumbuhan produk domestik bruto nasional sebesar 0,12 persen dan meningkatkan investasi sebesar 0,38 persen.
Dalam sektor pertahanan, Indonesia dan Kanada menandatangani nota kesepahaman untuk memperluas ruang kerja sama. Salah satunya ialah turut melibatkan Kanada dalam latihan Super Garuda Shield, pelaksanaan dialog pertahanan reguler, serta penguatan industri militer dalam jangka panjang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/25/2a74c3ce43cb8da9dd9d1f2bd44f2e01-b6a59cdc_0741_47d9_93e4_58780583170f.jpeg)
Penandatanganan kerja sama juga dilakukan antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Business Council of Canada terkait perdagangan dan investasi. Memang, sifat kerja sama itu hanya sesama pelaku bisnis. Kendati demikian, kerja sama itu mendorong terciptanya peluang kerja sama lebih banyak pelaku usaha sejalan dengan disepakatinya ICA-CEPA.
”Kami mempelajari 9.000 halaman dokumen perjanjian, ya itu benar. Kami begadang semalaman. Tapi, bagaimanapun, kami ada di sini untuk menyaksikan dan menandatangani perjanjian besar ini. Jadi, saya sangat bangga, saya sangat beruntung menjadi Presiden Indonesia yang membawa ini kembali ke Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.
Tiga negara sudah dikunjungi Presiden Prabowo. Walau begitu, lawatan kenegaraan Ketua Umum Partai Gerindra itu belum rampung.
Ia masih melanjutkannya ke Belanda. Ia bertolak dari Kanada pada 24 September 2025 sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Ia tiba di Amsterdam, Belanda, sehari kemudian, pada 25 September 20025, pukul 09.45 waktu setempat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/27/5f6268beedf05f7268c08de6b9e2179b-IMG_20250927_WA0080.jpg)
Di Belanda, Presiden Prabowo diterima secara resmi oleh Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima. Pertemuan mereka berlangsung di Istana Huis ten Bosch, Den Haag, Jumat (26/5/2025).
Sambutan dari raja sekaligus ratu kerajaan membuat kunjungan Presiden Prabowo terasa lebih istimewa. Momen semacam itu jarang terjadi dan sekaligus menunjukkan penghormatan tinggi Kerajaan Belanda kepada Kepala Negara.
Saat bertemu, Presiden Prabowo, Raja Willem-Alexander, dan Ratu Maxima berbincang mengenai beragam isu krusial. Topik utamanya ialah hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang strategis, tak terkecuali soal pertahanan. Lebih-lebih, Presiden Prabowo dan Raja Willem Alexander sama-sama memiliki latar belakang militer. Kesamaan itu membuat percakapan kedua sosok terasa mengalir dan akrab.
”Pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama Indonesia dan Belanda untuk terus mempererat hubungan serta memperluas peluang kerja sama di masa mendatang. Pertemuan di Istana Huis ten Bosch sekaligus menjadi simbol keberlanjutan tradisi persahabatan antara kedua negara,” demikian keterangan tertulis dari BPMI Sekretariat Presiden.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/27/a8587687cd6f2a03301681219b5f20b2-WhatsApp_Image_2025_09_27_at_15.07.48.jpeg)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan yang disiarkan melalui media sosial resmi Sekretariat Kabinet, Sabtu (27/9/2025), menambahkan, pertemuan resmi di Belanda juga menghasilkan kesepakatan Belanda mengembalikan sekitar 30.000 benda dan artefak bersejarah serta fosil dan dokumen milik Indonesia.
”Dan intinya tadi juga disepakati bahwa Pemerintah Belanda akan mengembalikan sebanyak 30.000 fosil, artefak, dokumen-dokumen budaya milik Indonesia yang disimpan di sini (Belanda) dan nanti prosesnya akan segera. Mungkin besok Menteri Kebudayaan akan menyelesaikan itu dan segera dikembalikan kepada Indonesia,” kata Teddy.
”Prosesnya mungkin cepat karena tadi Raja Belanda sudah menyepakati itu, dan ini proses pengembalian sebenarnya sudah berjalan lama, tapi alhamdulillah berhasil disepakati tadi dan nanti akan dikembalikan ke Indonesia,” tambahnya.
Jika Presiden Prabowo diibaratkan seorang ayah, rakyat Indonesia adalah anak-anak yang sedang menanti kepulangannya. Layaknya seorang ayah yang baru saja bepergian, anak-anak itu menantikan oleh-oleh atau buah tangan dari serangkaian perjalanan panjang. Semoga saja sederet kerja sama itu tak sekadar menguntungkan kalangan elite, tetapi menetes pula manfaatnya ke tangan-tangan rakyat.
Penulis:
Nino Citra AnugrahantoEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti