Debut Juventus di Piala Dunia Antarklub 2025 kontra Al-Ain membuka lembaran baru Pelatih Igor Tudor usai mendapat kepastian masa depan. Kemenangan akan jadi modal berharga.
18 Jun 2025 09:36 WIB · Olahraga
Seperti yang Juventus sampaikan ketika memastikan masa depan sang pelatih interim, Igor Tudor kembali terkoneksi dengan klub itu beberapa bulan lalu dan kini akan membuka babak baru. Kiprah Juventus di Piala Dunia Antarklub 2026 mengawali lembaran Tudor sekaligus membawa Juventus melupakan hasil musim 2024-2025 yang berakhir tanpa gelar juara.
Laga Grup G melawan wakil Uni Emirat Arab, Al-Ain, di Audi Field, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/6/2025), tidak hanya menandai debut Juventus pada Piala Dunia Antarklub 2025. Di turnamen ini pula kisah Tudor, setelah mendapatkan kepastian memimpin klub itu hingga 2027, bakal dimulai.
Saat pengumuman kontrak Tudor, 13 Juni lalu, Juventus sudah menyebut bahwa Piala Dunia Antarklub merupakan tantangan berikutnya bagi pelatih asal Kroasia ini. Tak ada waktu bagi Tudor untuk bersantai.
”Saya senang bisa melatih Juve. Saya merasa seperti pulang ke rumah. Setelah tanda tangan kontrak baru, tentu saya senang. Tapi kebahagiaan itu cuma sebentar karena detik berikutnya saya langsung memikirkan pertandingan selanjutnya,” ujar Tudor dalam laman resmi Juventus.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/18/b4301950-97f8-45c9-a6b5-cf904d7c162f_jpg.jpg)
Penunjukan Igor Tudor merupakan upaya lanjutan dari langkah Juventus bangkit setelah mengakhiri musim 2024-2025 tanpa gelar juara. Mereka memulainya dengan revolusi di dalam manajemen yang diawali dengan penunjukan Damien Comolli sebagai manajer umum. Comolli lantas mengejarkan tugas pertamanya, yaitu menunjuk pelatih.
Tudor sebelumnya diminta sebagai pelatih interim hingga akhir musim setelah Juventus memecat Thiago Motta pada Maret lalu. Juventus tampaknya puas dengan kinerja Tudor, terutama ketika mengamankan tempat bagi klub di Liga Champions Eropa musim depan.
Kami tahu bahwa Piala Dunia Antarklub menampilkan tim-tim terbaik di dunia, tetapi kami tidak datang ke sini hanya untuk ambil bagian.
Tudor mengawali kiprahnya sebagai pelatih interim dengan kemenangan atas Genoa dan mengakhirinya dengan kemenangan atas Venezia. Juventus menyebut ikatan Tudor, yang berstatus mantan pemain ”Si Nyonya Besar” di era kejayaan akhir 1990-an hingga dekade pertama 2000-an setelah skandal calciopoli, semakin kuat.
Kini, Tudor membutuhkan kemenangan saat melawan Al-Ain agar Juventus menciptakan langkah signifikan di Piala Dunia Antarklub. Selain dengan Al-Ain, Juventus berada di Grup G Manchester City dan Wydad Casablanca (Maroko). Manchester City kemungkinan besar akan menjadi lawan terkuat Juve.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/13/a133ad34-69a2-47d0-a1ef-2ceee2ba2b76_png.png)
Tak hanya itu, Manchester City juga berpeluang menjadi salah satu tim yang melaju ke babak sistem gugur. Hanya dua tim terbaik dari tiap grup yang bisa menembus fase berikutnya. Maka, kemenangan pada laga perdana akan menjadi modal berharga bagi Juve untuk menjaga kans sebagai dua tim terbaik Grup G.
”Ada kegembiraan karena ini adalah kali pertama kami mengikuti kompetisi ini. Juventus selalu memiliki ambisi yang sama—untuk menang—dan itulah yang ingin kami coba lakukan sambil selalu menjaga kerendahan hati,” tutur Tudor.
”Kami tahu bahwa Piala Dunia Antarklub menampilkan tim-tim terbaik di dunia, tetapi kami tidak datang ke sini hanya untuk ambil bagian,” ujarnya kemudian.
Juventus diunggulkan di atas kertas, tetapi Al-Ain bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan. Apalagi, juara Liga Champions Asia 2023-2024 itu bukan tim asing di Piala Dunia Antarklub. Pada edisi 2018, Al-Ain mampu menjadi finalis meskipun akhirnya takluk dari Real Madrid 1-4.
Meskipun tidak membawa pulang gelar juara, perjalanan Al-Ain menuju final menakjubkan. Al-Ain menggagalkan final ideal antara wakil Eropa dan Amerika Latin setelah menggulingkan juara Libertadores, River Plate, pada semifinal.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/22/2cd9eca8-3bd8-4c1a-ba2f-8cbe5da816ae_jpg.jpg)
Pada tujuh laga terakhir yang mereka jalani di semua ajang, Al-Ain tak terkalahkan. Juventus juga dalam performa baik dengan meraih dua kemenangan beruntun dan belum terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir.
Tudor tak mau terlalu fokus pada lawan. Kata pelatih berusia 47 tahun ini, meski juga sudah menganalisis semua tim, fokus utamanya adalah tim sendiri. ”Semua tetap harus dihormati. Fokus utama kami tetap pada tim sendiri karena nasib kami ditentukan oleh kami sendiri,” ucapnya.
Al-Ain pun pantang gentar melawan Juventus yang punya nama besar. Bek sayap Al-Ain, Facundo Zabala, mengatakan, yang ada hanya rasa hormat, bukan takut, ketika akan menghadapi Juve.
”Kita berbicara tentang (melawan) pemain kelas dunia. Dalam jenis permainan ini, konsentrasi harus selalu maksimal, apa pun lawannya. Di lapangan, kita semua adalah manusia yang berusaha memberikan yang terbaik, jadi rasa takut tidak boleh ada,” ujar Facundo kepada media Italia, TuttoMercatoWeb.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari