Piala Dunia Antarklub FIFA, Panggung Pembuktian Para Raksasa Terluka

Piala Dunia Antarklub jadi ajang pelampiasan bagi tiga raksasa Eropa. Turnamen ini bukan sekadar ajang pemanasan jelang musim baru, melainkan juga sarana jadi juara.

12 Jun 2025 12:34 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

Tiada hal yang lebih menyakitkan daripada ditampar ekspektasi. Pengalaman tersebut dirasakan Real Madrid, Manchester City, dan Inter Milan pada musim yang baru berakhir. Digadang-gadang bakal menguasai Eropa, mereka justru mengakhiri musim dengan tragis tanpa satu pun trofi. Ketiga raksasa itu mencari pelampiasan di Piala Dunia Antarklub FIFA.

Turnamen ini menyajikan kesempatan untuk meraih trofi sekaligus menguji kekuatan tim jelang musim baru. Sebanyak 32 tim terbaik dari seluruh penjuru dunia telah menyerahkan daftar nama pemain untuk mengikuti kompetisi yang berlangsung pada 15 Juni hingga 13 Juli 2025 di Amerika Serikat. Piala Dunia Antarklub awalnya diselenggarakan setiap tahun dan diikuti tim pemenang kejuaraan klub di benua masing-masing.

Presiden FIFA Gianni Infantino kemudian mengusulkan perluasan kompetisi menjadi 32 tim dan turnamen diselenggarakan setiap empat tahun sekali. Format baru ini mulanya akan diterapkan pada 2021. Namun, pandemi Covid-19 membuat penyelenggaraan akhirnya dibatalkan. Dengan demikian, 2025 menjadi tahun pertama penyelenggaraan format baru Piala Dunia Antarklub.

Gengsi Piala Dunia Antarklub selama ini tidak jauh lebih besar dibandingkan Liga Champions Eropa karena disparitas kekuatan tim peserta yang jauh. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2000, hanya perwakilan Eropa dan Amerika Latin yang pernah menjadi juara.

Real Madrid menjadi tim dengan koleksi gelar terbanyak, yaitu lima gelar, disusul Barcelona yang tiga kali menjadi pemenang. Adapun tim Amerika Latin yang pernah menjuarai Piala Dunia Antarklub adalah Sao Paulo, Internacional, dan Corinthians.

infografik afp Piala Dunia Antarklub 2025

Ketimpangan kualitas tim yang berlaga menyebabkan Piala Dunia Antarklub nyaris tidak termasuk target utama klub-klub raksasa Eropa. Memenangi Piala Dunia Antarklub terasa tidak lebih membanggakan dibandingkan dengan Liga Champions. Namun, bagi Real, City, dan Inter, makna Piala Dunia Antarklub kali ini bisa jadi amat berbeda.

Ketiga klub tersebut gagal total musim lalu. Real tidak meraih satu pun trofi meski berstatus juara bertahan Liga Champions dan Liga Spanyol. Nasib serupa dialami City, yang untuk pertama kali gagal memenangi trofi dalam semusim bersama Manajer Pep Guardiola.

Quote

Turnamen ini diadakan setiap empat tahun dan saya ingin klub memenanginya karena ini adalah pertama kalinya dimainkan dalam sejarah. - Rayan Cherki -

Di sisi lain, nasib Inter jauh lebih tragis lantaran gagal di saat trofi Liga Champions sudah di depan mata. ”I Nerazzurri” kehilangan gelar Liga Italia sekaligus kalah di final Liga Champions dari Paris Saint-Germain.

Pelatih baru Inter

Pelatih baru Inter, Cristian Chivu, mengatakan, timnya harus memenangi trofi Piala Dunia Antarklub setelah menjalani musim lalu yang mengecewakan.

”Kami perlu mengembalikan energi mental kami. Lalu, keluar dan melakukan apa yang harus dilakukan tim seperti Inter, yakni memenangi trofi. Kami siap memberikan segalanya untuk itu,” kata Chivu dalam wawancara pertamanya setelah ditunjuk menggantikan Simone Inzaghi.

Cristian Chivu, pelatih baru Inter Milan, mendarat di Bandar Udara Internasional Los Angeles , Amerika Serikat, Rabu (11/6/2025). Ia akan memimpin timnya tampil di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025.

Chivu telah mengumumkan 33 pemain pilihannya untuk mewujudkan ambisi menjadi juara. Duet penyerang andalan, Lautaro Martinez dan Marcus Thuram, diboyong ke Amerika Serikat. Selain itu, ada pula tambahan dua pemain baru, yakni Luis Henrique dan Petar Sucic.

Henrique yang mengenakan nomor punggung 11 menambah kedalaman Inter di sektor sayap kanan. Mantan pemain Marseille itu akan bahu-membahu bersama Denzel Dumfries. Sementara Sucic bisa menjadi pelapis Henrikh Mkhitaryan dan Hakan Calhanoglu di lini tengah.

Ambisi serupa dipancarkan City yang membawa kekuatan penuh. Sebagaimana Inter, City juga berpeluang meraih trofi musim lalu. Namun, harapan itu kandas setelah kalah di final Piala FA dari Crystal Palace.

Guardiola memamerkan kedalaman skuad timnya saat City mengumumkan 27 pemain pilihannya. Dari daftar skuad, tiga pemain baru, yaitu Tijjani Reijnders, Rayan Cherki, dan Rayan Ait-Nouri, juga dibawa. City dipercaya bisa berbicara banyak di Piala Dunia Antarklub menyusul pulihnya jenderal lapangan tengah, Rodri.

”Turnamen ini baru dan kami ingin menang. Turnamen ini diadakan setiap empat tahun dan saya ingin klub memenanginya karena ini adalah pertama kalinya dimainkan dalam sejarah,” kata Cherki, dikutip dari laman City.

Gelandang Manchester City, Rodri, memasuki lapangan sebagai pemain pengganti saat melawan Bournemouth pada laga Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Rabu (21/5/2025) dini hari WIB. Laga yang berakhir dengan kemenangan City, 3-1, itu menjadi momen perpisahan De Bruyne.

Real Madrid favorit juara

Meski menjalani musim yang buruk, Real menjadi tim yang difavoritkan memenangi Piala Dunia Antarklub. Hal ini lantaran ”Los Blancos” merupakan tim yang punya tradisi kuat pada turnamen ini dengan menjadi pemegang gelar juara terbanyak, lima kali. Hanya, semua gelar Real dimenangkan saat Piala Dunia Antarklub masih menggunakan format lama.

Dalam format lama itu, kiprah Real tidak terbendung. Mereka lima kali menembus final dan selalu menang. Kualitas tim peserta dalam format lama masih terlalu lebar sehingga Real bisa menang mudah. Pada final terakhir mereka, Real bahkan bisa mencetak lima gol ke gawang wakil Asia, Al-Hilal (Arab Saudi), di final.

Dengan adanya format baru, ambisi mengobati kegagalan musim lalu menjadi lebih berat. Real tidak bisa terlalu dominan mengingat para raksasa Eropa lain, seperti City, Inter, atau Bayern Muenchen, siap meramaikan persaingan.

Format baru yang jauh lebih kompetitif membuat Presiden Real Madrid Florentino Perez enggan menugaskan pelatih baru Xabi Alonso di Piala Dunia Antarklub. Perez dilaporkan enggan membebani atau memberi tekanan lebih kepada Alonso sebelum musim 2025-2026 dimulai.

Perez khawatir Alonso akan berada pada posisi yang mengkhawatirkan sebelum musim dimulai akibat hasil yang kurang bagus pada Piala Dunia Antarklub. Hal ini lantaran suporter Real amat menuntut. Mereka menilai Real wajib menjuarai turnamen apa pun yang diikuti.

Pelatih Bayer Leverkusen Xabi Alonso menghadiri jumpa pers di Leverkusen, Jerman, Jumat (9/5/2025). Alonso mengungkapkan akan pergi dari Leverkusen dan pindah ke klub lain.

Santiago Solari awalnya diproyeksikan menjadi pelatih sementara Real di Piala Dunia Antarklub. Namun, Solari menolak penugasan tersebut sehingga Alonso mau tidak mau harus memimpin Real.

Di sisi lain, Alonso berkesempatan membuktikan bahwa dirinya merupakan pelatih yang layak menggantikan Carlo Ancelotti dengan membawa Real menjuarai Piala Dunia Antarklub dalam format baru.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti