5 Fakta Pembukaan BRI Liga Super: Kemenangan Historis PSIM hingga Skuad Termuda PSM

PSIM menuliskan kemenangan yang terkenang kekal dalam sejarah klub. PSM bermain dengan skuad termuda, lalu Persijap akhiri penantian gol selama 4.012 hari.

09 Agt 2025 09:27 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Kompetisi BRI Liga Super (Super League) 2025-2026 telah dimulai, Jumat (8/8/2025). Tiga pertandingan yang melibatkan trio tim promosi berlangsung dengan hasil yang beragam.

PSIM Yogyakarta, yang berstatus juara Liga 2 Indonesia 2024-2025, meraih kemenangan dramatis di kandang Persebaya Surabaya, Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur. Persijap Jepara membawa pulang satu poin dari Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, lewat gol di masa tambahan waktu babak kedua.

Di sisi lain, usaha Bhayangkara FC membawa pulang poin kontra Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, berakhir dengan tangan hampa. Mariano Peralta, penyerang sayap Borneo, memberikan permulaan buruk bagi musim comeback ”The Guardians” di kompetisi kasta tertinggi nasional.

Berikut lima fakta menarik yang meliputi tiga pertandingan perdana Liga Super 2025-2026.

Pemain Persebaya Fransisco Israel Rivera hampir terjatuh saat berebut bola dengan pemain PSIM Yogyakarta Raka Cahyana Rizky dalam laga pembukaan Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). Super League 2025-2026 diikuti oleh 18 Tim. Setelah pembukaan dipertandingkan Persebaya dengan PSIM Yogyakarta.

Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

1. Kemenangan historis PSIM Yogyakarta

Gol tunggal penyerang sayap, Ezequiel Vidal, melalui sundulan pada menit 90+2 disambut gegap gempita seantero warga Yogyakarta di kolong langit. PSIM membawa pulang keunggulan 1-0 atas Persebaya pada musim perdana mereka di kompetisi terbaik Indonesia sejak 2007.

Tidak sekadar bermakna tiga poin pada pekan perdana Liga Super musim ini, Vidal membantu ”Laskar Mataram” mencetak kemenangan pertama pada pekan pembuka liga kasta tertinggi Indonesia sejak era Liga Indonesia pada 1994-1995.

Quote

Tentu kami sangat bahagia bisa menang di pertandingan pertama. Saya pikir hasil ini bisa menjadi standar untuk kami di setiap pekan.

Pada lima kesempatan sebelumnya bermain di kompetisi kasta utama Indonesia sejak unifikasi Perserikatan dan Galatama per 1994, PSIM selalu gagal menang di pertandingan pertama. Hal itu tercipta ketika kalah dari ASGS pada 1996-1997, ditahan Persikab Bandung di 1998-1999, imbang dengan Persebaya pada 1999-2000, remis kontra Persija Jepara pada 2006, serta tumbang dari Persijap Jepara pada 2007.

PSIM juga mengemas kemenangan tandang perdana pada laga pertama liga utama Indonesia. Pantas, kemenangan atas Persebaya menjadi modal yang sangat apik bagi petualangan PSIM di Liga Super 2025-2026.

”Tentu kami sangat bahagia bisa menang di pertandingan pertama. Saya pikir hasil ini bisa menjadi standar untuk kami di setiap pekan,” ujar Pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel pada konferensi pers usai laga menghadapi Persebaya.

Penjaga gawang  PSIM Yogyakarta Cahya Supriadi berebut bola dengan pemain Persebaya  Rizky Dwi Pangestu dalam laga pembukaan Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). Super League 2025-2026 diikuti oleh 18 Tim. Setelah pembukaan dipertandingkan Persebaya dengan PSIM Yogyakarta.

Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

2. Hapus kutukan atas Persebaya

PSIM pun mampu mengakhiri kutukan atas Persebaya. Sejak bersaing di Liga Indonesia 1996-1997, Laskar Mataram belum pernah mengukir kemenangan ketika bertandang ke Surabaya.

Terakhir kali PSIM bisa mengalahkan Persebaya di ”Kota Pahlawan” tercipta pada 5 Februari 1994 di pekan ke-14 Perserikatan 1993-1994. Kala itu, PSIM mengalahkan ”Bajul Ijo” dengan skor akhir 3-2.

Artinya, Ze Valente dan kawan-kawan mampu mengakhiri kutukan selama 31 tahun dalam lawatan ke markas Persebaya. Menariknya, PSIM juga sudah menuliskan kemenangan di dua kandang Persebaya, yaitu Stadion 10 November dan Gelora Bung Tomo.

Bagi Persebaya, PSIM adalah tim pertama yang mampu mengalahkan mereka pada laga kandang di laga pembuka sejak kembali ke kompetisi kasta tertinggi di Liga 1 2018. Bajul Ijo selalu mampu membuka liga dengan kemenangan di kandang pada dua musim beruntun, 2023-2024 dan 2024-2025.

Pesepak bola PSM Makassar Victor Dethan (kiri) dengan pesepak bola Persijap Jepara Frank Rikhart Sokoy (kanan) berebut bola pada pertandingan perdana Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibi, Kabupaten Parepare, Sulawesi Selatan, Jumat (8/8/2025). Persijap Jepara menahan imbang tuan rumah PSM Makassar dengan skor 1-1. ANTARA FOTO/Hasrul Said/nz

3. Akhir penantian Persijap Jepara

Selebrasi emosional penyerang Persijap Jepara, Carlos Franca, pada menit 90+9 membantu timnya terhindar dari kekalahan atas PSM Makassar. Persijap menahan ”Juku Eja” dengan skor remis 1-1.

Melalui kemelut di depan gawang yang diawali sepak pojok, Persijap mengemas poin pertama di Liga Super 2025-2026. Satu poin yang berharga sekaligus memupuk kepercayaan diri untuk bersaing di kompetisi kasta tertinggi Tanah Air.

Franca mengakhiri penantian Persijap untuk mencetak gol di liga utama selama 4.012 hari alias 10 tahun, 11 bulan, dan 25 hari. Momen itu terhitung sejak Liga Super Indonesia 2014.

Gol terakhir yang dicetak skuad ”Laskar Kalinyamat” sebelum terbenam di kompetisi kasta bawah Indonesia tercipta pada 15 Agustus 2014.

Pada nyaris 11 tahun lalu, pemain terakhir Persijap mencetak gol pada Liga Super ialah Rahmat Rivai. Gol itu menjadi kunci kemenangan terakhir Persijap di Liga Super dengan skor 1-0 atas Sriwijaya FC di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah.

PSM Makassar ditahan imbang Persijap Jepara

4. Skuad termuda PSM Makassar

”Persijap bisa dikatakan menghadapi PSM U-23,” sebut Pelatih PSM Bernardo Tavares setelah timnya ditahan Persijap, Jumat malam.

Gagal menang atas Persijap, tim promosi, memang mengecewakan. Namun, jika mencermati susunan pemain PSM, raihan satu poin tentu patut disyukuri.

Juku Eja bermain dengan skuad seadanya. Mereka tidak bisa memainkan tujuh pemain baru, termasuk tiga pemain asing, yang didatangkan pada awal musim ini. Hukuman larangan transfer dari FIFA belum dicabut jelang sepak mula pertandingan pertama.

Alhasil, Tavares hanya memiliki 17 stok pemain yang tersisa dari musim lalu. Hanya dua pemain asing, Aloisio Neto dan Victor Luiz, yang bisa dimainkan. Lalu, Tavares sekadar memiliki tiga pemain di atas 23 tahun yang bugar untuk bermain sejak menit pertama, yaitu Reza Arya (25 tahun), Syahrul Lasinari (25), dan Akbar Tanjung (32).

Juru taktik asal Portugal itu untuk pertama kali menurunkan enam pemain yang masuk kategori U-23. Bahkan, dengan menghitung lima pergantian pemain yang dilakukan, Tavares menurunkan empat pemain lain berusia di bawah 23 tahun.

Jadi, 10 pemain lokal berstatus U-23 bermain di laga pertama PSM. Itu jumlah terbanyak pemain U-23 diturunkan sebuah tim di liga profesional Indonesia.

Secara total, sebanyak 16 pemain yang diturunkan PSM pada pertandingan pembuka Liga Super musim ini membentuk skuad dengan rerata usia hanya 22,2 tahun. Tak ayal, itu adalah rekor skuad termuda PSM sejak era Liga 1 2017, mungkin juga dalam kiprah Juku Eja terhitung mulai Liga Indonesia 1994-1995.

Borneo FC Samarinda kalahkan Bhayangkara Presisi FC

5. Bayangan buruk Bhayangkara Presisi

Kekalahan dari Borneo membangkitkan memori buruk Bhayangkara Presisi Lampung FC. Sejak keikutsertaan pada Liga 1 2017, yang berujung torehan trofi juara, Bhayangkara belum pernah menderita kekalahan pada pekan pembuka.

Satu-satunya hasil negatif mereka derita pada pertandingan pertama tercipta pada musim 2023-2024. Dua musim silam, The Guardians tumbang 1-3 di markas PSIS Semarang, 3 Juli 2023.

Pada musim itu, Bhayangkara harus menelan kenyataan pahit akibat terdegradasi ke Liga 2. Bhayangkara duduk di peringkat ke-17 setelah melalui 34 pertandingan kampanye kompetisi 2023-2024.

Kiper Bhayangkara, Awan Setho Raharjo, menyebut kekalahan dari Borneo tidak menggambarkan performa timnya lebih inferior dibandingkan tim tuan rumah.

”Kami bermain baik, hanya keberuntungan tidak memihak kepada kami. Waktunya kami melakukan evaluasi untuk memetik hasil baik pada laga kandang pertama (lawan PSM),” tutur Setho.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan