Megawati Hangestri dkk mengawali penampilan di turnamen antarnegara Asia Tenggara, SEA V League 2025, dengan kekalahan telak dari Vietnam. Dominasi Vietnam berlanjut
02 Agt 2025 08:05 WIB · Olahraga
NAKHON RATCHASIMA, JUMAT — Timnas bola voli putri gagal menunjukkan performa maksimal dalam laga perdana di SEA V League 2025 kontra Vietnam. Mereka limbung, tampak kebingungan dengan pola permainan sendiri. Indonesia pun jadi ”lumbung” poin bagi Vietnam.
Timnas bola voli putri Indonesia kalah telak 0-3 (11-25, 11-25, 22-25) dari Vietnam dalam pertandingan di Terminal 21 Korat, Nakhon Ratchasima, Thailand, Jumat (1/8/2025). Timnas putri kesulitan mengembangkan permainan hingga tak mampu mengeluarkan performa terbaik.
”Kami pun sedang evaluasi, mengapa anak-anak penampilannya sangat menurun hari ini. Kami sedang cari tahu kenapa permainan mereka jauh dari kemampuannya, apakah problem di kepelatihan atau kelelahan dalam perjalanan atau justru masalah lain,” kata pelatih timnas putri, Octavian.
Octavian menambahkan, tim kepelatihan akan berusaha berdiskusi dengan para pemain agar bisa segera mencari solusinya. Dia berharap tim mampu bangkit pada laga berikutnya melawan pesaing yang tak kalah berat, Thailand, Sabtu (2/8/2025).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/02/578612bf-68d8-4970-80e7-9445b9dc9655_jpeg.jpg)
Sejak awal set pertama, Indonesia sudah langsung tertinggal dari Vietnam hingga tujuh angka pada kedudukan 4-11. Serangan Megawati Hangestri dan kawan-kawan kerap tak bisa menembus pertahanan Vietnam. Sebaliknya, ada semacam celah besar dalam pertahanan mereka sehingga serangan lawan tak bisa diantisipasi.
Kendati pada set ketiga penampilan Indonesia membaik dengan mampu mengimbangi Vietnam, performa itu belum cukup bagi tim ”Merah Putih” untuk merebut kemenangan. Vietnam justru menunjukkan dominasi mereka di lapangan dan akhirnya mengakhiri laga dalam waktu 1 jam 20 menit.
Indonesia sebenarnya sudah turun dengan kekuatan penuh. Opposite andalan Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi dan Arsela Nuari, sudah kembali memperkuat timnas setelah sempat absen pada ajang sebelumnya di AVC Nations, Juni.
Arsela pun mencetak 11 poin, terbanyak di timnas dan hanya terpaut satu angka dari pencetak poin terbanyak di lapangan, Tran Thi Bich Thuy (Vietnam). Adapun Megawati menyumbang 10 poin, disusul outside hitter Mediol Yoku dengan 8 poin. Namun, kontribusi mereka belum cukup untuk mengangkat performa tim.
Outside hitter yang bersinar di AVC Nations Cup, Ersandrina Devega Salsabila, juga belum menunjukkan penampilan seperti bulan lalu ketika jadi pencetak poin terbanyak turnamen. Devega pun baru menyumbang lima poin bagi timnas putri.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/02/37dbb425-e7a0-42f3-817d-f50bdce8c5c4_jpeg.jpg)
Manajer timnas putri Indonesia yang merupakan mantan pemain nasional, Luciana Taroreh, menilai, kekalahan dari Vietnam disebabkan lemahnya pertahanan. Hal ini juga membuat Indonesia kesulitan membangun serangan.
”Pertahanan kami tidak bagus sehingga sulit membangun serangan. Adapun blok Vietnam rapat dan pertahanan mereka juga bagus,” ujar Luciana Taroreh yang pernah meraih medali emas SEA Games Bangkok 1985 bersama timnas putri.
Penampilan Indonesia itu akhirnya jadi lumbung poin bagi Vietnam. Kemenangan membuat Vietnam sukses mencuri tiga poin pada laga perdana sekaligus membuat mereka memimpin klasemen sementara dengan keunggulan rasio set atas Thailand yang juga meraih kemenangan.
SEA V League putri hanya diikuti empat tim, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Setiap tim akan saling bertemu dalam turnamen yang berlangsung dua putaran ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/02/b49d5ae5-a69d-4842-a402-377f546417b1_jpeg.jpg)
Pada tahun ini, setelah digelar di Thailand hingga 3 Agustus 2025, SEA V League berlanjut ke Vietnam pada 8-10 Agustus 2025. Pada setiap putaran, tim yang memuncaki klasemen akan keluar sebagai juara. Poin pada dua putaran itu akan diakumulasi untuk mengetahui posisi akhir tim-tim tersebut di klasemen.
Dengan kemenangan itu, Vietnam juga semakin menegaskan dominasinya atas Indonesia dalam enam tahun terakhir. Mereka selalu menang saat bertemu Indonesia, termasuk di SEA V League sejak edisi 2022.
Indonesia terakhir kali menang atas Vietnam di SEA V League 2019 yang masih bertajuk ”ASEAN Grand Prix”. Dalam dua putaran turnamen di Filipina itu, Indonesia berhasil menaklukkan Vietnam 3-0 (25-19, 25-21, 25-15) dan 3-1 (29-27, 25-20, 23-25, 25-17).
Setelah itu, Indonesia selalu kesulitan menghadapi Vietnam. Bahkan, saat selangkah menuju gelar juara AVC Challenge Cup 2023 di Gresik, Jawa Timur, Indonesia pun takluk 2-3 (18-25, 27-25, 25-21, 20-25, 13-15) dari Vietnam pada laga final.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan