Antasyafi Robby Al Hilmi mengulang kesalahan di Kejuaraan Asia pada final Asian Beach Games. Medali perak pun hasil terbaiknya sekaligus tim panjat tebing Indonesia.
28 Apr 2026 21:21 WIB · Olahraga
KOI/Naif Muhammad Al as
SANYA, SELASA — Seandainya tidak melakukan kesalahan start (false start) pada partai final panjat tebing putra Asian Beach Games 2026, Antasyafi Robby Al Hilmi bisa saja meraih medali emas pertama tahun ini. Namun, Robby mengulang kesalahan di Kejuaraan Asia sehingga hasil terbaiknya adalah peringkat kedua. Meski begitu, Robby menyelamatkan tim panjat tebing dari nirmedali di kategori individu.
Robby hanya bisa tersenyum, memegang kepala, lalu menangkupkan kedua tangan ke arah penonton setelah turun dari papan panjat. Robby seolah ingin meminta maaf kepada pelatih dan para ofisial Indonesia yang menyaksikannya di Tianya Haijiao Venue Cluster, Sanya, China, Selasa (28/4/2026) malam.
Robby terpaksa menyelesaikan perlombaan final lebih cepat. Bukan karena finis lebih dulu dari lawan, Zhao Yicheng, tetapi lantaran false start. Kesalahan ini terjadi ketika seorang pemanjat bergerak sebelum sinyal atau bereaksi dalam waktu kurang dari 0,1 detik yang dideteksi oleh sensor pada pegangan awal dan pelat tekanan.
Robby tercatat melakukan start 0,002 lebih cepat dari seharusnya. Waktu reaksi yang tercatat ialah 0,098 detik. Alhasil, Robby dinyatakan gugur dan kemenangan pun diraih Zhao tanpa harus menyelesaikan perlombaan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/28/010957850a09ae3e36fa78a292a2c1a4-20260428_NOC_ABG26_NMA_Sport_Climbing_Men_s_Speed_Individual_Qualification_Heat_12_32_Ramaski_Aswin_Kristanto_INA_5.182s_6.819s_vs_Antasyafi_Robby_Al_Hilmi_INA_4.94s_6.68s_12.jpg)
Sepekan sebelum ke Sanya, Robby bercerita bahwa Asian Beach Games menjadi ajang pembuktian diri. Robby ingin tampil lebih baik dengan menerapkan hasil evaluasi dan memetik pelajaran dari kesalahan di Kejuaraan Asia 2026 pada awal April. Kejuaraan itu menjadi ajang kualifikasi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Saat kejuaraan Asia, Robby melakukan false start di babak kualifikasi. Ketika momen krusial di putaran final, Robby melakukan kesalahan yang sama. Pemanjat asal Gresik, Jawa Timur, ini melakukan kesalahan tersebut pada perempat final ketika berhadapan dengan rekan sesama wakil Indonesia, Aditya Tri Syahria.
Robby mengaku, kewaspadaannya untuk menjaga waktu reaksi berkurang ketika ”selamat” dari diskualifikasi akibat false start pada babak kualifikasi. Di Kejuaraan Asia, tidak berlaku aturan false start yang membuat pemanjat ditempatkan pada peringkat terakhir babak kualifikasi sehingga tidak bisa lolos ke putaran final.
Ditambah lagi, Robby tinggal selangkah menuju semifinal yang akan jadi jaminan untuk meraih tiket ke Asian Games. Alhasil, semangat Robby semakin menggebu-gebu dan tidak terkontrol.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/03/35a89d75-472e-4683-8925-f7b095f156c8.jpg)
”Pekerjaan rumahnya lebih ke mengatur diri sendiri lagi. Mengontrol napas. Kalau saat SEA Games, kan, tidak memikirkan medali atau apa-apa, beda dengan Kejuaraan Asia yang sudah mikir tiket Asian Games,” kata Robby.
”Sementara di Asian Beach Games, saya inginnya tampil lepas, tetapi juga lebih baik, belajar dari kesalahan sebelumnya,” ujarnya lagi.
Kendati sempat terpeleset pada babak kualifikasi, Robby melangkah dengan pasti ke final. Ia membuktikan keinginannya untuk tampil lebih baik dan lebih mengontrol diri. Sampai akhirnya, keinginan untuk juara tampak lebih menggebu ketika di final dan akhirnya membuyarkan kembali fokusnya.
Di latihan, semangat yang menggebu-gebu itu kerap ditunjukkan Robby. Lantaran itu pula, ia kerap kesulitan mengontrol fokus dan gerakan sehingga berkali-kali terpeleset. Robby juga berkali-kali gagal menyelesaikan pemanjatan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/22/7a7b816e-6e57-4111-be6c-a5924c090796.jpg)
Pandu Galar Asmoro, pelatih tim panjat tebing disiplin speed Indonesia, sampai mengingatkan bahwa musuh terbesar Robby bukanlah pemanjat rival, tetapi dirinya sendiri. Galar juga sempat mengatakan, salah satu pekerjaan rumah untuk Robby adalah ketenangan. Aspek ini menantang bagi pemanjat yang di satu sisi juga dituntut untuk eksplosif demi memenangkan perlombaan.
Meski begitu, Robby menyelamatkan panjat tebing Indonesia dari nirmedali setelah wakil-wakil lainnya berguguran. Pemanjat terbaik Indonesia di babak kualifikasi, Raharjati Nursamsa, tersingkir pada babak perempat final. Meski sempat berimbang dengan lawannya, Chu Shouhong (China), Raharjati terpeleset pada akhir pemanjatan. Chu pun finis lebih dulu.
Sementara Aditya Tri Syahria terhenti pada babak 16 besar setelah terpaut hanya 0,03 detik dari Chu. Seperti halnya Aditya, Ramaski Aswin Kristanti juga tersingkir pada babak yang sama karena fall.
Pada sektor putri, harapan medali sebenarnya sempat muncul dari Desak Made Rita Kusuma Dewi yang memuncaki daftar kualifikasi. Namun, pada babak perempat final, Desak dianggap fall karena ternyata tangannya tidak menyentuh tombol finis saat penyelesaian akhir.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/28/48a6384389ceab0fe47191b2d23bbb9b-20260428_NOC_ABG26_NMA_Sport_Climbing_Women_s_Speed_Individual_Qualification_Heat_1_17_Desak_Made_Rita_Kusuma_Dewi_INA_6.27s_6.25s_vs_Lee_Hung_Ying_TPE_04.jpg)
Pemanjat harus menyentuh tombol finis sebagai tanda mengakhiri perlombaan. Padahal, Desak unggul dari lawannya, Qin Yumei (China), meskipun sempat nyaris terlepeset pada pemanjatan terakhir. Karena itu pula, Qin—yang sebenarnya juga sempat terpeleset—tetap melanjutkan perlombaan karena tangannya masih menyentuh pegangan di papan panjat sehingga belum dinyatakan fall.
Kadek Adi Asih juga terhenti pada babak perempat final meski konsisten mencatatkan waktu di bawah 7 detik. Asih tersingkir setelah terpaut 0,03 detik dari peraih perak Olimpiade Paris 2024, Deng Lijuan, dengan finis dalam waktu 6,58 detik.
Padahal, jika Asih dan Desak sama-sama mengatasi babak perempat final, mereka memastikan satu wakil Indonesia ada di final sekaligus memastikan medali akan diraih. Sebab, Asih dan Desak akan bertemu di semifinal apabila mereka sama-sama menang.
Namun, skenario itu gagal tercapai. Adapun Amanda Narda Mutia dan Puja Lestari lebih dulu terhenti pada babak 16 besar.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/22/59759f6d-186d-42b9-ac8a-d2a9fc2498a1.jpg)
Kendati target meraih dua emas belum terpenuhi pada hari pertama perlombaan, tim panjat tebing Indonesia masih memiliki satu kesempatan lagi pada Rabu (29/4/2026). Mereka akan berlomba dalam kategori beregu (estafet).
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul