Megawati dan Santi Dipanggil, Kombinasi Kekuatan Voli Putri untuk SEA Games Thailand

Timnas bola voli putri Indonesia satukan kekuatan pemain senior seperti Megawati Hangestri dan pemain muda seperti Junaida Santi demi SEA Games Thailand 2025.

10 Okt 2025 12:59 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

JAKARTA, KOMPAS — Di antara 18 nama yang dipanggil Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia untuk persiapan timnas bola voli putri di SEA Games Thailand 2025, dua di antaranya Megawati Hangestri Pertiwi dan Junaida Santi. Dua nama itu representasi kombinasi antara pemain senior berpengalaman dan pemain yunior potensial.

Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Loudry Maspaitella mengatakan, para pemain wajib sudah tiba di Padepokan Voli Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada 23 Oktober 2025. Setelah itu, mereka akan menjalani tes kesehatan pada 24-25 Oktober untuk memastikan seluruh pemain dalam kondisi prima sebelum latihan intensif dimulai.

”Pada 26-27 Oktober 2025 mereka akan berangkat menuju Medan. Pelatnas di Medan akan berlangsung mulai 28 Oktober hingga November 2025,” ujar Loudry kepada Humas PBVSI, Kamis (9/10/2025).

Megawati Hangestri Pertiwi menjadi salah satu nama yang dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan tersebut. Megawati dipanggil bersama pemain-pemain yang berpengalaman bersama timnas senior, seperti Mediol Yoku dan Arneta Putri Amelian.

Outside hitter timnas bola voli putri Indonesia, Mediol Yoku, mencium bendera saat pelepasan tim menuju SEA V League 2025 di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/7/2025).

Menurut Loudry, kehadiran nama-nama pemain senior seperti Megawati Hangestri Pertiwi diharapkan dapat menjadi motor utama tim. Loudry juga berharap Megawati menjadi panutan bagi para pemain muda yang baru bergabung.

Mengandalkan Megawati saja sebenarnya tak cukup untuk mendongkrak performa timnas. Megawati memang merupakan pemain bola voli putri Indonesia yang sangat berpengalaman, terutama dengan kariernya di luar negeri, mulai dari Liga Thailand, Vietnam, hingga Korea Selatan.

Dalam dua musim di Korea Selatan bersama Red Sparks, misalnya, Megawati menjadi tumpuan tim di setiap laga. Pada musim perdana, Megawati mengantarkan Red Sparks menembus playoff untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun. Semusim berselang, pemain asal Jember, Jawa Timur, ini membawa Red Sparks menembus babak final. 

Dengan pencapaian gemilang Megawati di ”Negeri Ginseng” itu, wajar kehadiran Megawati di timnas menumbuhkan harapan. Di turnamen antarnegara Asia Tenggara, SEA V League 2025, Agustus lalu, Megawati sebenarnya cukup jadi tulang punggung tim bersama outside hitter Mediol Yoku dan Ersandrina Devega dengan menyumbang total 28 poin pada putaran kedua.

Pemain timnas bola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi (kanan) dan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia Imam Sudjarwo saat pelepasan tim menuju SEA V League 2025 di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/7/2025).

Walakin, kontribusi itu belum cukup untuk meningkatkan performa timnas. Secara keseluruhan, tim masih kerap menunjukkan inkonsistensi dalam menyerang dan bertahan. Aspek komunikasi pun masih jadi problem. 

Indonesia pun akhirnya hanya bisa finis di peringkat keempat klasemen akhir SEA V League. Dari enam laga, Indonesia gagal meraih satu pun kemenangan. Megawati Hangestri dan kawan-kawan hanya bisa mencuri dua set.

Jika melihat pemain-pemain yang dipanggil, timnas putri seharusnya bisa untuk tidak hanya mengandalkan Megawati. Loudry mengatakan, pemain yang dipanggil merupakan kombinasi pemain senior yang berpengalaman dan pemain muda potensial.

Sebelumnya, Loudry sempat melihat ada opsi membentuk kombinasi tersebut untuk SEA Games Thailand 2025. Waktu itu, salah satu alasannya adalah pemain yunior yang tergabung dalam tim putri U-21 menjalani persiapan lebih panjang dengan intensitas tinggi di bawah Pelatih Marcos Sugiyama. Marcos Sugiyama kini akan menjadi pelatih timnas putri untuk SEA Games.

Pelatih keturunan Brasil-Jepang ini akan dibantu oleh tim pelatih berpengalaman, termasuk Pedro B Lilipaly sebagai asisten pelatih 1 dan legenda hidup timnas putri, Wilda Siti Nurfadilah Sugandi sebagai asisten pelatih 2.

Pelatih tim bola voli putri U-21 Indonesia, Marcos Sugiyama, memimpin latihan di Padepokan Bola Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Kamis (22/5/2025) sore hingga malam.

Sebanyak 10 dari 18 pemain dipanggil merupakan pemain yunior yang berjuang bersama Sugiyama di Kejuaraan Dunia Bola Voli Putri U-21 2025 pada Agustus lalu di Surabaya, Jawa Timur. Salah satunya adalah Junaida Santi, outside hitter yang disebut-sebut sebagai pemain potensial  penerus Megawati.

Pemain yang baru berusia 18 tahun ini menunjukkan sinarnya di liga bola voli profesional Indonesia, Proliga 2025. Tak hanya mengantar Jakarta Pertamina Enduro menjuarai Proliga 2025, Santi juga jadi pemain kunci dalam kemenangan meyakinkan Jakarta Pertamina Enduro atas Jakarta Popsivo Polwan pada laga final.

Pada partai puncak, pukulan kerasnya berhasil menyumbang 12 poin bagi Pertamina Enduro, terbanyak kedua di tim setelah pemain asing peraih medali emas Olimpiade Tokyo, Jordan Thompson (15). Efektivitas serangan Santi juga mencapai 54,5 persen.

Lompatan tinggi dan pukulan keras Santi memang jadi senjata utamanya. Lawan kerap kesulitan membendung bola hasil pukulan itu. Dia pun dinobatkan sebagai pemain terbaik atau most valuable player (MVP) Proliga 2025.

Pemain Indonesia Junaida Santi smash ke arah pemain Serbia dalam Kejuaraan Dunia Voli Wanita U-21 di Jawa Pos Arena, Surabaya, Senin (11/8/2025).

Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Di Kejuaraan Dunia, Santi juga tampil gemilang. Santi menempati peringkat ke-17 dalam daftar pencetak poin terbanyak dengan koleksi 112 poin. Rinciannya, 104 dari serangan, 4 dari blok, dan 4 sisanya dari servis.

Santi menjadi pencetak poin terbanyak kedua di tim U-21 setelah opposite Pascalina Mahuze yang menempati peringkat ke-9 dengan 129 poin (117 serangan, 7 blok, 5 servis). Seperti Santi, Pascalina juga dipanggil ke pemusatan latihan untuk SEA Games.

Chelsea Berliana turut bergabung bersama Santi dan Pascalina. Di Kejuaraan Dunia, middle blocker ini mampu menjadi opsi alternatif di luar posisi-posisi sayap serangan dengan menghasilkan total 61 poin (38 serangan, 15 blok, 8 servis).

Manajer timnas putri di SEA V League sekaligus mantan pemain timnas putri, Lucinana Taroreh, sempat mengatakan, pemain akan saling melengkapi jika skuad merupakan kominasi pemain senior dan yunior yang tergabung di tim  U-21. Mereka akan membentuk skuad terbaik.

Pemain Indonesia Pascalina Mahuze smash ke arah pemain Serbia dalam Kejuaraan Dunia Voli Wanita U-21 di Jawa Pos Arena, Surabaya, Senin (11/8/2025).

Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Apalagi, hasil di Kejuaraan Dunia U-21, tim U-21 menujukkan potensi mereka. Anak asuhan Sugiyama memenuhi target 16 besar dari total 24 peserta pada debut di ajang dunia. 

Kendati hasil itu tak lepas dari dampak skandal memalukan Vietnam, penampilan Indonesia juga patut diacungi jempol. Dari total sembilan laga, mereka menelan tujuh kekalahan. Empat di antaranya selalu berakhir ketat dalam lima set. 

Di luar nama pemain senior dan pemain yang sebelumnya memperkuat tim U-21, ada pula nama baru seperti Khanza Putri (15) dan Naisya Pratama Putri (17). Dua pemain muda ini mencuri perhatian di Kejurnas Bola Voli Putri U-16 2025 dan Livoli Divisi Utama 2025.

Berikut ini daftar 18 pemain voli putri yang dipanggil ke Pelatnas SEA Games 2025.

1. Zahwa Aliah Jasmien (U-21)

2. Indah Guretno Dwi Margiani  (U-21)

3. Maradanti Namira (U-21)

4. Chelsa Nurtomo Berliana (U-21)

5. Geofany Eka Chayaningtyas   (U-21)

6. Rika Dwi Latri

7. Pascalina Mahuze   (U-21)

8. Kadek Diva Yanti Putri Ardiantana   (U-21)

9. Ersandrina Devega Salsabila

10. Mediol Stiovanny Yoku

11. Naisya Pratama Putri

12. Syelomitha Afrilaliza Wongkar   (U-21)

13. Megawati Hangestri Pertiwi

14. Khanza Putri Yansi Ganeshtri

15. Arneta Putri Amelian

16. Yolana Bheta Pengestika

17. Ajeng Nur Cahaya   (U-21)

18. Junaida Santi  (U-21)


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan