Diwarnai aksi gemilang para pemain muda, timnas sepak bola putri Indonesia melaju ke final Piala AFF 2024. Dari sini, mimpi ”Garuda Pertiwi” disemai.
03 Des 2024 07:16 WIB · Olahraga
VIENTIANE, SENIN — Timnas sepak bola putri Indonesia melaju ke final Piala AFF 2024. Kendati hanya turnamen kualifikasi, keberhasilan hingga menjadi juara Piala AFF akan jadi awal positif pengembangan sepak bola putri Tanah Air. Ditambah, para pemain muda, seperti Claudia Scheunemann dan Reva Octaviani, juga mampu menunjukkan sinarnya.
Indonesia meraih tempat di final setelah menaklukkan Singapura lewat kemenangan meyakinkan 3-0, di Stadion National Laos, Vientiane, Senin (2/11/2024) malam. Tiga gol itu dilesakkan Claudia Scheunemann (menit ke-6) Reva Octaviani (45’), dan Octavianti Dwi Nurmalita (90+4’).
Dengan kemenangan tersebut, Indonesia bakal menantang Kamboja dalam partai puncak yang bakal digelar pada Kamis (5/11/2024) pukul 19.30 WIB. Adapun Kamboja melangkah ke final selepas mengalahkan Timor Leste, 3-0.
”SIngapura bermain bagus. Kami sempat tidak bisa menyerang dengan baik karena pertahanan mereka yang solid. Namun, kami akhirnya bisa mencetak gol. Untuk itu, saya sangat mengapresiasi para pemain,” ujar Pelatih Indonesia Satoru Mochizuki.
Kemenangan atas Singapura juga mengantar Indonesia memastikan lolos ke Kejuaraan ASEAN Putri 2025. Ajang tersebut merupakan turnamen utama antartim sepak bola putri di Asia Tenggara.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/02/8c70bdc9-a638-4b0e-93c8-a332bf0ac0e1_jpg.jpg)
Mulai edisi terbaru, Kejuaraan ASEAN Putri 2025 diawali dengan turnamen kualifikasi dalam bentuk Piala AFF Putri. Peserta turnamen ini adalah enam tim terbawah dalam peringkat akhir Kejuaraan ASEAN Putri 2022.
Selain Indonesia, enam tim lainnya adalah Kamboja, Singapura, Timor Leste, dan Singapura. Ada pula tim tuan rumah Laos.
Finalis dan peringkat ketiga Piala AFF akan mendapatkan tiket ke Kejuaraan AFF. Tiga tim tersebut sudah dinanti Filipina, Thailand, Myanmar, dan Vietnam sebagai empat tim terbaik edisi sebelumnya.
Sejak awal, target yang ditetapkan tim ataupun federasi saat hendak mengikuti Piala AFF ialah meraih gelar juara. Indonesia ingin memanfaatkan momen menjalani turnamen itu tanpa kehadiran tim-tim kuat Asia Tenggara, seperti Thailand, Vietnam, dan Filipina.
”Piala AFF merupakan tujuan terbesar kami saat ini. Tentu kami berharap bisa berprestasi, tentu juga punya target juara,” tutur Vivin Cahyani, anggota Komite Eksekutif PSSI yang memegang tanggung jawab untuk timnas putri.
Hal serupa disampaikan pemain timnas putri, Octavianti Dwi Nurmalita. Octa, yang juga menjadi bagian skuad Indonesia di Kejuaraan AFF Putri 2022, mengatakan, ia ingin terus menang dalam setiap pertandingan, melaju hingga partai puncak, dan menyabet gelar juara.
”Mengingat ini bukan turnamen di Asia Tenggara pertama saya, saya berharap kemenangan akan berlanjut sampai final dan kami juara,” tutur Octa yang sudah menembus timnas sejak 2018.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/02/7d02eac5-14ac-46c8-bde0-319d58de4e1d_jpg.jpg)
Keberhasilan melangkah ke final, bahkan jika berhasil juara, akan menjadi awal positif bagi timnas putri. Sejak tahun ini, timnas putri ”dibangun” kembali untuk mencapai mimpi mendunia dengan lolos Piala Dunia 2035. Namun, sebelum itu, Asia Tenggara bisa menjadi titik mula dari impian tersebut.
Di Piala AFF, Indonesia gagal mengawali perjalanan mencapai target juara dengan sempurna. Namun, setelah bermain imbang tanpa gol kontra Kamboja, laju ”Garuda Pertiwi” seolah tak terbendung.
Kemenangan 1-0 atas Malaysia pada fase grup dan 3-0 atas Singapura pada semifinal juga menunjukkan tekad dan kegemilangan para pemain muda. Claudia Scheunemann, yang mencetak gol ke gawang Malaysia, misalnya, kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Claudia menahbiskan diri sebagai pencetak gol terbanyak timnas putri saat ini, melampaui Baiq Amiatun yang mengoleksi 5 gol.
Sehari sebelum pertandingan, Satoru Mochizuki mengamini Claudia adalah pemain yang bagus. Namun, untuk masuk sebagai starter, Mochizuki masih mempertimbangkan kondisi Claudia yang belum bugar 100 persen.
Walakin, Mochizuki akhirnya menurunkan Claudia sejak babak pertama. Claudia pun membayar lunas kepercayaan pelatih itu dengan menciptakan yang sangat ”khas” dirinya.
Pemain yang baru berusia 15 tahun ini tak perlu menguasai bola terlalu lama setelah menerima umpan. Begitu mendapatkan bola dari Viny Silfianus di dekat kotak penalti, dia hanya mengubah arah bola, lalu melepaskan tembakan kaki kanan. Bola melambung dan tak mampu ditangkap kiper Singapura, Hazel Lim Ya Ting.
Dengan gol itu, Claudia mencatatkan total 6 gol sejak memperkuat timnas senior pada 2023. Pemain keturunan Jerman-Indonesia ini pun menahbiskan diri sebagai pencetak gol terbanyak timnas putri saat ini, melampaui Baiq Amiatun yang mengoleksi 5 gol.
Penampilan gemilang juga ditunjukkan oleh Reva Octaviani. Pemain berusia 21 tahun ini mencetak gol nyaris serupa dengan Claudia. Dengan jarak lebih jauh dari gawang, dia melepaskan tembakan kaki kanan yang menghasilkan bola melambung dan membobol gawang Singapura.
Selain pencetak gol, pemain muda yang juga menunjukkan sinarnya ialah sang kapten, Viny Silfianus. Pemain berusia 22 tahun ini berperan penting dalam ketiga gol Indonesia. Viny mengalirkan bola ke Claudia untuk mencetak gol pertama Indonesia.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/02/36d16b47-19b2-4010-a109-83042dc527e1_jpg.jpg)
Viny juga yang melihat celah pada Claudia dan mengirim bola kepadanya. Setelah itu, Claudia mengalirkan bola lagi ke Reva yang akhirnya menggandakan keunggulan Indonesia.
Gol ketiga yang diciptakan pemain kidal, Octavianti Dwi Nurmalita, dari sisi kiri serangan Indonesia juga berawal dari umpan Viny. Setelah menerima bola dari Viny, Octa melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti dan menambah keunggulan Indonesia.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra