Di Indonesia Terbuka 2025, Leo/Bagas belum kembali ke performa terbaiknya. Mereka tersingkir pada babak pertama dua turnamen beruntun setelah ”comeback”.
03 Jun 2025 21:15 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, belum mampu kembali ke performa terbaik seperti yang mengantar mereka lolos ke final All England 2025. Dalam dua turnamen beruntun sejak Leo pulih dari cedera, mereka selalu tersingkir pada babak pertama.
Pada laga babak pertama turnamen Indonesia Terbuka Super 1000 yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (3/6/2025), Leo/Bagas harus mengakui keunggulan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India), 21-18, 18-21, 14-21. Upaya Leo/Bagas mempertahankan keunggulan pada gim kedua dan bangkit pada gim penentu tidak mampu mengatasi permainan cepat Rankireddy/Shetty.
Pada turnamen level lebih rendah dalam struktur BWF World Tour, Singapura Terbuka 750, pekan lalu, Leo/Bagas juga tersisih pada pertandingan perdana. Mereka pun kalah setelah unggul pada gim pertama lewat pertarungan tiga set, 24-22, 19-21, 16-21, melawan wakil Thailand, Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh.
Hasil pada dua ajang ini memperlihatkan Leo/Bagas masih perlu waktu untuk kembali ke performa terbaik. Pada Maret lalu, Leo/Bagas mencapai final turnamen level Super 1000, All England. Itu merupakan pencapaian tertinggi mereka ketika berlaga di turnamen dengan level tersebut.
”Kami kecewa karena tidak memberi kemenangan bagi Indonesia di Indonesia Terbuka. Musuh juga sangat bagus, mereka jarang melakukan kesalahan sendiri. Sementara kami sedikit-sedikit mati sendiri,” tutur Bagas tentang pertandingannya melawan Rankireddy/Shetty.
Pada pertandingan itu, Leo/Bagas sebenarnya tampil meyakinkan pada gim pertama. Kendati sempat tertinggal sebelum interval, Leo/Bagas mampu mengejar, menyamakan kedudukan, lalu membalikkan skor dan menjaga keunggulan hingga akhir gim. Penampilan itu yang gagal mereka tunjukkan pada gim kedua setelah sempat unggul lebih dulu sebelum interval.
Pada gim kedua dan ketiga pula, Leo/Bagas lebih banyak melakukan kesalahan. Mereka pun kesulitan mengantisipasi serangan cepat lawan. Hal itu diakui Bagas sebagai penyebab kekalahan mereka.
Adapun Leo menampik cedera sebagai alasan performanya yang belum sempurna. Leo sudah tidak merasakan sakit pada kakinya. ”Memang dari pola permainan kami yang malah jadi bumerang. Mereka mengubah pola permainan. Sementara itu, servis saya juga tidak seperti saat gim pertama,” tutur Leo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/03/19493ef10e2835ca0e797b6f8be68457-20250603TOK49.jpg)
Setelah mencapai puncak performa di All England, Leo/Bagas sempat tampil di Swiss Terbuka Super 300 dan hanya bisa bertahan sampai babak kedua. Pada Kejuaraan Asia 2025, April lalu, mereka terhenti pada babak semifinal. Pada laga itu, Leo mengalami cedera pada bagian ligamen lutut kiri.
Cedera itu pula yang membuat Leo/Bagas absen dalam beberapa turnamen. Leo, yang sempat masuk dalam tim Indonesia untuk kejuaraan Piala Sudirman, batal berpartisipasi di ajang tersebut. Adapun Bagas tetap berangkat bersama anggota tim Indonesia lainnya dan bermain pada laga semifinal melawan Korea Selatan bersama pasangan lamanya, Muhammad Shohibul Fikri.
Indonesia Terbuka menjadi turnamen kedua Leo/Bagas setelah comeback. Sebelum pertandingan, Leo sempat mengatakan bahwa permainannya memang belum bisa normal. Selain itu, intensitas latihan pun tidak terlalu tinggi karena masih proses pemulihan.
”Mata saya juga seperti belum terlatih melihat serangan cepat. Latihan saya bertahap satu demi satu sehingga masih kagok,” ucapnya.
Di sisi lain, Rankireddy/Shetty juga sebenarnya baru comeback di Singapura Terbuka pekan lalu. Sebelumnya, mereka mengundurkan diri dari All England karena cedera punggung Shetty. Mantan pasangan nomor satu dunia itu juga absen di Piala Sudirman.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/03/2a2c091887539477d78957c87dfb598c-20250603TOK42.jpg)
Adapun Leo/Bagas menjadi salah satu dari tiga wakil ganda putra Indonesia di Indonesia Open 2025. Selain mereka, ada Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Jumlah ini lebih sedikit daripada Indonesia Terbuka tahun lalu ketika Indonesia mengirimkan enam wakil. Saat itu, empat di antaranya tersisih pada babak pertama. Sabar/Reza menjadi ganda putra yang melangkah paling jauh, yakni mencapai semifinal.
Di Indonesia Terbuka 2025, Sabar/Reza berhasil memenangi babak pertama melawan wakil Taiwan, Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan, 21-12, 21-18. Adapun Fajar/Rian baru akan bertanding pada Rabu (4/6/2025).
Dari 12 wakil Indonesia yang tampil pada hari pertama Indonesia Terbuka, 8 di antaranya melaju ke babak kedua. Pada sektor tunggal putra, Jonatan Christie dan Alwi Farhan sama-sama meraih kemenangan.
Jonatan Christie hampir mendapat hasil yang sama seperti Indonesia Terbuka 2024, yaitu tersingkir pada babak pertama, ketika hanya mendapat delapan poin pada gim awal saat melawan Jia Heng Jason Teh (Singapura). Dia akhirnya bisa memanfaatkan dua gim berikutnya untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan yang menyulitkannya dan menang 8-21, 21-11, 21-12.
Tak seperti Jia, Jonatan kesulitan beradaptasi dengan embusan angin dan kok yang digunakan. Menurut tunggal putra peringkat kelima dunia itu, embusan angin yang dia rasakan saat bertanding di Lapangan 1 berbeda dengan kondisi yang dirasakan saat uji coba lapangan, sehari sebelumnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/02/b695b49ecb5a3cd143f9c84e6a58be37-20250602TOK15.jpg)
”Selain itu, kok yang digunakan saat pertandingan lebih cepat dibandingkan kok yang ditentukan BWF. Itu membuat apa yang sudah saya rencanakan tidak berjalan pada gim pertama,” kata Jonatan.
Setelah berpindah sisi lapangan, barulah Jonatan bisa mengontrol jalannya pertandingan. Dia unggul pada hampir sepanjang gim kedua dan ketiga. Jia hanya unggul pada pengumpulan poin pada awal setiap gim.
Meski demikian, Jonatan masih tak lepas dari kesalahan pada pukulan yang seharusnya menghasilkan poin dengan mudah, seperti ketika mendapat match point pertama di posisi 20-11. Dia tak sempurna dalam melakukan servis hingga kok tak menyeberangi net.
Dengan kemenangan tersebut, Jonatan menjadi tunggal putra kedua Indonesia yang memenangi babak pembuka dan akan berhadapan dengan Lee Cheuk Yiu (Hong Kong) pada babak berikutnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/02/44d9a2fd481a76a1bb22d28668d92f6c-20250602TOK23.jpg)
Sebelumnya, Alwi Farhan menang dalam debutnya di Indonesia Terbuka setelah mengalahkan Prannoy HS (India), 21-17, 21-18. Pada laga berikutnya, Alwi akan melawan Anders Antonsen, pemain Denmark peringkat ketiga dunia yang dikalahkan atlet berusia 19 tahun itu pada kejuaraan beregu campuran Piala Sudirman di China, Mei. Alwi turut menyumbangkan kemenangan ketika Indonesia mengalahkan Denmark, 4-1, pada penyisihan grup.
Kemenangan dari Alwi dan Jonatan tersebut setidaknya membuat hasil tunggal putra tuan rumah lebih baik dibandingkan Indonesia Terbuka 2024. Ketika itu, Jonatan, Anthony Sinisuka Ginting, dan Chico Dwi Wardoyo tersingkir pada babak pertama.
Chico juga akan bermain di Indonesia Terbuka tahun ini sebagai pemain pengganti setelah Lei Lan Xi mengundurkan diri. Chico akan menjalani babak pertama melawan Leong Jun Hao (Malaysia), Rabu.
Penulis:
Rebiyyah Salasah, Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar