Kompas.id Brief

Ada Apa di Balik Mundurnya Hasan Nasbi dan Apa Problem  Komunikasi Pemerintah?

Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan pengunduran diri Hasan Nasbi dari Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Belum ada pembicaraan soal pengganti Hasan.

30 Apr 2025 08:00 WIB · Politik & Hukum

Oleh Tim Redaksi

Apa saja yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Mengapa Hasan Nasbi mundur dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan?
  2. Bagaimana Gerindra melihat pengunduran diri Hasan Nasbi?
  3. Apakah Presiden Prabowo sudah menyetujui pengunduran diri Hasan Nasbi?
  4. Bagaimana rekam jejak Hasan Nasbi selama ini?
  5. Apa saja problem komunikasi pemerintah sejauh ini?
  6. Apa solusi yang ditempuh untuk memperbaiki komunikasi Istana?

Mengapa Hasan Nasbi mundur dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan?

copy title

Hasan Nasbi akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya. Surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto berikut segala fasilitas yang diberikan kepadanya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau PCO disampaikan Senin (21/4/2025) melalui Menteri Sekretaris Negara. Pengunduran diri ini disampaikan melalui akun media sosial Total Politik, Selasa (29/4/2025). 

Hasan beberapa kali menyampaikan bahwa akan mengundurkan diri apabila sudah tak mampu mengatasi persoalan. Namun, tidak dijelaskan persoalan apa yang tidak mampu lagi ia atasi.

”Sudah pernah saya sampaikan kepada khalayak bahwa kalau ada sesuatu yang sudah tidak bisa lagi saya atasi atau kalau ada persoalan yang sudah di luar kemampuan saya, maka tidak perlu ribut-ribut, tidak perlu heboh-heboh, kita pun harus tahu diri dan kemudian mengambil keputusan untuk menepi. Maka pada hari ini, 21 April 2025, sepertinya saat itu sudah tiba,” katanya.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi

Hasan menyebut pilihan ini adalah jalan terbaik yang dipikirkan dalam suasana yang amat tenang dan demi kebaikan komunikasi pemerintah di masa yang akan datang. Selain mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang sudah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi bagian dari anggota Kabinet Merah Putih, dia juga memohon maaf.

Bagaimana Gerindra melihat pengunduran diri Hasan Nasbi?

copy title

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/4/2025), menyatakan bahwa partainya menghormati keputusan pribadi Hasan.

Terkait kemungkinan adanya reshuffle atau pergantian pejabat di PCO, Dahnil mengaku belum mendapat informasi langsung dari Presiden Prabowo. Namun, ia menegaskan bahwa Presiden tengah melakukan evaluasi terhadap pola komunikasi pemerintahan.

”Tentu, yang pertama, harus sesuai kebutuhan Presiden. Pak Presiden yang paling tahu pola komunikasi seperti apa yang ingin dibangun. Dan memang salah satu koreksi dari Presiden adalah masalah komunikasi,” kata Dahnil.

Menurut dia, Presiden Prabowo menginginkan pola komunikasi yang lebih jelas dan sensitif terhadap kondisi publik. ”Presiden meminta semua anggota kabinet menyampaikan komunikasi yang baik kepada publik, jangan sampai multitafsir dan kurang sense of sensitivity. Komunikasi harus simpati dan empati. Itu yang disampaikan oleh Presiden,” ujar Dahnil.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi memberikan keterangan pers di Gedung Sekretariat Negara, Jalan Veteran III, Jakarta, Selasa (10/9/2024).

Apakah Presiden Prabowo sudah menyetujui pengunduran diri Hasan Nasbi?

copy title

Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan pengunduran diri Hasan Nasbi dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Namun, Presiden belum menandatangani surat persetujuan pengunduran diri Hasan karena ingin mempelajarinya terlebih dulu.

Menteri Sekretaris Negara yang juga Juru Bicara Presiden Prasetyo Hadi menyampaikan hal itu, di Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Dengan demikian, Prasetyo menekankan, Istana belum sampai pada tahap mencari pengganti Hasan Basri.

Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbi saat berkunjung ke Kantor Redaksi Harian Kompas/Kompas.id di Jakarta, Selasa (3/9/2024). Dalam pertemuan itu ia ditemui oleh Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Paulus Tri Agung Kristanto dan jajarannya. Kunjungan itu dalam rangka silaturahmi. Kompas/Wisnu widiantoro 3/09/2024

Bagaimana rekam jejak Hasan Nasbi selama ini?

copy title

Karier Hasan di Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) sebagai aktor depan pemerintahan bermula saat diangkat sebagai Kepala PCO di pengujung pemerintahan Jokowi, persisnya pada 19 Agustus 2024. PCO merupakan lembaga setingkat kabinet yang baru dibentuk dan menggantikan peran juru bicara presiden. Figurnya hadir sebagai langkah transisi dari pemerintahan Jokowi ke pemerintahan Prabowo.

Selama memimpin PCO, beragam kontroversi membayangi Hasan. Salah satunya terkait pernyataannya yang dianggap ceroboh ketika mengomentari teror ”kepala babi” ke salah satu media massa nasional. Ia dikritik karena tidak sensitif dan meremehkan potensi ancaman terhadap kebebasan pers.

Nama Hasan mulai dikenal luas saat terlibat dalam pemenangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012. Bahkan, Hasan disebut-sebut menjadi pendorong Jokowi, yang masih menjabat Wali Kota Solo, maju di Pilgub DKI berdasarkan data survei Cyrus Network.

Presiden Joko Widodo melantik Presiden Jokowi juga melantik (kanan ke kiri) Taruna Ikrar sebagai Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Dadan Hindayana sebagai kepala Badan Gizi, dan Hasan Nasbi sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/8/2024). Selain itu, Presiden Jokowi melantik tiga menteri dan satu wakil menteri, yakni Bahlil Lahadalia sebagai Menteri ESDM menggantikan posisi Arifin Tasrif, Supratman Andi Agtas sebagai Menteri Hukum dan HAM menggantikan Yasonna Laoly, Rosan Roeslani sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM menggantikan Bahlil Lahadalia, serta Angga Raka Prabowo senagai Wakil Menteri Kominfo. Selain itu, Kompas/Hendra A setyawan

Dukungannya terhadap Jokowi terus berlanjut. Hasan terlibat dan berperan strategis dalam kemenangan berturut-turut Jokowi di Pemilihan Presiden 2014 dan 2019. Kepiawaian Hasan tak hanya diakui Jokowi, tetapi juga Prabowo Subianto, saat merapat ke pemerintahan Jokowi sebagai Menteri Pertahanan.

Seiring dengan itu, Hasan Nasbi bergeser mendukung Prabowo Subianto dan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, pada Pilpres 2024. Ia bahkan sempat menjadi anggota tim koordinasi transisi masa pemerintahan. Pada akhirnya, Prabowo menunjuk Hasan Nasbi tetap di jabatan Kepala PCO, sebelum mundur pada pekan lalu.

Apa saja problem komunikasi pemerintah sejauh ini?

copy title

Problem komunikasi pemerintah salah satunya terlihat saat Hasan Nasbi merespons kasus teror kepala babi terhadap media massa Tempo. Pernyataannya dinilai tidak berempati terhadap teror yang ditujukan kepada Tempo dan kebebasan pers secara umum.

Tidak hanya Hasan, saat itu beberapa pejabat publik lain juga menjadi sorotan karena membuat pernyataan yang tak berempati terkait polemik RUU TNI di media sosial. Mereka antara lain Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Rudi Sutanto dan Staf Khusus Menteri Pertahanan Deddy Corbuzier. Warganet sempat menyandingkan pernyataan sejumlah pejabat tersebut menjadi satu bingkai.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2024) sebelum mengikuti sidang kabinet paripurna perdana Kabinet Merah Putih.

Saat bertemu para pemimpin redaksi media massa, Presiden Prabowo mengakui bahwa komunikasi pemerintah belum optimal. Ia bahkan sempat menyebut, salah satu pejabatnya teledor dalam berkomunikasi dengan publik.

Persoalan komunikasi juga dibahas Prabowo dalam sarasehan ekonomi. ”Saya sadar dalam beberapa minggu lalu bahwa komunikasi dari pemerintah yang saya pimpin memang agak kurang. Dan, itu adalah tanggung jawab saya,” tuturnya.

Apa solusi yang ditempuh untuk memperbaiki komunikasi Istana?

copy title

Berselang tiga hari setelah membenarkan kabar penunjukan dirinya sebagai juru bicara Presiden, Prasetyo Hadi mengundang awak media untuk mengadakan pertemuan di Wisma Negara, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/4/2025) pagi.

Ia berbincang dengan sekitar 50 jurnalis dari berbagai platform media massa nasional selama hampir tiga jam. Sekalipun tidak menyebut dirinya sebagai juru bicara, Menteri Sekretaris Negara itu menekankan, ingin menjadi jembatan antara masyarakat yang diwakili para jurnalis dan pemerintah.

Tak hanya memperkenalkan diri, Prasetyo juga menghimpun masukan dari mereka yang sehari-hari bertugas meliput di Istana Kepresidenan untuk memperbaiki pola komunikasi presidensial.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/11/2024).

Kerabat Kerja

Penulis:

Tim Redaksi
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari