BULU TANGKIS

Menilik Peluang Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis

Tanpa gelar dari empat Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis terakhir, skuad Indonesia akan bersaing di India, 17-23 Agustus. Peluang juara ada pada nomor ganda putra.

16 Agt 2026 08:55 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

Empat penyelenggaraan dalam rentang enam tahun, selama itulah pebulu tangkis Indonesia tak membawa gelar juara dunia. Setelah Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjadi juara untuk ketiga kali pada 2019, Kejuaraan Dunia 2026 membuka kesempatan terbaik bagi atlet ”Merah Putih” untuk mengakhiri hasil tanpa gelar juara.

Kejuaraan Dunia 2026 akan berlangsung di New Delhi, India, 17-23 Agustus. Sebanyak 14 wakil Indonesia akan bersaing dengan atlet-atlet terbaik dunia pada lima nomor. Di antara para pesaing terdapat juara bertahan, yaitu Shi Yu Qi (tunggal putra/China), Akane Yamaguchi (tunggal putri/Jepang), Kim Won-ho/Seo Seung-jae (ganda putra/Korea Selatan), dan Liu Sheng Shu/Tan Ning (ganda putri/China). Hanya juara ganda campuran, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia), yang absen karena cedera yang dialami Toh.

Pada tujuh bulan pertama 2026, atlet-atlet Indonesia lebih sering kalah bersaing dengan negara lain, termasuk pada turnamen level atas, BWF World Tour Super 750 dan 1000. Dari empat turnamen Super 1000 yang telah selesai digelar, Indonesia hanya mendapat satu dari 20 gelar juara yang diperebutkan. China menjadi yang terbaik dengan enam gelar juara, diikuti Korea Selatan yang meraih empat gelar.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri saat tampil dalam final ganda putra turnamen Jepang Terbuka di Tokyo, Minggu (19/7/2026). Fajar/Fikri juara setelah mengalahkan Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan).

Satu gelar bagi Indonesia didapat Fajar Alfian/Mohammad Shohibul Fikri yang mempertahankan gelar China Terbuka dalam momen setahun berpasangan. Fajar/Fikri pula yang mempersembahkan satu-satunya gelar dari turnamen Super 750, dari Jepang Terbuka, salah satu dari tiga turnamen yang telah digelar. Masih ada tiga turnamen lain yang akan diselenggarakan September dan Oktober, yaitu China Masters, Denmark Terbuka, dan Perancis Terbuka.

Final turnamen Super 1000 juga dicapai Jonatan Christie dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Indonesia Terbuka, tetapi mereka kesulitan menyaingi lawan. Jonatan kalah dari atlet Kanada, Victor Lai, yang juga mengalahkannya pada perempat final China Terbuka. Sementara Raymond/Nikolaus dikalahkan Goh Sze Fei/Nur Izuddin (Malaysia).

Di bawah pencapaian Fajar/Fikri, Jonatan, dan Raymond/Nikolaus, ada Putri Kusuma Wardani, Alwi Farhan, Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum, dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani yang mencapai semifinal Super 750.

HASIL TERBAIK INDONESIA SETELAH KEJUARAAN DUNIA 2019 - 1

Catatan tersebut membuat Indonesia hanya punya peluang realistis untuk mendapat gelar juara dunia dunia dari Fajar/Fikri. Setelah melalui perjalanan naik-turun (mencapai semifinal Malaysia Terbuka dan final Singapura Terbuka, tetapi kalah pada babak kedua All England dan babak pertama Indonesia Terbuka), Fajar/Fikri menjuarai dua turnamen beruntun pada Juli, Jepang dan China Terbuka.

Kedua ajang tersebut menjadi turnamen terakhir sebelum ganda putra ranking kedua dunia tersebut tampil di India. Maka, seperti dikatakan Fikri, gelar itu menjadi suntikan motivasi untuk bersaing di Kejuaraan Dunia.

Quote

Peluang untuk kami pasti ada dan itu terbuka lebar, tetapi, Kejuaraan Dunia adalah ajang besar yang jadi incaran semua orang, jadi, kalau keinginan terlalu menggebu-gebu tidak baik.

Fikri pernah merasakan persaingan Kejuaraan Dunia saat bermain bersama Bagas Maulana di Tokyo 2022, tetapi kalah pada babak kedua setelah mendapat bye di babak pertama. Adapun Fajar berduet dengan Muhammad Rian Ardianto dalam lima kejuaraan sejak pertama kali tampil di Nanjing 2018. Fajar/Rian meraih hasil terbaik ketika menjadi semifinalis di Basel 2019 dan Tokyo 2022. Adapun di Paris 2025, yang akhirnya menjadi duet terakhir kedua pemain yang berpasangan selama 11 tahun itu, Fajar/Rian tersingkir pada babak ketiga.

Tahun ini, perjalanan lebih jauh memungkinkan dicapai Fajar dan Fikri pada Kejuaraan Dunia pertama mereka sebagai pasangan. Setahun berduet, mereka telah menempati ranking kedua dunia di bawah Kim/Seo, lawan yang dikalahkan dalam final Jepang dan China Terbuka. Performa terbaru itulah yang membuat Fajar/Fikri mempunyai peluang besar menyandang gelar juara dunia.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berpose di podium turnamen China Terbuka bersama Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan).  Fajar/Fikri mengalahkan Kim/Seo di final di Changzhou, Minggu (26/7/2026).

Dengan status sebagai salah satu unggulan, yaitu unggulan kedua, perjalanan mereka dimulai pada babak kedua setelah mendapat bye di babak awal. Calon lawan pada babak kedua adalah Eloi Adam/Leo Rossi (Perancis) atau Jacob Fernandez/Alberto Perals (Spanyol). Peluang bertemu sesama unggulan akan terjadi pada babak ketiga, yaitu dengan unggulan ke-15, Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju (Korea Selatan).

Unggulan lain yang berada di paruh bawah undian bersama Fajar/Fikri diantaranya Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang/8), Liang Wei Keng/Wang Chang (China/3), serta dua pasangan Indonesia, Sabar/Reza (9) dan Raymond/Nikolaus (12). Adapun Kim/Seo bisa bersaing dengan Chen Bo Yang/Liu Yi (China/7), serta pasangan Malaysia, Goh/Nur (6) dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (4) di paruh atas.

”Peluang untuk kami pasti ada dan itu terbuka lebar, tetapi Kejuaraan Dunia adalah ajang besar yang jadi incaran semua orang. Jadi, kalau keinginan terlalu menggebu-gebu tidak baik. Kami juga tidak boleh lengah melawan siapa pun. Jangan hanya mewaspadai pemain top, yang di bawah mereka juga bisa menjadi ’kuda hitam’,” tutur Fikri.

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhadapan dengan pebulu tangkis ganda putra Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin pada babak final Polytron Indonesia Terbuka 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026).  Pebulu tangkis ganda putra Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin menjadi juara ganda putra usai mengalahkan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin 13-21, 21-18, 21-10.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 06-06-2026

Persiapan sekitar tiga pekan digunakan untuk memperkuat kelebihan dan membenahi kekurangan sesuai kebutuhan masing-masing. Apalagi, persaingan ketat ganda putra terkadang ditentukan oleh hal-hal detail, seperti servis, pengembalian servis, atau ketenangan saat menghadapi tekanan.

”Pasti ada hal-hal khusus untuk membenahi kekurangan dalam setiap latihan. Selain itu, atlet harus menjaga kondisi agar jangan sampai cedera,” ujar pelatih ganda putra pelatnas Antonius Budi Ariantho.

Untuk Raymond/Nikolaus, yang akan menjalani debut Kejuaraan Dunia, Antonius menilai bahwa panggung persaingan tertinggi untuk kategori perseorangan itu menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman. Dari rangkaian turnamen BWF World Tour yang diikuti sejak akhir 2025, pasangan berusia 22 dan 20 tahun itu mendapat banyak pelajaran.

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani menghadapi pebulu tangkis ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dalam babak semifinal Polytron Indonesia Terbuka 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melaju ke babak final usai mengalahkan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani 21-15, 21-18.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 06-06-2026

Antonius dan Nikolaus mengatakan, salah satu yang dilakukan dalam persiapan adalah menambah variasi gaya bermain karena karakter permainan cepat mereka semakin terbaca lawan. Setelah mengalahkan Fajar/Fikri dan Liang/Wang pada babak kedua dan perempat final All England, kecepatan mereka diredam oleh Kim/Seo di semifinal.

Di Indonesia Terbuka, giliran Goh/Nur yang meredam mereka di final setelah Raymond/Nikolaus menghentikan pasangan-pasangan yang lebih berpengalaman, seperti Chia/Soh, Hoki/Kobayashi, dan Sabar/Reza.

Sabar/Reza menjadi bagian dari unggulan 10 besar di Kejuaraan Dunia, tetapi perjalanan mereka sebelum berangkat ke India tak begitu mulus. Mereka mencapai semifinal Indonesia Terbuka sebagai hasil terbaik, tetapi lebih sering tersingkir pada dua babak awal.

Terbuka di Tunggal Putra

Sektor lain, yaitu tunggal putra menjadi nomor dengan persaingan yang juga terbuka. Peluang berdiri di podium tertinggi tak hanya dimiliki juara dunia dalam dua edisi terakhir, Kunlavut Vitidsarn (Thailand) dan Shi, melainkan dipunyai semua pemain.

Pebulu tangkis Indonesia Jonatan Christie berhadapan dengan pebulu tangkis Singapura Jia Heng Jason Teh dalam babak 32 besar Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Pebulu tangkis Indonesia Jonatan Christie maju ke babak 16 besar usai mengalahkan pebulu tangkis Singapura Jia Heng Jason Teh 21-18, 21-15.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 02-06-2026

Empat atlet berbeda yang menjuarai empat turnamen Super 1000 dan tiga lainnya yang menjadi juara turnamen Super 750 menjadi gambaran betapa terbukanya persaingan. Di antara para peraih gelar itu, bahkan, terdapat atlet yang bukan nama besar seperti Lin Chun Yi, atlet Taiwan yang menjuarai All England dan Victor Lai (Kanada) sebagai juara Indonesia Terbuka. Pemain Perancis, Alex Lanier dan Christo Popov, yang masing-masing menjuarai Singapura dan Jepang Terbuka bisa menjadi ”kuda hitam” dalam Kejuaraan Dunia edisi ke-30 nanti.

Maka, ketika siapa pun bisa menjadi juara, Jonatan dan Alwi seharusnya termasuk ke dalam daftar itu meski persaingan tak akan mudah. Jonatan lolos ke Kejuaraan Dunia untuk keenam kali, tetapi belum pernah melewati perempat final. Salah satu kekalahan di perempat final terjadi pada 2025 dari Vitidsarn yang juga mengalahkan Alwi pada babak ketiga.

Saat itu, Alwi sebenarnya memiliki kesempatan besar bertemu Jonatan di perempat final, tetapi kalah dalam selisih tipis dari Vitidsarn dengan skor 18-21, 21-18, 20-22. Maka, dengan semakin banyak pengalaman bersaing pada turnamen level tinggi dalam setahun terakhir, Alwi berharap bisa melangkah lebih jauh.

kata mereka tentang kejuaraan dunia - 1

Tahun ini, Alwi menjuarai Indonesia Masters dan Australia Terbuka berlevel Super 500. Pada level lebih tinggi, atlet berusia 21 tahun itu mencapai semifinal Singapura Terbuka dan perempat final All England.

”Persiapan saya sangat bagus. Saya berusaha memaksimalkan momen latihan karena tidak ingin menyesali apa pun hasilnya nanti. Tidak menutup kemungkinan, saya bisa melaju jauh,” kata juara dunia yunior 2023 tersebut.

Kepercayaan diri dari performa terbaru juga dibawa Putri untuk Kejuaraan Dunia yang keempat. Putri berharap bisa mendapat medali yang lebih baik dibandingkan perunggu dengan menjadi semifinalis di Paris 2025.

Rasa percaya diri itu muncul setelah mengalahkan atlet ranking kedua dunia, Wang Zhi Yi (China), pada perempat final Jepang Terbuka, lalu bermain tiga gim melawan Yamaguchi di semifinal.

Febi Setianingrum mencoba menjangkau kok untuk bertahan dari serangan lawan pada perempat final ganda putri Kejuaraan Asia Bulu Tangkis di Ningbo, China, Jumat (10/4/2026). Febi/Rachel Alessya Rose kalah dari Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (Jepang).

Di ganda putri dan campuran, wakil-wakil Indonesia berada di bawah kekuatan terbaik dunia asal China, Korea Selatan, Jepang, dan Thailand, tetapi tidak tertutup kemungkinan terjadi kejutan, terutama di ganda putri. Rachel/Febi membawa pengalaman menembus semifinal Indonesia Terbuka dan menang atas pemain top dunia, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (China), pada babak pertama China Terbuka dan babak kedua Kejuaraan Asia.

’Tentu ada perasaan gugup karena ini menjadi Kejuaraan Dunia pertama kami. Namun, itu tidak membuat kami takut, tetapi justru menjadi motivasi. Kami tidak ingin hanya menjadi partisipan,” kata Rachel.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase