Target untuk 432 atlet Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tetap minimalis. Namun, Menpora Erick berharap kontingen Indonesia memberikan prestasi lebih.
30 Agt 2026 11:33 WIB · Olahraga
KOMPAS/REBIYYAH SALASAH
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir berharap prestasi kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 bisa melebihi target emas medali emas yang ditetapkan. Meski begitu, ia tak mau membebani atlet sehingga membiarkan mereka sendiri yang menetapkan target tinggi.
Berkali-kali ditanya soal ditanya target kontingen Indonesia, berkali-kali pula Erick menyampaikan jawaban yang sama. Kata Erick, target yang ditetapkan untuk kontingen Indonesia adalah empat medali emas.
”Kalau kita perbandingkan dengan medali emas sebelumnya ada tujuh, kita ingin angka yang sama. Tetapi, realita tiga emas tidak dipertandingkan, ada menembak dan lain-lain. Sekarang, jadi targetnya empat (emas),” kata Erick selepas acara Tim Indonesia Day: Menjaga Merah Putih di Jakarta, Sabtu (29/8/2026) malam.
”Kita berusaha dan kita lihat nanti seperti apa pencapaiannya,” ujarnya menambahkan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/08/30/15cab953-5179-481c-b7f1-53841e610400_jpg.jpg)
Tujuh medali emas yang dimaksud Erick adalah pencapaian Indonesia di Asian Games Hangzhou 2022. Medali emas itu dipersembahkan angkat besi, panjat tebing, menembak (nomor perseorangan running target 10 meter dan nomor perseorangan running target mixed 10 meter). Selain itu, emas juga diraih perahu naga, wushu, dan panjat tebing.
Dari KOI, dari ’chief de mission’, dari kami berharap ada sesuatu yang lebih. Namun, biarkan atlet memberikan prestasi tersendiri untuk diri mereka.
Namun, tiga nomor penghasil emas di Hangzhou tidak dilombakan lagi di Aichi-Nagoya 2026. Ketiga nomor potensial ini adalah nomor running target 10 meter dan running target mixed 10 meter di cabang menembak dan perahu naga di cabang dayung.
Erick sempat memaparkan hal tersebut saat pertama kali berbicara tentang target medali Asian Games di rapat kerja dengan Komisi X DPR pada 2 Juni 2026. Dalam pemaparan itu, Erick juga membahas tentang pemangkasan anggaran pemusatan latihan nasional.
Dalam beberapa kesempatan lain, Erick selalu menjawab yang sama. Namun, terbaru ia menambahkan, Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Ketua Kontingen (Chief de Mission) berharap para atlet bisa melampaui target tersebut.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/08/30/4b30ca1b-2de4-40f7-88e0-03e70404358e_jpg.jpg)
”Dari KOI, dari chief de mission, dari kami berharap ada sesuatu yang lebih. Namun, biarkan atlet memberikan prestasi tersendiri untuk diri mereka. Jadi, biar tidak ada beban, kami targetkan, tetapi mereka yang berupaya,” tutur Erick.
Target empat emas itu jadi terkesan minimalis karena Indonesia mengirimkan atlet dalam jumlah besar. Indonesia mengirimkan 432 atlet ke Aichi-Nagoya 2026 untuk bersaing di 35 cabang olahraga.
Jumlah itu melampaui kekuatan kontingen Indonesia saat berlaga di Hangzhou 2022. Saat itu, Indonesia mengirimkan total 415 atlet untuk 31 cabor. Dengan jumlah atlet dan cabor yang diikuti lebih sedikit, mereka mempersembahkan tujuh medali emas.
Ketika ditanya lebih lanjut tentang penetapan target minimalis ini, Erick enggan menjawab. Adapun pola serupa sebenarnya juga ditunjukkan Kemenpora ketika penetapan target SEA Games Thailand 2025.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/08/30/59f43741-e125-4bfd-90ab-d494667bbf03.jpg)
Meski kuantitas atlet yang dikirim bertambah, target kualitas prestasi tidak serta-merta ikut meningkat. Indonesia mengirimkan 996 atlet ke Thailand dengan target meraih medali emas berada pada 80-85 keping untuk bisa mempertahankan peringkat ketiga.
Jumlah ini terbanyak kedua setelah Indonesia jadi tuan rumah SEA Games Jakarta-Palembang 2011 dengan 1.053 atlet. Total 996 atlet ini naik hingga 66,3 persen dari total kontingen Indonesia untuk SEA Games Kamboja 2023. Di Kamboja, Indonesia berkekuatan 599 atlet dari 31 cabang olahraga.
Namun, dengan jumlah atlet lebih banyak, target medali lebih sedikit dari total raihan Indonesia di SEA Games Kamboja 2023. Di Kamboja, Indonesia meraih 87 medali emas.
Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari berharap ada kejutan dari kontingen Indonesia meski target yang ditetapkan ”hanya” empat emas. Okto, sapaannya, juga berharap Presiden Prabowo Subianto bisa melepas para atlet berangkat ke Aichi-Nagoya 2026 agar mereka mendapatkan tambahan motivasi untuk meraih prestasi.
Okto menyampaikan, pihaknya telah menyampaikan surat permohonan untuk pelepasan oleh Presiden Prabowo. Menurut rencana, kontingen Indonesia akan dikukuhkan lebih dahulu oleh Kemenpora dan KOI sebelum dilepas oleh Presiden.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/30/2167b47d6daeee83f94ae246884d7736-DSC03714.JPG)
”Tentunya semangat beliau dalam mendukung olahraga Indonesia itu selalu menjadi semangat utama kita dalam mendorong para atlet untuk mendapatkan emas-emas yang terbaik. Pak Menpora tadi sudah menyampaikan target empat emas. Kita menantikan kejutan yang akan datang dari Aichi-Nagoya 2026,” tutur Okto.
Adapun Chief de Mission Indonesia Todotua Pasaribu menyampaikan, kekuatan kontingen Indonesia sudah final dengan 432 atlet untuk 35 cabor. Mereka sudah terdaftar dan akan mengawali keberangkatan mulai 12 September mendatang.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase