Trent Alexander-Arnold bukan pengkhianat bagi Liverpool meski menolak perpanjangan kontrak. Delapan trofi adalah bukti buah cinta ”scouse” untuk Si Merah.
05 Mei 2025 17:57 WIB · Olahraga
LIVERPOOL, SENIN — Kabar buruk yang sudah dinanti oleh jutaan liverpudlians, pendukung Liverpool, akhirnya tiba, Senin (5/5/2025) pagi waktu setempat. Trent Alexander-Arnold menolak tawaran perpanjangan kontrak Liverpool. Ia pun selangkah lagi menuju Real Madrid.
Tidak sedikit yang mengecam kepergian Alexander-Arnold. Ia disebut sebagai scouse, sebutan anak asli Liverpool, yang tidak setia.
Dari lubuk hati paling dalam, saya berterima kasih kepada semua pihak—para pelatih, para manajer, rekan setim, dan pendukung luar biasa—untuk kebersamaan selama 20 tahun terakhir.
Bahkan, banyak pendukung membandingkan kadar kesetiaan lebih tinggi dari orang asing dibandingkan putra ”akamsi” (anak kampung sini) Liverpool. Hal itu didasari keputusan Mohamed Salah asal Mesir dan Virgil van Dijk dari Belanda yang memilih bertahan di Stadion Anfield alih-alih memikirkan untuk hijrah ke klub dan liga lain.
Meski begitu, bek sayap berusia 26 tahun itu memastikan kepergiannya murni karena faktor profesional. Alexander-Arnold pun keluar Liverpool dengan baik-baik dan tak ketinggalan mengucapkan salam perpisahan.
”Saya memberikan segalanya setiap hari untuk klub ini. Dari lubuk hati paling dalam, saya berterima kasih kepada semua pihak—para pelatih, para manajer, rekan setim, dan pendukung luar biasa—untuk kebersamaan selama 20 tahun terakhir,” tutur Alexander-Arnold dalam video perpisahan yang diunggah di laman klub, Senin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/05/f2d6540453fa11f7a0114810d0ce37e1-Britain_Soccer_Premier_League_129145283.jpg)
Meskipun akan pergi dari kampung halamannya, Alexander-Arnold tidak akan memiliki keterkaitan dengan klub lain sekental bersama Liverpool. Ia mempelajari sepak bola pertama kali di Akademi Liverpool sejak usia enam tahun. Trofi Liga Champions dan dua gelar Liga Inggris adalah legasinya untuk ”Si Merah” yang tidak pantas untuk dilupakan begitu saja.
”Saya sangat bersyukur bisa memenuhi mimpi-mimpi saya di sini. Saya tidak bisa menukar seluruh momen indah dengan apa pun. Cinta saya untuk klub ini tidak pernah mati,” ucapnya.
Sebanyak 352 laga telah dijalani pemain bernomor punggung 66 itu bersama Si Merah. Jumlah laga itu masih bisa bertambah tiga lagi merujuk tiga laga tersisa di Liga Inggris musim ini. Delapan trofi juara sudah dipersembahkannya untuk klub idola masa kecilnya itu.
Dari Liverpool, Alexander-Arnold mencatat 33 penampilan untuk tim nasional Inggris. Ia membela ”Tiga Singa” di Piala Eropa 2020 dan Piala Dunia 2022.
Laga pamungkas musim ini melawan Crystal Palace, 25 Mei nanti, bakal menjadi momen paling dinantikan pendukung Liverpool. Mereka akan menyaksikan Liverpool mengangkat trofi Liga Inggris ke-20, lalu melakukan salam perpisahan kepada Alexander-Arnold, salah satu pesepak bola scouse terbaik yang pernah lahir dan membela Liverpool.
Alexander-Arnold memang belum bisa disandingkan dengan Steven Gerrard untuk kesetiaan. Namun, ia lebih baik dari Gerrard berdasarkan persembahan dua gelar Liga Inggris.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/05/5f8fdc628624153d08d274075c247da2-Britain_Soccer_Premier_League_129321597.jpg)
Kurang dari setengah jam setelah Liverpool mengumumkan kepergian Alexander-Arnold, pakar transfer Fabrizio Romano mengumumkan transfer bek sayap kanan itu ke Real Madrid.
Sejak Maret 2024, Real sudah menjadikan Alexander-Arnold sebagai prioritas utama untuk mengisi pos bek sayap kanan. Pasalnya, dua bek sayap kanan milik Real saat ini, Dani Carvajal dan Lucas Vazquez, sudah rentan cedera dan kemampuannya sudah mengikis seiring telah melewati usia ke-30.
”Keputusan (Alexander-Arnold) untuk meninggalkan Liverpool sudah terkonfirmasi. Real Madrid menyiapkan seluruh dokumen untuk ditandatangani segera,” ucap Romano dilansir Marca.
Merujuk sistem bebas transfer, Alexander-Arnold akan resmi menjadi pemain Real per 1 Juli 2025.
Alexander-Arnold bakal membentuk era Los Galacticos 3.0 atau tim impian jilid tiga di ”Los Blancos”. Terdapat dua pemain Inggris pada Los Galacticos edisi pertama pada awal 2000-an, yaitu Michael Owen dan David Beckham. Adapun tim impian Real generasi kedua dipimpin oleh Cristiano Ronaldo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/05/8ff4dc443570b4162e2afc7489148e38-Britain_Soccer_Premier_League_129322963.jpg)
Ia bergabung dengan pemain-pemain muda kelas dunia, seperti Jude Bellingham, Kylian Mbappe, Vinicius Junior, Federico Valverde, dan Arda Guler.
Selain itu, ia juga berpeluang dilatih oleh salah satu idolanya di Liverpool, yakni Xabi Alonso. Juru taktik Bayer Leverkusen itu dilaporkan sejumlah media Spanyol sebagai kandidat utama suksesor Carlo Ancelotti mulai musim 2025-2026.
Dengan bergabung ke Real, Alexander-Arnold mengikuti jejak gelandang Liverpool dekade 1990-an, Steve McManaman. Pemain yang juga putra asli Liverpool itu meninggalkan Si Merah dengan status bebas transfer pada musim panas 1999.
McManaman meninggalkan Liverpool dengan hanya memberikan dua trofi domestik, yakni Piala FA 1991-1992 dan Piala Liga Inggris 1994-1995.
Hijrah ke Real membantu McManaman mewujudkan mimpinya sebagai pesepak bola profesional. Ia meraih dua trofi Liga Champions dan dua gelar Liga Spanyol.
Menurut McManaman, tidak ada yang keliru dari keputusan Alexander-Arnold. Selama membela Liverpool, katanya, pemain berkemampuan operan akurat itu telah memberikan banyak trofi dan momen-momen terbaik.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/05/18193955a05dce78d1165d3c4f2ed98c-FILES_FBL_ENG_PR_LIVERPOOL_ALEXANDER_ARNOLD_129505711.jpg)
”Jika dia merasakan ingin menjalani gaya hidup baru, bahasa baru, saya tidak meragukan keputusannya,” ujar McManaman kepada ESPN, April lalu.
”Kepergiannya merupakan kehilangan besar untuk Liverpool, tetapi saya menghormati dan bangga dengan keputusannya. Dia adalah bocah lokal yang telah melakukan banyak hal luar biasa yang membanggakan,” lanjutnya.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar