RD Kongo yang terbiasa dengan peran ”underdog” akan berupaya mengejutkan Kolombia yang tengah di atas angin. Hasil imbang 1-1 melawan Portugal jadi modal penting.
23 Jun 2026 14:02 WIB · Olahraga
AP Photo/Karen Warren
Stadion Guadalajara, Meksiko, menyimpan kenangan manis bagi timnas Republik Demokratik Kongo. Di sinilah mereka berpesta dua bulan silam. Kemenangan 1-0 atas Jamaika dalam babak playoff itu menandai kembalinya RD Kongo ke Piala Dunia setelah 52 tahun absen.
Kongo mendominasi laga tersebut, tetapi hingga 90 menit tak dapat mencetak gol. Pertahanan Jamaika sulit untuk ditembus. Lantas, tibalah sepakan sudut melengkung yang disontek dengan paha oleh Axel Tuanzebe menjadi gol pada menit ke-100.
Skor bertahan hingga peluit akhir ditiup. Kemenangan itu disambut gegap gempita ribuan pendukung di stadion. Para pemain berpelukan merayakan. Adapun Pelatih Sebastien Desabre sampai bersujud memukul-mukul rumput sebagaimana terekam dalam video FIFA.
Dua bulan setelah kemenangan itu, RD Kongo akan kembali ke Stadion Guadalajara. Mereka menantang Kolombia pada pertandingan kedua di Grup K Piala Dunia 2026.
RD Kongo berharap dapat mengulang kenangan manis itu. ”Kami lolos ke Piala Dunia di stadion ini dalam suasana yang luar biasa. Jadi, saya harap besok akan sama,” kata Desabre.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/18/1f76db09d5a4d8fb5d1164325599f4fa-wires_photo_29.jpg)
Kolombia yang sangat berpengalaman di Piala Dunia tentu saja menjadi tim yang difavoritkan. Sebaliknya, di Grup K, RD Kongo adalah underdog. Negara yang hingga 1997 bernama Zaire ini baru dua kali ikut turnamen sejak 1974.
Meski demikian, RD Kongo sudah terbiasa dengan status nonunggulan. Keberhasilan menahan imbang Portugal, 1-1, pada laga pembuka telah menunjukkan bahwa mereka pantas kembali ke turnamen tersebut.
”Kolombia, tentu saja, adalah tim yang luar biasa. Mereka adalah favorit. Namun, kami telah menunjukkan bahwa kami juga mampu melakukan hal-hal yang luar biasa,” ujar Desabre.
Kolombia tentu bukan lawan yang mudah. Pada laga pembuka, mereka melumat tim kuat dari Asia, Uzbekistan, dengan skor 3-1. Kolombia mengincar kemenangan untuk segera memastikan lolos ke babak 32 besar.
RD Kongo sebaliknya bermimpi melakukan keajaiban. Satu poin yang didapat dari Portugal memberikan mereka kepercayaan diri. Satu poin dan satu gol merupakan poin dan gol pertama mereka di Piala Dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/18/038b1c79cabd31282f790ef515974f3d-063_2282076661.jpg)
Desabre tak mau catatan itu terhenti dan mengincar poin melawan Kolombia. Mereka ingin lolos dari fase grup dan butuh tiga atau empat poin untuk mencapai itu. ”Peran sebagai penantang adalah peran yang kami nikmati,” katanya.
Tim berjulukan ”Macan Tutul” itu tidak sekadar bermodal omon-omon menantang Kolombia. Tim dari wilayah Afrika Tengah itu punya identitas yang kuat dan dibangun atas dasar persatuan dengan pertahanan disiplin dan ancaman serangan balik.
”Pertama-tama, kami adalah tim yang sulit dikalahkan. Kami sangat agresif dalam transisi dan kami merupakan ancaman di lini depan,” kata pemain RD Kongo, Aaron Tshibola.
Misi meraih hasil positif dari Kolombia bagi Tshibola tidak sekadar tentang hasil pertandingan, tetapi tentang kebanggaan.
Bagi Tshibola, misi ini lebih besar daripada sekadar satu hasil. ”Ini untuk membuat rakyat kami bangga. Ini untuk membuat negara kami bangga,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/14/943e9c4440bd076af6495015fc05faa8-20260614_H03_ADI_Prediksi_Final.jpg)
Sementara Kolombia, meskipun lebih diunggulkan, tak memandang sepele ancaman RD Kongo. Lawan mereka akan menghadirkan tantangan taktis yang berbeda dibandingkan saat mereka menang atas Uzbekistan.
”Formasi 5-3-2 Kongo, dengan dua penyerang berada di posisi tinggi, membuat transisi dan serangan balik menjadi ancaman utama yang harus diatasi,” kata Pelatih Kolombia Nestor Lorenzo.
Luis Diaz akan kembali diandalkan pada pertandingan nanti. Pada pertandingan pembuka, penyerang Bayern Muenchen itu mencetak satu gol dan satu asis. Lorenzo pun memuji Diaz sebagai pemain serbaguna.
”Yang penting bukanlah berapa kali dia menyerang, tetapi bagaimana gerakan-gerakan itu diakhiri. Lucho adalah penyerang yang komplet,” ucapnya.
Sebagai tim asal Amerika Latin, pertandingan melawan RD Kongo diperkirakan akan dipadati oleh pendukung Kolombia. Situasi itu bisa memberikan semangat, tetapi bisa pula memberikan tekanan kepada para pemain.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/10/6230953bf4c3ad3403978d1c305c14e5-20260610_H01_ADI_Piala_Dunia_mumed.png)
Lorenzo mendesak pemain merespons dukungan dari penonton secara positif. ”Kami harus bermain dengan semangat membara dan kepala dingin,” katanya.
Kolombia kini berada di puncak klasemen sementara Grup K dengan tiga poin. Mereka unggul dua poin atas RD Kongo dan Portugal. Adapun Uzbekistan—yang kalah di laga pembuka—berada di dasar klasemen. Kemenangan atas RD Kongo akan memastikan mereka lolos ke fase gugur. (REUTERS)
Penulis:
Yola SastraEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul