OTOMOTIF

Banjir Mobil China Tekan Raksasa Jerman

Laba Mercedes-Benz tertekan. Sementara VW harus memasukkan produk buatan China guna menjaga kesehatan keuangan.

12 Feb 2026 13:55 WIB · Internasional

AFP/RONNY HARTMANN

Oleh Tatang Mulyana Sinaga

BEIJING, KAMIS — Persaingan sengit di dalam negeri membuat mobil-mobil China terus berusaha mencari pasar di luar negeri. Dampaknya, produsen di lokasi sasaran tertekan.

Dilaporkan Bloomberg pada Kamis (12/2/2026), proyeksi laba Mercedes-Benz Group tetap tertekan. Persaingan dengan China jadi penekan utama. Laba dari produksi mobil disesuaikan pada rentang 3 persen sampai 5 persen untuk tahun buku 2026. Tahun lalu, laba produksi mobil 5 persen. Dividen per saham akan turun dari 4,3 euro pada 2025 menjadi 3,5 euro pada 2026.

Proyeksi keuntungan itu menjadi ujian strategi CEO Mercedes-Benz AG Ola Källenius. Ia memutuskan perseroan fokus pada mobil kelas atas, bukan mobil kelas bawah.

Strategi itu, sejauh ini, menaikkan pendapatan per unit. Di sisi lain, strategi itu rentan pada pasar yang meninggalkan mobil kelas premium. Sebab, pasar memilih mobil listrik yang menawarkan lebih banyak model dan fitur.

Mercedes-Benz telah mengalami itu di China. Selama lima tahun berturut-turut, penjualan mobil premium di China merosot. Mobil listrik China lebih murah dengan fitur lebih banyak daripada mobil premium Eropa.

Mobil China bisa murah antara lain karena perang harga di antara para produsen. Pada Januari 2026, harga mobil baru di China rata-rata turun 15 persen. Paling besar dalam dua tahun. Mobil listrik atau bahan bakar minyak (BBM) dijual pada kisaran 30.000 yuan sampai 40.000 yuan.

Di sisi lain, penjualan mobil listrik juga menurun dibandingkan mobil BBM. Sejumlah pihak menduga, ada faktor kepercayaan pada kualitas produk. Hal lain, ekonomi China juga tumbuh lebih lambat dibandingkan satu dekade lalu.

Mobil Nio EC6 kecelakaan di Shanghai, China pada Senin (1/12/2025). Foto kecelakaan itu beredar di Weibo, media sosial di China.

Mengatasi perang harga itu, Badan Negara untuk Pengatur Pasar (SAMR), China mengeluarkan aturan baru pada Kamis. Panduan itu intinya melarang produsen menjual produk di bawah harga produksi. ”Untuk lebih menstandardisasi perilaku harga industri otomotif dan mendorong perkembangan pasar mobil yang sehat dan teratur,” demikian pernyataan SAMR.

Lembaga itu menekankan industri otomotif sebagai pilar penting perekonomian China. Sayangnya, ada perilaku tidak sehat di industri itu. ”Terdapat perilaku ilegal, seperti kegagalan dalam menandai harga dengan jelas sesuai dengan peraturan dan penipuan harga di industri otomotif, yang merugikan kepentingan konsumen dan operator, merusak tatanan pasar persaingan yang sehat, dan tidak kondusif bagi pembangunan industri yang berkualitas,” demikian pernyataan SAMR.

Panduan menetapkan prinsip-prinsip dasar yang harus diikuti oleh perilaku penetapan harga. Panduan baru juga mendorong asosiasi industri untuk memperkuat disiplin diri dan mempromosikan kepatuhan harga industri.

”Panduan berfokus pada penjualan mobil baru dan berupaya menstandarisasi isu-isu penting, seperti kegagalan untuk menandai harga dengan jelas sesuai dengan peraturan dan promosi palsu. Membangun mekanisme pengingat risiko untuk mendorong platform memberikan pengingat dua arah tentang risiko operasional dan risiko konsumsi untuk perilaku penetapan harga yang sangat rendah,” lanjut SAMR.

Kesepakatan pemasaran

Volkswagen mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa untuk memasarkan mobil listrik atau electric vehicle (EV) yang diproduksi di China. Kebijakan pembebasan tarif dengan syarat tertentu membuat mobil listrik buatan China siap melesat di Eropa.

Pembebasan tarif bagi Volkswagen untuk tipe mobil SUV Cupra Tavascan buatan China menjadi terobosan penting dalam memperluas jangkauan bisnisnya di Eropa. Saat ini, China sedang mengincar peluang mengajukan kesepakatan serupa untuk tipe mobil listrik lainnya.

”Kami melihat ini sebagai hal positif bagi produsen EV China dan produsen asing di China untuk memanfaatkan basis biaya yang efisien secara lokal,” ujar Kepala Strategi Ekuitas Macquarie Capital di China, Eugene Hsiao, Rabu (11/2/2026).

Menurut Hsiao, penerapan kesepakatan itu akan memakan waktu. Sebab, kebijakan tarif Uni Eropa diberlakukan secara tipe per tipe mobil. China masih berupaya menegosiasikan tarif untuk merek mobil mereka sendiri.

Raksasa otomotif Jerman Volkswagen secara khusus meluncurkan model ID.EVO di ajang Auto Shanghai 2025. Mobil listrik ini diproduksi di China untuk pasar domestik.

Pada 2024, Uni Eropa memberlakukan tarif impor yang tinggi terhadap mobil listrik buatan China. Namun, produsen mobil dapat menegosiasikan pembebasan tarif untuk tipe mobil listrik tertentu yang diimpor dari China.

SUV Cupra Tavascan yang sepenuhnya bertenaga listrik telah dikenakan tarif tambahan 20,7 persen di Eropa. Hal ini diberlakukan sejak Uni Eropa menerapkan bea masuk baru bagi mobil listrik buatan China pada dua tahun lalu. Tarif tinggi ini menghantam keuangan divisi Cupra Volkswagen pada sembilan bulan pertama tahun lalu.

Terkait kesepakatan tarif dengan Volkswagen, Komisi Eropa tidak merinci kuota dan harga terendah yang disepakati untuk SUV Cupra Tavascan. Mereka tidak menyebutkan informasi tersebut dengan alasan kerahasiaan. Volkswagen telah menyetujui komitmen terkait proyek investasi kendaraan listrik di Uni Eropa dalam upayanya untuk mendapatkan pengecualian tarif.

Quote

Penerapan kesepakatan itu akan memakan waktu. Sebab, kebijakan tarif Uni Eropa diberlakukan secara tipe per tipe mobil. China masih berupaya menegosiasikan tarif untuk merek mobil mereka sendiri.

Julian Litzinger, analis otomotif dari Dataforce, mengatakan, pergeseran ke skema harga minimum menunjukkan betapa mahirnya produsen mobil China dalam menavigasi tarif Uni Eropa. Ketika kenaikan tarif diberlakukan, diperkirakan mobil-mobil China akan menjadi lebih mahal dan membuatnya kurang menarik di pasar Eropa.

”Akan tetapi, produsen mobil China mampu bertahan dengan margin keuntungan yang lebih tipis dan menjual lebih banyak model mesin pembakaran internal dan hibrida yang tidak terpengaruh oleh tarif,” ucapnya.

Menurut Litzinger, kebijakan itu menjadi kabar baik bagi merek-merek mobil Eropa yang berproduksi di China. Hal ini sekaligus meningkatkan persaingan pasar kendaraan listrik di Eropa yang dipenuhi oleh produk-produk dari beberapa negara.

Petugas mengecek kondisi fisik mobil listrik yang didatangkan secara utuh (completely built up/CBU) dari China di halaman Terminal Mobil Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (16/9/2025). Mulai akhir 2025 pemerintah akan menghentikan pemberian intensif terhadap mobil listrik impor yang didatangkan secara utuh.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO (TOK)
16-09-2025 *** Local Caption ***

Kesepakatan dengan Volkswagen akan memperkuat pemasaran mobil listrik produksi China di Eropa. Hal ini terjadi di tengah berbagai masalah yang melanda produsen mobil asal Eropa, salah satunya BMW, perusahaan otomotif asal Jerman.

Dalam beberapa waktu terakhir, BMW menarik ratusan mobilnya dalam skala global. Penyebab penarikan itu beragam, mulai dari kendala pada sistem rem terintegrasi hingga potensi risiko kebakaran karena masalah pada starter mesin.

Para pekerja di industri perakitan mobil SUV di Beijing Automotive Group Co (BAIC) di Beijing, Rabu (29/8/2018). Industri di China mengalami kenaikan tipis diluar perkiraaan analis yang menilai perang dagang dengan Amerika Serikat akan membebani sektor manufaktur.

Eropa merupakan pasar yang sangat penting bagi produsen mobil di China. ”Negeri Tirai Bambu” itu ingin mengekspor lebih banyak mobil ke Eropa di tengah kelebihan pasokan di dalam negeri akibat perang tarif yang brutal selama bertahun-tahun.

Penjualan mobil China mengalami penurunan signifikan pada Januari 2026. Produsen kendaraan listrik asal negeri tersebut juga terpinggirkan di Amerika Serikat dan India, yang merupakan pasar otomotif terbesar kedua dan ketiga di dunia.

Bagi China, penerapan tarif hingga 35,3 persen pada mobil listrik buatan negaranya merupakan sumber ketegangan perdagangan terbesar dengan Uni Eropa. China merespons hal ini dengan membuka kemungkinan untuk menyelidiki tarif impor sejumlah barang dari Eropa.

Sebelumnya, China memperingatkan untuk mempertimbangkan penyesuaian tarif anggur dari Perancis. Hal ini akan dilakukan jika Pemerintah Perancis mendorong pemberlakuan tarif pada barang-barang asal China.

Akhir bulan lalu, Kamar Dagang China untuk Uni Eropa bertemu dengan produsen mobil di negaranya untuk membahas bagaimana bernegosiasi dengan Uni Eropa. Pembahasan itu antara lain menyangkut penerapan harga minimum yang diterapkan Uni Eropa. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Tatang Mulyana Sinaga
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji