India menjadi lawan lebih berat daripada Inggris pada Kejuaraan Piala Sudirman. Untuk membuka peluang ke perempat final, Indonesia harus menghindari kekalahan.
28 Apr 2025 18:56 WIB · Olahraga
XIAMEN, SENIN — Kedatangan tim India yang tanpa kekuatan penuh dalam kejuaraan bulu tangkis beregu campuran Piala Sudirman membuka peluang menang bagi Indonesia. Namun, persaingan di lapangan tidak akan bisa diprediksi sehingga Jonatan Christie dan kawan-kawan tak boleh lengah.
Pertemuan Indonesia melawan India di Fenghuang Gymnasium, Xiamen, China, Selasa (29/4/2025) mulai pukul 16.00 WIB, menjadi pertandingan kedua bagi kedua tim dalam persaingan Grup D. Tim ”Merah Putih” akan menjalani laga itu setelah mengalahkan Inggris, 5-0, sementara India kalah 1-4 dari Denmark, dua hari sebelumnya. Pada waktu yang sama, Denmark akan berhadapan dengan Inggris.
Dalam persaingan yang lebih merata dibandingkan grup lain, terutama antara Indonesia, Denmark, dan India, pertandingan bagi setiap tim di Grup D adalah pertandingan berat. Setiap hasil hingga poin yang didapat akan sangat berpengaruh bagi perjalanan mereka: berlanjut ke fase perempat final atau tersingkir. Untuk lolos ke perempat final, syarat yang diperlukan adalah menempati peringkat kedua grup setelah bersaing dengan format round robin.
India menjadi lawan yang lebih berat bagi Indonesia dibandingkan Inggris. Negara kuat dari Asia Selatan itu mempunyai gabungan pemain senior dan pemain muda berstatus juara turnamen BWF World Tour yang sering mempersulit atlet Indonesia.
Namun, kendala sakit dan cedera membuat India tak diperkuat ganda putra dan putri terbaik. Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy tak ada dalam skuad ganda putra India karena sakit. Asosiasi Bulu Tangkis India (BAI) mengumumkan kondisi semifinalis ganda putra Kejuaraan Dunia 2022 itu hanya enam hari sebelum Piala Sudirman dimulai pada 27 April.
Dengan komposisi pemain yang dibawa India, Indonesia lebih unggul di ganda putra dan putri. Sementara pada tiga nomor lain harus lebih waspada karena kekuatan dengan India berimbang.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/25/8e7637bc-5572-436a-82d4-bf270524a6c3_png.png)
Sebelumnya, ganda putri Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pulela dipastikan absen karena cedera bahu yang dialami Jolly. Padahal, performa pasangan berusia 21 dan 22 tahun tersebut perlahan naik sejak 2024, salah satunya dengan meraih gelar pertama dari turnamen BWF World Tour di Syed Modi International Super 300. Adapun pada tahun ini, mereka mencapai perempat final All England dan semifinal Swiss Terbuka secara beruntun.
Shetty/Rankireddy sebenarnya bisa menjadi lawan berat bagi ganda putra Indonesia. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, misalnya, kalah dalam empat persaingan terakhir dari enam pertemuan. Formasi Muhammad Shohibul Fikri dengan partner lama, Bagas Maulana, bermain imbang 4-4, sementara Fikri/Daniel Marthin belum pernah bertemu dengan peraih emas Asian Games 2022 tersebut.
Tanpa Shetty/Rankireddy, Indonesia pun berpeluang memenangi nomor ini. Posisi ganda India peringkat ke-11 dunia tersebut digantikan pelapis mereka, Hariharan Amsakarunan/Ruben Kumar Rethinasabapathi, yang baru bisa bertanding pada turnamen level Super 300 ke bawah. Di antara lima pemain ganda putra Indonesia, hanya Fikri/Bagas yang pernah melawan mereka dan menang dalam Kejuaraan Asia Beregu Putra 2022.
Pada ganda putri, salah satu dari dua pasangan Indonesia bisa berhadapan dengan Tanisha Crasto/Shruti Mishra yang bermain melawan Denmark. Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi atau Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari tetap harus waspada karena Crasto/Mishra menyumbangkan satu-satunya poin bagi India ketika melawan Denmark.
”Dengan komposisi pemain yang dibawa India, Indonesia lebih unggul di ganda putra dan putri. Sementara pada tiga nomor lain harus lebih waspada karena kekuatan dengan India berimbang,” ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian, Senin.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/25/c21fd0f3-d201-46be-b53d-23fb9380bf41_png.png)
Jika bisa memanfaatkan peluang terbuka dari ganda putri dan putra, Indonesia tinggal mencari satu kemenangan dari tiga nomor lain. Berdasarkan statistik pertemuan di antara pemain-pemain yang kemungkinan tampil, persaingan tunggal putra, tunggal putri, dan ganda campuran akan berimbang.
Dalam tiga nomor tersebut, terdapat kemungkinan besar pergantian pemain di tim Indonesia dibandingkan dengan laga sebelumnya. Seperti dikatakan Eng Hian, perlu kejelian dalam memilih atlet yang akan diturunkan.
Setelah menurunkan tunggal putra nomor tiga, Mohammad Zaki Ubaidillah, Jonatan Christie menjadi pemain yang paling dimungkinkan tampil. India pun bisa mengganti Prannoy HS dengan Lakshya Sen, apalagi atlet berusia 23 tahun ini unggul 4-3 atas Jonatan.
Dari hasil tersebut, Sen mendapat kemenangan pada dua pertemuan terakhir, yaitu pada penyisihan grup Olimpiade Paris 2024 dan babak kedua All England 2025, masing-masing, dalam dua gim. Kekalahan di Paris 2024 membuat Jonatan tersingkir pada penyisihan grup, sementara momen di All England membuat tunggal putra nomor satu Indonesia itu gagal mempertahankan gelar.
Pada masa persiapan untuk Piala Sudirman, Jonatan menyatakan bahwa laga tunggal putra melawan India dan Denmark akan berat bagi Indonesia. Jeda kurang dari dua pekan setelah Kejuaraan Asia di Ningbo, China, 8-13 April, dimanfaatkan untuk menjaga kondisi dan memperbaiki berbagai kekurangan dari performa selama tahun ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/27/f008b46d8ade45719b13b77527c8fa11-WhatsApp_Image_2025_04_27_at_19.29.54.jpeg)
Satu faktor lain, yang dikatakan Jonatan sangat penting, adalah kesiapan mental karena hasil pertandingan dalam kejuaraan beregu akan berpengaruh pada hasil tim.
Nomor tunggal putri dan ganda campuran juga bisa mengganti Ester Nurumi Tri Wardoyo dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Putri Kusuma Wardani bisa menjalankan perannya sebagai tunggal putri pertama dengan absennya Gregoria Mariska Tunjung.
Putri tertinggal 1-2 dari Pusarla V Sindhu, tetapi memiliki beberapa faktor yang bisa dimanfaatkan sebagai peluang. Atlet berusia 22 tahun itu menang dalam pertemuan terakhir di babak kedua Swiss Terbuka 2023. Selain itu, saat melawan Denmark, Sindhu kalah dari Line Hoejmark Kjaersfledt.
Pada ganda campuran, pengalaman menang dalam semifinal Jerman Terbuka, dua bulan lalu, memungkinkan tampilnya Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja. Di Jerman, Rehan/Gloria menang dengan skor 25-23, 10-21, 21-15.
Dari persaingan pertama Grup C yang berlangsung Senin, dua tim terkuat, yaitu Malaysia dan Jepang, meraih kemenangan 5-0. Malaysia menang atas Perancis, sementara Jepang mengalahkan Australia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/27/33a1071ab457c9c66f952569f99e768d-WhatsApp_Image_2025_04_27_at_17.51.34.jpeg)
Perancis sebenarnya memiliki atlet-atlet peringkat sepuluh besar dunia, yaitu tunggal putra Alex Lanier dan Thom Gicquel/Delphine Delrue. Selain itu, ada dua bersaudara, Christo/Toma Junior Popov, sebagai ganda putra peringkat ke-18. Akan tetapi, tak ada satu orang pun dari mereka yang memperkuat Perancis di Xiamen.
Di Grup B, Korea Selatan kembali kehilangan partai tunggal putra. Mereka kehilangan nomor tersebut saat menang 4-1 atas Kanada pada Senin dan saat mengalahkan Kanada dengan skor yang sama, sehari sebelumnya.
Dari lima nomor, tunggal putra menjadi kelemahan Korea Selatan dengan tidak adanya atlet top dunia. Tunggal putra terbaik negara tersebut, yaitu Jeon Hyeok-jin, hanya berperingkat ke-42 dunia.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji Dewabrata