Nama tidak terduga muncul mencuri perhatian. Sebagian datang dari bangku cadangan saat pemain utama gagal bersinar atau cedera.
21 Jun 2026 15:35 WIB · Olahraga
Getty Images via AFP
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/21/e7faa4950b3f18bdeaf460ede91d96bf-Sweden_Netherlands_WCup_Soccer.jpg)
Laga Piala Dunia 2026 pada hari Sabtu (20/6/2026) waktu setempat penuh dengan kejutan. Nama pemain yang sebelumnya jarang diperbincangkan kini ramai dibicarakan. Dari kiper hingga penyerang, mereka menjadi bintang.
Dari kemenangan besar Belanda atas Swedia, 5-1, ada nama Brian Brobbey. Ditempatkan sebagai penyerang kedua, dia tampil menggila. Penyerang Sunderland di Liga Inggris ini mencetak dua gol. Meski gelar Pemain Terbaik jatuh kepada Cody Gakpo, Brobbey disebut lebih pantas menerimanya.
Di barisan penyerang Belanda, Brobbey sebelumnya tidak terlalu bersinar. Eks Ajax Amsterdam ini dianggap belum cukup meyakinkan. Bersama Sunderland, ia hanya mencetak 7 gol dari 31 pertandingan, musim ini.
Dia dianggap mendapat tiket keberuntungan akibat kondisi penyerang utama Belanda Memphis Depay yang tidak fit sehingga urung tampil melawan Swedia. Namun, bila melihat penampilan apik melawan Swedia, Pelatih Belanda Ronald Koeman bisa memberinya kepercayaan saat bertemu Jepang di laga terakhir Grup F.
Di laga Jerman, nama Deniz Undav juga mencuri perhatian dengan dua gol ke gawang Pantai Gading. Kepiawaiannya membuat Jerman mampu membalikan keadaan dan menang, 2-1.
Undav bukan penyerang utama Jerman. Pelatih Julian Nagelsmann lebih memilih Kai Havertz, striker Arsenal, sebagai ujung tombak pertama.
Namun, pencetak 25 gol untuk Stuttgart musim ini tersebut ingin membalikkan prediksi. Ketika Havertz tidak mampu menembus lini pertahanan Pantai Gading, Undav mengubah keadaan meski masuk dari bangku cadangan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/21/f6f87b88d841e89478ed54c8db65c16c-Germany_v_Cote_D_Ivoire__Group_E_FIFA_World_Cup_2026.jpg)
Penampilan apik ini seolah melengkapi kontribusinya saat terlibat dalam tiga gol Jerman kala melawan Curacao. Atas aksinya ini, mantan operator mesin laser tersebut akan diingat bek-bek lawan yang dihadapi Jerman pada babak selanjutnya.
”Sangat luar biasa dan fantastis bagi saya bisa mendapatkan trofi Player of the Match dalam laga melawan Pantai Gading. Namun, hal yang paling krusial adalah kami memenangi laga ini, melaju ke babak berikutnya, dan mari kita lihat apa yang akan terjadi nanti,” katanya kepada BBC.
Selanjutnya, tidak lain dan tidak bukan adalah Eloy Room. Setelah dicukur Jerman 7-1 di laga pertama, kiper Curacao berusia 37 tahun ini membawa timnya menahan imbang kuda hitam turnamen, Ekuador.
Room memang tidak mencetak gol, tetapi mencegah gawangnya kebobolan. Sebanyak 15 penyelamatan yang ia lakukan membawa Curacao untuk pertama kalinya meraih poin di Piala Dunia. Peluang dari Enner Valencia hingga Moises Caicedo gagal berbuah gol sehingga membuat laga berakhir 0-0.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/21/53de6afb1d1ba052b7153ea87446ba88-Ecuador_v_Curacao__Group_E_FIFA_World_Cup_2026_1.jpg)
Kiper Miami FC di divisi dua Amerika Serikat ini seolah membayar penampilan buruknya saat melawan Jerman. Jumlah penyelamatan itu bahkan menjadi yang terbanyak sepanjang Piala Dunia 2026.
Pelatih Belanda Dick Advocaat bahkan harus menarik ucapannya sendiri setelah laga tersebut.
”Tadinya saya bilang Curacao bisa menang kalau Ekuador bermain dengan tujuh orang. Namun, hanya dengan satu Room, kami ternyata bisa membuat sejarah,” katanya.
Terakhir adalah pesona ujung katana ”Samurai Biru” Jepang, Ayase Ueda. Ia mencetak dua gol saat Jepang menang besar 4-0 atas Tunisia.
Kegemilangan Ueda menjadi oase bagi Jepang yang dilanda badai cedera bahkan sebelum Piala Dunia dimulai. Penyerang sayap Brighton, Kaoru Mitoma; gelandang bertahan Liverpool, Wataru Endo, hingga Takumi Minamino harus absen dari turnamen ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/21/508e9f100f7926538fcb45725f6487e0-APTOPIX_Japan_Tunisia_WCup_Soccer.jpg)
Dua gol tersebut membuat Ueda melanjutkan performa apiknya sejak laga sebelumnya melawan Belanda. Satu dari dua gol Jepang di laga awal datang dari penyerang pelapis Feyenoord tersebut.
Kegemilangan Ueda sekaligus menjadi jawaban atas kesulitan Jepang mencari penyerang tengah yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Meski Jepang berpeluang besar lolos dari babak penyisihan, ketajamannya tetap ditunggu saat menghadapi Swedia di laga terakhir grup.
Pelatih Jepang Hajime Moriyasu semringah dengan hasil melawan Tunisia. Ia memuji permainan Ueda dan pemain Jepang lainnya karena bisa mengeluarkan kemampuan terbaik di ajang sebesar Piala Dunia.(AP/AFP)
Penulis:
Cornelius Helmy HerlambangEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase