Alumni Akabri 1974 reuni, tak terkecuali Presiden Prabowo Subianto. Meski bertabur "bintang", semua tetap bersahabat, bersilaturahmi, saling mendukung.
15 Des 2024 17:42 WIB · Politik & Hukum
Biar badan hancur lebur,
kita kan bertempur,
membela keadilan suci,
kebenaran murni,
di bawah dwiwarna panji,
kita kan berbakti,
mengorbankan jiwa dan raga,
membela ibu pertiwi.
Lagu ”Hymne Taruna” dinyanyikan Presiden Prabowo Subianto bersama rekan-rekannya, alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) angkatan 1974. Di bawah keremangan tenda, semua menyanyi dalam nostalgia, haru, dan penuh semangat.
Lagu ”Hymne Taruna” ini biasa dinyanyikan saat pertama dilantik sebagai taruna, menjelang pelantikan perwira, ataupun di acara-acara penting. Dalam acara Reuni Emas Akabri 1974 di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (14/12/2024), lagu ”Hymne Taruna” dinyanyikan setelah lagu ”Indonesia Raya”. Kendati acara dilangsungkan siang hari, di dalam tenda, lampu-lampu dipadamkan khusus saat menyanyikan lagu ini. Karena itu, lagu ini pun berhasil memantik haru sekaligus semangat.
Reuni Emas Akabri 1974 ini memang istimewa karena dihadiri Presiden Prabowo, yang memang lulus sebagai lechting 1974, bersama rekan-rekannya.
Bukan itu saja, lechting 1974 pun bertabur ”bintang” dan pejabat. Dari angkatan ini, tiga di antaranya pernah memegang jabatan Menteri Pertahanan, yakni Ryamizard Ryacudu (2014-2019), Prabowo Subianto (2019-2024), dan Sjafrie Sjamsoeddin. Ryamizard pun pernah menjabat Kepala Staf TNI AD (2002-2005) bersama Jenderal (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo (2007-2009).
Ada dua orang yang berkiprah di eksekutif, seperti Setya Purwaka dan Tanribali Lamo. Setia saat ini menjabat Kepala Rumah Tangga Kepresidenan dan pernah pula menjadi Penjabat Gubernur Jawa Timur (2008-2009). Adapun Tanribali menjabat Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kementerian Dalam Negeri selama tujuh tahun serta pernah menjadi Penjabat Gubernur di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Barat.
Selain itu, ada pula Salim Mengga yang baru terpilih sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat.
Di luar itu, ada pula alumni 1974 yang masuk lembaga legislatif. TB Hasanuddin dan Tri Tamtomo menjadi anggota DPR selama beberapa periode melalui PDI Perjuangan.
Di jajaran Kepolisian Negara RI, ada Jenderal (Purn) Bambang Hendarso Danuri yang juga alumnus Akabri 1974 dan pernah menjabat Kepala Polri pada 2008-2010. Selain itu, masih ada Komisaris Jenderal (Purn) Makbul Padmanegara yang pernah menjadi Wakil Kepala Polri dan Komjen (Purn) Made Mangku Pastika yang kemudian menjadi Gubernur Bali (2008-2018).
Kemudian di jajaran TNI AU, ada Marsekal Madya (Purn) Basri Sidehabi yang pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Qatar pada 2015. Adapun di TNI AL, salah satu lechting 74, Laksamana (Purn) Sumardjono, pernah menjabat Kepala Staf TNI AL pada 2007-2008.
”Jadi, lechting 74 mungkin yang terbaik, ya,” ujar Tanribali, salah satu panitia Reuni Emas Akabri 74 kepada Kompas, Minggu (15/12/2024).
Hampir semua undangan hadir dan berkumpul di tenda yang didirikan di halaman belakang Istana Kepresidenan Bogor. Mereka yang berasal dari TNI AD mengenakan batik berwarna dasar hijau, dari Polri berwarna dasar coklat, sedangkan TNI AU dan TNI AL mengenakan batik berwarna dasar biru muda dan biru tua.
Reuni menjadi lebih istimewa karena juga dihadiri sekitar 23 pelatih angkatan 1974. ”Kita undang sekitar 23 pelatih dan salah satu yang memberikan komentar adalah Kolonel Marinir (Purn) Azwar Syam yang datang langsung dari Padang,” tambah Tanribali.
Saat Prabowo masih taruna Akabri, Azwar adalah komandan kompinya. Pernah suatu saat, ketika Prabowo ketahuan membawa gula merah penambah stamina, Azwar tak segan menampar Prabowo.
Mayjen (Purn) Gunawan Kuswara, salah satu pelatih, juga menyampaikan bangga dan syukur karena bisa menyaksikan anak-anak didiknya di Reuni Emas Akabri 1974, apalagi ada banyak yang berhasil, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
”Puncak kebahagiaan dan kebanggaan kami adalah ada seorang anak didik kami saat ini telah dipercaya dan mendapat mandat dari rakyat Indonesia untuk mengemban tugas konstitusional sebagai Presiden Republik Indonesia, yaitu Jenderal Prabowo Subianto,” tutur Gunawan yang lechting 1967 itu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2019/06/28/a4d122b0-67ac-41f9-b921-b9f5303a0a18.jpg)
Untuk para pelatih ataupun alumnus yang menggunakan kursi roda, menurut Tanribali, Prabowo dan Sjafrie mengirimkan kursi roda baru ke rumah masing-masing sebelum reuni. Karena itu, semua bisa hadir di reuni ini.
Secara keseluruhan terdapat 1.028 taruna yang dilantik Presiden Soeharto di Magelang pada 16 Desember 1974. Dari TNI AD saja terdapat sekitar 500 orang. Para alumnus Akabri 1974 ini pun bergabung dalam paguyuban yang disebut Wirasakti 71/74.
Karena itu, dalam reuni, diundang sekitar 1.300 orang untuk alumni ataupun pasangan atau pendamping masing-masing. Semua bersilaturahmi dan segala pangkat dan jabatan seakan luruh. Presiden Prabowo pun tak segan menyalami dan memeluk rekan-rekannya dan pelatihnya. Saat taruna, beberapa teman sekamar Prabowo adalah Sjafrie Sjamsoeddin dan Robert Situmeang.
Dalam pidatonya, Prabowo pun mengajak semua untuk terus bersemangat dan menjaga kebersamaan, kekeluargaan, dan silaturahmi. Selain itu, Presiden mengajak semua membangun bangsa bersama. Presiden juga membeberkan rencananya untuk meningkatkan kehidupan masyarakat dan menghilangkan korupsi dari Indonesia.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/15/9bfc8900-42a8-4c49-a30f-4928f8a14ed6_jpg.jpg)
Kegembiraan ini pun ditunjukkan Prabowo dalam akun resminya di Instagram, yang dilengkapi beberapa foto dengan keterangan ”Reuni Emas 50 Tahun Akabri 1974, Istana Bogor”.
Adapun Sjafrie menuliskan, ”Setengah abad perjalanan, penuh kenangan, pengabdian, dan persahabatan yang abadi. Saat ini kita bersama-sama mengenang masa-masa gemilang dan memperkuat tali silaturahmi. Tak lupa kita panjatkan doa untuk teman-teman yang telah mendahului kita. Semoga mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Terima kasih atas 50 tahun kebersamaan yang luar biasa,” tulisnya bersama beberapa foto di reuni.
Keguyuban rekan-rekan seangkatan ini pun membuat semua bersemangat mendukung pemerintahan Prabowo Subianto. ”Reuni Emas Akabri 74 ini pun bertema mendukung Astacita Pak Prabowo di pemerintahannya,” tambah Tanribali.
Komunikasi pun diyakini lancar. Selain bisa disampaikan langsung ketika bertemu Presiden, masukan-masukan juga bisa disampaikan melalui Sjafrie yang kini menjabat Menteri Pertahanan di kabinet Prabowo.
Reuni pun berlanjut hangat dan semarak dengan iringan orkestra gabungan dari Universitas Pertahanan dan Direktorat Ajudan Jenderal TNI AD (Ditajenad). Tak hanya memberikan sambutan, Prabowo juga bernyanyi bersama teman-temannya. Lagu-lagu yang dinyanyikan saat masih taruna pun kembali dinyanyikan. Selain ”Selamat Datang Pahlawan Muda”, lagu ”Tiada Gunung Terlalu Tinggi”" tak ketinggalan. Prabowo pun ikut memegang pelantang dan menyanyi bersama.
tiada gunung terlalu tinggi,
buat kami daki di siang hari,
tiada jurang terlalu dalam,
buat kami turuni di malam hari,
hutan rimba padang lalang,
kususuri jalan nan jauh,
panas terik hujan berangin,
majulah ayo maju.
Penulis:
Nina SusiloEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Nur Adji