Lini serang Arsenal memang tampak seperti meriam kosong yang tidak berpeluru. Namun, benteng PSV juga tidak sedang baik-baik saja untuk bersaing di level tertinggi.
03 Mar 2025 19:12 WIB · Olahraga
EINDHOVEN, SENIN -- Konsep dasar sepak bola sangat sederhana, kemenangan diraih oleh tim dengan jumlah gol yang lebih banyak. Namun, bagi Arsenal, konsep itu terasa begitu rumit saat ini. Mereka mengunjungi markas PSV Eindhoven dengan kondisi lupa cara untuk mencetak gol.
Pada September 2023, Pelatih PSV Peter Bosz dengan penuh keyakinan menyebut Arsenal sebagai salah satu tim terbaik di dunia. Bosz terkagum dengan sengatan serangan “Si Meriam” setelah timnya ditaklukkan empat gol tanpa balas dalam laga babak grup Liga Champions.
PSV akan bertemu lagi dengan Arsenal dalam babak 16 besar Liga Champions musim ini. Mereka menjadi tuan rumah terlebih dulu di Stadion Phillips, Eindhoven, pada Rabu (5/3/2025) dini hari WIB. Duel nanti bisa menyajikan sesuatu yang sangat berbeda dibandingkan sebelumnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/03/6c69065552108932d0f4952470833fd9-Britain_Soccer_Champions_League_127947208.jpg)
Pujian Bosz agaknya tidak berlaku lagi. Arsenal datang bertamu dengan kondisi krisis lini serang terburuk dalam rezim manajer Mikel Arteta. Jangankan menang, mereka bahkan kesulitan mencetak gol. Arsenal tidak mampu membobol gawang lawan dalam tiga dari empat laga terakhir.
Satu-satunya laga yang diwarnai dengan gol adalah saat bertemu Leicester City. Gelandang Mikel Merino menjadi pahlawan dadakan dari bangku cadangan lewat sumbangan dua gol, setelah berperan sebagai penyerang darurat. Masalahnya, sensasi Merino hanya sebatas “fatamorgana”.
Merino dipercaya turun sejak menit awal dalam dua pertandingan beruntun, bermain 90 menit penuh, tetapi tidak mampu berbicara banyak. Saking lesu daya gedor Arsenal, Pelatih Nottingham Forest Nuno Espirito Santo sampai berani mengubah formasi dari biasa lima bek ke empat bek pada Kamis lalu.
Demi membuka sumbatan keran gol, Arteta berpeluang melakukan eksperimen yang lebih ekstrem di Eindhoven. “Kami masih punya banyak opsi untuk dieksplor, tetapi (di luar itu) kami harus lebih baik lagi dalam konsistensi produk akhir, seperti kualitas umpan akhir,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/23/de145846042f3aac60733a6d3c7c4e8d-wires_photo_35_.jpg)
Arteta memiliki beberapa opsi darurat, antara lain mempercayai penyerang dari akademi klub Nathan Butler-Oyedeji atau mengembalikan Sterling ke daftar skuad inti. Kedua pemain itu lebih terbiasa mengisi posisi penyerang tengah dibandingkan Merino.
Masalah terbesar “Si Meriam” adalah kekurangan bakat dan kepercayaan diri. Mereka tidak punya penyerang murni setelah Gabriel Jesus dan Kai Havertz dipastikan cedera sampai akhir musim. Penyerang sayap yang merupakan nyawa di lini depan, Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli, juga belum kembali dari cedera.
Nyaris hanya Leandro Trossard dan Sterling, penyerang senior yang tersedia. Pemain 17 tahun Ethan Nwaneri sampai harus mengemban tanggung jawab lebih besar dari seharusnya. Krisis tersebut membuat potensi serangan Arsenal tidak keluar maksimal.
Kami butuh solusi segera untuk mencetak gol, membuat peluang lebih banyak di kotak penalti, dan menghasilkan lebih banyak tembakan. Semua orang di dalam tim harus bangkit dan mengambil peran yang lebih.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/15/e647bdd1439be1f676cc26abe5cc8f89-wires_photo_31.jpg)
Dalam dua laga terakhir, misalnya, versus West Ham United dan Forest. Arsenal hanya mencatat tiga tembakan ke gawang dari total 33 percobaan. Banyak percobaan yang spekulatif karena para pemain frustrasi. Adapun rerata tembakan tepat sasaran Arsenal di Liga Inggris adalah 4,8 kali per laga.
“Kami butuh solusi segera untuk mencetak gol, membuat peluang lebih banyak di kotak penalti, dan menghasilkan lebih banyak tembakan. Semua orang di dalam tim harus bangkit dan mengambil peran yang lebih,” ucap gelandang veteran Arsenal Jorginho.
Terkadang solusi tidak hanya berasal dari dalam, bisa juga dari luar. Itu yang diharapkan Arsenal. Saat tim tamu bermasalah dengan serangan, PSV kebingungan menambal pertahanan. Tim asuhan Bosz begitu mudah dibobol, seperti saat kalah dari tim medioker Go Ahead Eagles 2-3 pada akhir pekan lalu.
PSV kalah setelah sempat unggul 2-1. Mereka bahkan kemasukan tiga gol hanya dari tujuh percobaan lawan. Hampir separuh tembakan lawan berbuah gol. Adapun PSV hanya berhasil mencatat sekali nirbobol dalam 13 pertandingan terakhir di seluruh kompetisi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/20/7667c2c1-bc39-4dc9-8466-cdeec676d2fa_jpg.jpg)
Akibat problem pertahanan, Bosz khawatir akan membangunkan “singa” yang sedang tidur dalam tubuh Arsenal. “Kami bermain dengan tekad yang kuat, tidak malas. Kami juga selalu tampil agresif dan menekan sangat tinggi, tetapi memang pertahanan kami sedang buruk,” ujarnya.
Agresivitas PSV bisa terlihat saat membalikkan keadaan versus Juventus di babak sebelumnya. Mereka menang 3-1 di kandang dengan permainan yang sangat terbuka. Tusukan dari pemain sayap Johan Bakayoko dan Noa Lang nyaris selalu bisa menimbulkan masalah untuk pertahanan lawan.
Masalahnya, gaya agresif itu pula yang bisa menjadi bumerang untuk tim tuan rumah. Arsenal yang sedang tidak bertaring, bisa saja menggigit dengan serangan balik. Apalagi jika Arteta bereksperimen memainkan Sterling yang piawai dalam transisi sebagai “penyerang palsu”. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti