Jumlah atlet dan ofisial telah mencapai 17.000 orang, melampaui proyeksi panitia sebanyak 15.000 orang. Panitia khawatir soal ketercukupan akomodasi.
27 Agt 2026 17:31 WIB · Olahraga
KOMPAS/AGUS SUSANTO
TOKYO, RABU — Panitia penyelenggara mengkhawatirkan lonjakan jumlah peserta dan ofisial yang akan datang ke Jepang selama perhelatan Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Jika melampaui proyeksi 15.000 orang, ketersediaan akomodasi akan jadi masalah.
Pekan lalu, Dewan Olimpiade Asia (OCA) mengatakan, pendaftaran Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meningkat menjadi sekitar 17.000 orang. Jumlah itu terdiri dari 11.000 atlet dan 6.000 ofisial.
Lonjakan jumlah peserta ini melampaui proyeksi panitia Asian Games Aichi-Nagoya 2026 (AINAGOC) sebanyak 15.000 orang, yang terdiri dari atlet dan ofisial. Oleh karena itu, AINAGOC berencana mengurangi jumlah peserta.
Sebab, jika tidak, kelebihan jumlah ini dapat membebani rencana akomodasi yang telah disiapkan. Akomodasi untuk peserta dalam ajang yang dihelat pada 19 September-4 Oktober ini tidak seperti biasanya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2018/08/15/113e4d84-d46d-4289-969c-d94f65423702_jpg.jpg)
”Memang benar bahwa jumlah pendaftaran telah melebihi 15.000 dan kami sedang berusaha untuk mengurangi jumlah yang berlebihan,” kata AINAGOC kepada Reuters, Rabu (26/8/2026).
AINAGOC juga menyampaikan, mereka tengah berdiskusi dengan OCA untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut. Adapun OCA belum berkomentar terkait masalah itu.
Seperti diketahui, AINAGOC tidak membangun arena kompetisi dan akomodasi baru. Mereka memilih memanfaatkan fasilitas yang sudah ada.
”Jika perlu, fasilitas sementara akan digunakan untuk mengurangi biaya selama dan setelah turnamen,” tulis panitia dalam laman resminya.
Terkait akomodasi, panitia tidak membangun perkampungan atlet seperti umumnya perhelatan Asian Games. AINAGOC memutuskan untuk tidak memusatkan akomodasi atlet hanya di satu tempat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/20/9c0cf3ec95828028388c2867d0790097-cropped_image.jpg)
Sebagai gantinya, atlet akan tersebar di sejumlah akomodasi. Selain akomodasi permanen seperti hotel, panitia juga menyediakan akomodasi sementara berupa kapal pesiar dan ”vila” dari kontainer.
Dalam laporan pada Pertemuan Delegasi Teknis pertama, April 2025, panitia menyebut akan ada lebih dari setengah atlet tinggal di kota Nagoya. Sebanyak 4.600 di antaranya akan tinggal di kapal pesiar yang berlabuh di Pelabuhan Nagoya.
Atlet yang akan tinggal di kapal berasal dari cabang olahraga panahan, bola basket 3x3, kano/kayak (sprint), balap sepeda gunung dan BMX, sepak bola putra, senam, bola tangan, judo, kabaddi, kurash, seni bela diri campuran, dayung, rugbi, sepak takraw, panjat tebing, squash, tenis, angkat besi, gulat dan wushu.
Sementara itu, 2.400 atlet akan tinggal di vila sementara yang terbuat dari kontainer pengiriman di Garden Pier.
Mereka berasal dari polo air, bola basket 5x5, sepak bola putri, ju-jitsu, pentatlon modern, soft tennis, voli, ditambah chef de mission. Sebanyak 1.200 orang lainnya dari bulu tangkis, kriket, sepak bola putra dan putri, serta sofbol akan tinggal di hotel.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/10/08/b1f751ce-46ec-4c6c-b7c0-953888c5c018_jpg.jpg)
AINAGOC menyebut, akomodasi itu akan memberi pengalaman unik bagi para atlet. Selain nyaman untuk tinggal, akomodasi itu juga diharapkan bisa membuat mereka menikmati masa kompetisi dan memberikan performa terbaik saat berlaga.
”Bagi para atlet, akomodasi adalah tempat untuk bersantai dan bersosialisasi dengan sesama pesaing,” kata Wakil Sekretaris Jenderal AINAGOC Kazuhiro Yagi.
”Untuk memastikan semua atlet dapat menikmati masa inap yang nyaman dan memberikan performa terbaik mereka, persiapan akomodasi memasuki tahap akhir,” ujarnya.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan mempertandingkan 43 cabang olahraga dan 71 disiplin. Ajang ini memperebutkan 1.407 medali dalam 469 nomor pertandingan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/22/5ec5cc24-bd14-466e-a635-9ae36d6c75f2.jpg)
Seperti biasa di Asian Games, olahraga tradisional, seperti atletik, renang, dan sepak bola, berdampingan dengan olahraga khas Asia, seperti kabaddi, sepak takraw, dan wushu. Cabang olahraga baru di edisi ke-20 ini meliputi seni bela diri campuran, padel, teqball, dan taekwondo virtual.
Di antara mereka yang akan beraksi di Asian Games adalah pemanjat peraih emas Olimpiade Paris 2024 asal Indonesia, Veddriq Leonardo. Veddriq akan menjadi bagian dari total 432 atlet Indonesia yang akan bersaing di 35 cabang olahraga. (REUTERS)
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti