Panjat Tebing ”Lead” Indonesia Meniti Jalan Mendunia

Belum ada medali, tetapi para pemanjat ”lead” mulai torehkan pencapaian gemilang di pentas dunia. Ini modal berharga gapai tujuan utama: Olimpiade LA 2028.

07 Sep 2025 15:02 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Sukma Lintang di Wujiang, China; Rizky Simatupang di Bali, Indonesia; lalu kini Putra Tri Ramadani di Koper, Slovenia. Perlahan, tim panjat tebing Indonesia disiplin lead menorehkan pencapaian-pencapaian gemilang di Piala Dunia Panjat Tebing. Mereka meniti jalan untuk mendunia, mengumpulkan modal berharga menuju tujuan utama: Olimpiade Los Angeles 2028.

Putra Tri Ramadani menjadi pemanjat teranyar yang mencatatkan pencapaian gemilang di Piala Dunia Panjat Tebing. Pada edisi 2025 seri Koper, Slovenia, Putra tak hanya berhasil menembus final untuk pertama kalinya sepanjang partisipasi di Piala Dunia. Pemanjat 19 tahun ini juga berhasil finis di posisi keenam.

Putra memang tidak berhasil membawa pulang medali. Harapan medali sempat muncul karena saat semifinal, Sabtu (6/9/2025), Putra menempati peringkat keempat dari total 24 pemanjat. Jika semifinal juga jadi cerminan final, dia hanya butuh selangkah menuju medali.

Namun, persaingan pada babak final yang digelar Minggu (7/9/2025) dini hari WIB lebih ketat. Peringkat tiga besar semifinal masih terlalu tangguh untuk dilampaui, sedangkan finalis lainnya menunjukkan penampilan lebih baik.

Pemanjat tebing Indonesia disiplin lead, Putra Tri Ramadani, beraksi pada babak kualifikasi seri Piala Dunia 2025 Koper, Slovenia, 5 Agustus 2025.

Putra pun sebenarnya melanjutkan penampilan impresif. Mengatasi rasa tegang atas final perdana, Putra begitu fokus melakukan pemanjatan. Dia bahkan bisa mencapai bagian akhir dinding panjat guna menggapai puncak.

Akan tetapi, setelah mencapai volume atau pegangan ke-40, Putra terjatuh. Hasil ini membuatnya menempati peringkat ketiga dalam daftar sementara, di bawah Satone Yoshida (Jepang) yang mencapai volume ke-45 pada peringkat pertama dan Jakob Schubert (Australia) yang menggapai pegangan ke-43.

Meski berada dalam tiga besar daftar peringkat, harapan Putra meraih medali menipis karena masih ada tiga pemanjat lain yang belum menunjukkan aksinya. Tiga pemanjat itu adalah penghuni peringkat atas pada semifinal.

Pemanjat lead putra nomor satu dunia saat ini, Soratu Anraku (Jepang); juara Piala Dunia seri Koper edisi 2024, Toby Roberts (Britania Raya); dan peraih emas panjat tebing kombinasi di Olimpiade Tokyo 2020, Alberto Gines Lopez (Spanyol), menunjukkan keunggulan mereka. Mereka pun menggeser posisi Putra dari tiga besar.

Anraku keluar sebagai juara dengan 48+ atau terjatuh saat hendak menuju pegangan ke-49. Sementara itu, Lopez dengan 47+, dan Roberts dengan 46+.

Pemanjat tebing lead Indonesia, Putra Tri Ramadhani, tampil pada babak semifinal seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Bali di Pulau Peninsula kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (4/5/2025) siang.

Pelatih tim panjat tebing Indonesia Hendra Basir mengatakan, persaingan di level dunia memang cukup sengit dengan margin poin yang tipis. Dengan demikian, atlet sebisa mungkin mengurangi kesalahan mendasar, seperti gerakan yang tidak sempurna yang bisa membuat pegangan terlepas atau menguras tenaga.

Walakin, hasil Putra di Koper menjadi pencapaian terbaik atlet asal Jawa Timur ini. Putra total lima kali mengikuti seri Piala Dunia, tetapi dalam empat partisipasi sebelumnya bahkan kesulitan menembus 10 besar.

Pada debutnya di seri Piala Dunia 2022 Jakarta, Putra finis pada peringkat ke-31. Tiga tahun berselang pada edisi 2025, Putra mengawalinya dengan menempati posisi ke-17 di Bali, Indonesia. Dia kemudian menempati peringkat ke-16 di Innsbruk, Austria, dan Madrid, Spanyol.

Pencapaian ini sekaligus menjadi torehan terbaik atlet panjat disiplin lead di Piala Dunia. Indonesia telah meloloskan tiga pemanjat ke babak final, yakni Raviandi Ramadhan, M Rizky Simatupang, dan Putra.

Raviandi menembus final dalam debutnya di Piala Dunia 2022 Jakarta. Dia finis pada posisi ke-8 atau paling buncit. Hasil serupa diraih Rizky saat tampil di final Piala Dunia 2025 Bali.

Pemanjat tebing lead Indonesia, M Rizky Syahrafli Simatupang, tampil pada babak semifinal seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Bali di Pulau Peninsula kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (4/5/2025) siang. Rizky melaju ke babak final setelah menjadi peringkat ketujuh dari total 24 peserta semifinal.

Meski demikian, para pemanjat lead berhasil menorehkan pencapaian-pencapaian gemilang pada tahun ini. Pencapaian Rizky yang menembus final untuk pertama kalinya, serta pencapaian serupa oleh Putra, menunjukkan mereka perlahan mulai menunjukkan diri dan bersaing di pentas dunia.

Sebelum itu, atlet putri Sukma Lintang Cahyani juga menorehkan pencapaian dengan menembus 20 besar dunia. Di seri Piala Dunia 2025 di Wujiang, China, Lintang berhasil menembus babak semifinal. Lintang finis sebagai penghuni peringkat ke-18 dari 24 peserta. Ini pencapain terbaik pemanjat lead putri Indonesia di Piala Dunia.

Mulai 2025, Lintang dan atlet lead Indonesia lainnya memang lebih sering diikutkan kompetisi. Tujuannya memang tidak langsung prestasi, tetapi belajar bersaing dengan pemanjat internasional lain. Adapun tujuan utama mereka adalah mampu bersaing di Olimpiade Los Angeles 2028.

”Target tertingginya (lead) adalah finalis Olimpiade Los Angeles 2028. Ini target tertingginya. Berbeda dengan speed, ya, target tertingginya adalah mempertahankan medali emas,” ucap Hendra Basir.

Atlet panjat tebing Indonesia disiplin lead, Sukma Lintang Cahyani, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di halaman parkir Hotel Santika Kota Harapan Indah, Bekasi, Sabtu (19/4/2025).

Sebelum speed debut di Olimpiade Paris 2024, lead bersama boulder dalam nomor kombinasi telah dilombakan lebih dulu di Olimpiade Tokyo 2020. Namun, di Indonesia, lead kalah pamor dari speed yang bisa berlangsung hanya dalam hitungan detik dalam setiap pemanjatan. Dari disiplin speed pula, Indonesia menorehkan sejarah dengan meraih medali emas lewat Veddriq Leonardo.

Alih-alih kecepatan seperti speed, lead lebih menguji ketangkasan dan ketahanan pemanjat. Jalur pemanjatan selalu berubah tergantung tingkat kesulitan. Apabila tidak ada pemanjat yang mencapai puncak, pemenang ditentukan dari siapa pemanjat yang mampu mencapai titik poin paling tinggi antara satu hingga 50.

Tim lead Indonesia mulai aktif mengikuti kompetisi karena mereka telah memasuki fase kedua dalam persiapan jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Pada fase pertama tahun 2020-2024, letihan berfokus pada pengembangan dan pembangunan fondasi atlet. Dalam tahap ini, daya tahan jadi fokus utamanya.

Kini, nama para atlet lead, yang sebelumnya ”tenggelam” atau terhalang pamor speed, mulai muncul ke permukaan. Setiap atlet lead Indonesia berlaga, komentator hampir selalu menyinggung tentang kekuatan Indonesia di disiplin speed. ”Mari kita lihat apa yang bisa mereka lakukan di lead,” kata atlet Slovenia, Jennifer Buckler, yang jadi komentator final di Koper.

Apa yang bisa atlet Indonesia lakukan di lead? Perlahan, mereka memberikan jawabannya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji