Pasar Global Bergejolak akibat Tarif Trump

Bursa saham turun, penyerapan tenaga kerja rendah. Trump menyalahkan ahli statistik dan memecatnya.

02 Agt 2025 10:33 WIB · Internasional

Oleh Laraswati Ariadne Anwar

WASHINGTON DC, SABTU — Bursa saham global anjlok gara-gara pengumuman terbaru tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Rendahnya daya beli masyarakat dan meningkatnya angka pengangguran kian membuat perekonomian merosot.

Per Sabtu (2/8/2025) dilaporkan, bursa saham di New York (AS), Hong Kong (China), dan London (Inggris) turun. Indeks saham perusahaan S&P 500 turun 1,6 persen atau terendah di 2025. Nasdaq turun 2,2 persen dan Dow Jones merosot 1,2 persen.

Sehari sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa penerapan tarif impor balasan aktif per 7 Agustus 2025. Tenggat awalnya adalah Jumat (1/8/2025), tetapi kemudian diundur sepekan guna memberi waktu bagi negara-negara yang masih berunding.

Sebanyak 77 negara sudah ditetapkan tarifnya, termasuk Indonesia di angka 19 persen. Kisaran tarif untuk 77 negara itu 21-41 persen. Indonesia, Vietnam, Jepang, Filipina, dan Korea Selatan masuk di dalam kelompok negara yang berhasil merundingkan tarif agar diturunkan dari angka saat ”Hari Pembebasan” 2 April 2025.

Containers are stacked with the Olympic Stadium in the background at the Port of Montreal in Montreal, Quebec, Canada, on August 1, 2025. US President Donald Trump unveiled new tariffs on July 31 on nearly 70 countries -- including a blistering 35 percent on neighbor Canada -- as he seeks to reshape global trade to benefit the US economy. However, in a minor reprieve that opens the door to further negotiations, the White House said the measures will take effect in a week for most countries, not Friday as previously expected. (Photo by ANDREJ IVANOV / AFP)

Kanada, tetangga di utara AS, malah dinaikkan tarifnya dari 25 persen menjadi 35 persen. Trump berdalih, Kanada gagal mencegah masuknya narkoba, terutama fentanil dari Kanada ke AS.

Tuduhan itu ditampik oleh Kanada. Tidak sampai 1 persen fentanil yang beredar di AS berasal dari Kanada. Perbatasan AS-Kanada termasuk salah satu yang paling ketat dijaga di dunia.

Banyak pengamat menyimpulkan, kenaikan tarif oleh Trump itu karena Kanada mengumumkan hendak mengakui kemerdekaan Palestina di sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Banga per September 2025.

Meksiko, tetangga selatan AS, masih berunding. Sejatinya, Meksiko, AS, dan Kanada terikat perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara yang dilanggar Trump dengan penetapan tarif impor secara sepihak ini.

”Kami terus bernegosiasi di semua bidang terkait supaya kedua belah pihak diuntungkan,” kata Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum.

Brasil, perekonomian terbesar di Amerika Selatan, oleh Trump diganjar tarif impor 50 persen. Trump menggunakan tarif untuk menekan Brasil secara politik. Ia meminta Mahkamah Agung Brasil membebaskan Presiden Brasil 2019-2024 Jair Bolsonaro, salah satu temannya.

Bolsonaro sedang diadili atas tuduhan makar, ujaran kebencian, dan menyulut kekerasan. Ia tidak terima dikalahkan oleh Inacio Lula da Silva di pemilihan umum dan memerintahkan pendukungnya menyerang gedung komisi pemilu di Brasilia. Bolsonaro terancam hukuman 40 tahun penjara.

Trump menjatuhkan sanksi kepada Hakim Agung Brasil Alexandre de Moraes. ”Sanksi ini tidak mengubah apa pun. Keadilan harus ditegakkan dan tanpa intervensi asing,” kata Moraes.

Pecat ahli statistik

Sementara di AS, perekonomian menurun karena daya beli masyarakat berkurang. Biro Statistik Ketenagakerjaan AS (BLS) melaporkan, angka serapan tenaga kerja per Juni hanya 73.000 orang.

Padahal, selama Mei-Juni ada 258.000 pemutusan hubungan kerja. PHK ini dilakukan oleh berbagai kementerian/lembaga pemerintah dalam proses efisiensi. Sejumlah perusahaan swasta juga melakukan PHK akibat tekanan ekonomi.

”Kita dalam lingkaran tekanan. Tarif berlaku, harga barang naik, lowongan pekerjaan kurang. Perputaran ekonomi mandek,” kata analis firma CFRA, Sam Stovall.

Tanggapan Trump atas fenomena ini ialah memberhentikan Kepala BLS Erika McTarfer. Di pelantar Truth Social, Trump menuduh McTarfer yang dilantik pada masa Presiden AS 2021-2025 Joe Biden tidak becus.

”Saya akan mengganti dia dengan orang kepercayaan saya supaya angka-angkanya bagus,” cuit Trump.

Demonstrators burn a US flag during a protest in defense of national sovereignty after trade tariffs and sanctions were imposed by the US government on Brazil, near the US consulate in Rio de Janeiro, Brazil on August 1, 2025. Trump's Brazil tariff is among the highest imposed on US trading partners, and unlike with other countries, the measures have been framed in openly political terms, sweeping aside centuries-old trade ties and a surplus that Brasilia put at $284 million last year. (Photo by Mauro PIMENTEL / AFP)

Keputusan ini menuai kritik dari berbagai pihak. Mereka mengatakan, Trump tidak mau melihat kenyataan ekonomi yang telah ia obrak-abrik. Seenaknya mengganti kepala lembaga pemerintahan dengan orang kepercayaan akan membuat kredibilitas kinerja pemerintahan jatuh.

”Apalagi, kita berbicara data. Politisasi data ini buruk bagi semua. AS tidak akan dipercaya oleh dunia karena Trump tidak bisa mengelola ekonomi,” kata Lily Roberts dari Pusat Kajian Pemajuan AS (CAP) kepada media CBS.

Harga barang diperkirakan terus naik. Di AS, patokan kenaikan harga salah satunya ialah hamburger. Makanan ini berupa dua tangkup roti dengan sepotong daging giling di tengahnya. 

Hamburger adalah makanan yang murah dan bisa diakses oleh warga dari kelompok paling rentan sekalipun. Harga daging sapi per Juni sudah naik 10,3 persen. Walhasil, harga hamburger juga akan naik.

Harga rempah-rempah yang naik dipastikan memukul industri kuliner, termasuk restoran. ”Negosiasi baru selesai dengan Indonesia, salah satu negara pengekspor rempah,” kata Ketua Asosiasi Pedagang rempah AS (ASTA) Laura Shumow.

Selain dari Indonesia, AS mengimpor rempah dari India, Madagaskar, dan Sri Lanka. Proses perundingan tarif dengan keempat negara itu belum selesai. Apalagi, India akan dihukum oleh Trump karena masih mengimpor minyak dari Rusia.

Dari semua negara yang sudah selesai berunding dengan AS, Perancis akan menggelar perundingan lanjutan. Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Noel Barrott mengatakan kepada France Info, mereka harus memastikan produk minuman anggur, otomotif, teknologi, dan sektor jasa dari negara bisa terus diturunkan tarifnya.

Afrika Selatan juga ingin menggelar perundingan lanjutan. Walaupun tarifnya sudah diturunkan oleh Trump, perekonomian Afsel belum cukup kuat menerima imbasnya. Apalagi, angka pengangguran di negara itu mencapai 32 persen sehingga pemerintahnya harus memastikan tidak ada industri yang gulung tikar. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Laraswati Ariadne Anwar
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji