Di ulang tahun yang ke-70, Paus Leo XIV tetap merasa berkekurangan ilmu. Ia terus belajar dan berkembang. Film tentang Paus Leo XIV segera beredar.
15 Sep 2025 10:30 WIB · Internasional
Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Roma Paus Leo XIV merayakan ulang tahun ke-70 pada Minggu (14/9/2025). Ia mengatakan, masih banyak hal yang harus ia pelajari sebagai pemimpin maupun orang yang bertanggung jawab terhadap Vatikan, umat Katolik Roma sedunia, dan kemanusiaan.
”Saya menemukan jalan sebagai abdi Tuhan. Namun, soal menjadi pemimpin, ini hal lain. Masih ada banyak sekali yang harus saya pelajari,” kata Paus Leo di Vatikan, Minggu .
Ia menggambarkan pengalamannya diangkat tidak hanya sebagai pemimpin Gereja Katolik Roma, tetapi juga Vatikan, bagaikan diceburkan ke kolam yang dalam. Ia harus langsung belajar dan berusaha berenang supaya tidak tenggelam.
Ulang tahunnya dirayakan di Vatikan. Spanduk bertuliskan ucapan ”selamat ulang tahun” dalam bahasa Inggris, Spanyol, dan Italia menghiasi kota tersebut. Paus Leo menyempatkan diri menyapa umat. Setelah itu, ia memimpin misa ekunemikal guna menghormati para martir di abad ke-21.
”Teman-teman tersayang, tampaknya kalian tahu hari ini saya genap 70 tahun. Saya berterima kasih kepada Tuhan, kedua orangtua, dan semua orang yang mendoakan saya,” kata Paus Leo.
Kalau marah-marahan begitu di rumah, kami tidak akan diberi makan malam oleh ibu.
Sapaan dia disambut sorak-sorai dari umat yang memadati Alun-alun Santo Petrus. Paus terus tersenyum dan melambai kepada umat yang bersemangat.
Media Vatikan juga mengeluarkan iklan film dokumenter terbaru mengenai Paus Leo. Film itu berjudul Leo from Chicago (Leo dari Chicago). Tanggal tayangnya belum diumumkan. Menurut rencana, film akan diputar di semua media milik Vatikan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/15/6e2b1ea7-fd37-44f5-99d3-7139dd84cfe0_jpg.jpg)
Dalam wawancara dengan wartawan Elise Ann Allen, Paus Leo berbagi tentang hal-hal kecil dan besar yang membantunya memahami dunia selama ini. Contoh yang paling sederhana ialah mengenai perbedaan di keluarga. Hasil wawancara diterbitkan di media Katolik Crux milik Allen dan harian El Comercio di Peru.
Paus Leo XIV lahir dengan nama Robert Prevost pada 14 September 1955 di Chicago, Negara Bagian Illinois, Amerika Serikat. Ia bungsu dari tiga bersaudara. Kedua kakaknya laki-laki semua dan masih menetap di AS.
Layaknya warga AS yang berdarah campuran, Paus Leo beserta kakak-kakaknya, John Joseph Prevost dan Louis Martin Prevost juga demikian. Di dalam diri mereka mengalir darah Spanyol, Italia, Perancis, dan Afrika-Amerika. Kedua orangtua mereka adalah guru.
Sedari kecil, ketiga Prevost bersaudara menggemari tim bisbol White Sox. Sebaliknya, ibu mereka, Mildred Prevost, adalah penggemar berat Chicago Cubs. Kefanatikan terhadap tim olahraga ini tidak mengganggu kehidupan keluarga Prevost.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/15/8b38a3dc-51d7-449d-a96f-6e57ee0f1751_jpg.jpg)
Setelah bergabung dengan Gereja Katolik Roma, Robert Prevost menjalankan misi di Peru, yakni di Trujillo dan kemudian di Chiclayo selama 20 tahun.
Dari sana, ia memperoleh kewarganegaraan Peru sebagai yang kedua setelah AS. Ia mengatakan, mendukung tim AS maupun Peru di Piala Dunia.
”Dalam dunia olahraga, sportivitas itu berarti bersaing dengan sehat dan bersahabat. Bukan berlomba dalam kemarahan. Soalnya, kalau marah-marahan begitu di rumah, kami tidak akan diberi makan malam oleh ibu,” tutur Paus Leo.
Hal lain yang diamati Paus ialah melebarnya jurang kesenjangan. Ia mengomentari peristiwa bahwa Elon Musk sebentar lagi akan menjadi triliuner pertama di dunia. Kemapanan ekonominya jauh sekali berbeda dengan rakyat jelata. ”Jika kekayaan adalah hal yang kini satu-satunya dianggap berharga, umat manusia sungguh dalam masalah,” ujar Paus.
Sebelum merayakan ulang tahunnya, Paus Leo disibukkan banyak hal. Pekan lalu, ia melakukan beatifikasi untuk Carlo Acutis yang dijuluki santo milenial pertama. Acutis, pemuda yang taat beribadah dan menyebar pesan-pesan spiritual di media sosial, meninggal akibat leukemia pada 2016 di umur 15 tahun.
Paus Leo juga terus menyerukan gencatan senjata di Gaza. Awal bulan September, ia bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog. Paus mengatakan, gencatan senjata dan Solusi Dua Negara adalah jalan keluar dari tragedi kemanusiaan bangsa Palestina.
Penolakan terhadap senjata api juga tegas dikemukakan oleh Paus Leo dalam misanya. Ia menuturkan, dunia mengalami pandemi senjata api. Kekerasan demi kekerasan dilakukan gara-gara akses bebas dan mudah terhadap alat pembunuh itu.
Ketika ditahbiskan menjadi paus, Paus Leo berusia 69 tahun atau yang termuda kedua dalam sejarah. Sebelumnya, Kardinal Karol Wojtyla berumur 58 tahun pada 1978 ketika diangkat menjadi Paus Yohanes Paulus II.
Duta Besar AS untuk Vatikan Brian Burch menghadiahkan Paus Leo kue tar cokelat. Kue itu khusus dibuat di toko roti Portillo yang terkenal di Chicago dan diterbangkan ke Vatikan.
Di Chicago, ulang tahun Paus Leo juga dirayakan dengan semarak. Bahkan, di Desa Dolton, tempat Paus lahir dan besar, diadakan pesta merayakan akamsi yang sekarang menjadi pemimpin Vatikan. Desa Dolton berada 32 kilometer dari Chicago.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/15/ffa624f8-1969-438f-bd4c-e49df1a7fbdb_jpg.jpg)
Rumah tempat Paus Leo sekeluarga tinggal dulu telah dibeli oleh pemerintah daerah. ”Kami menjadikannya museum napak tilas kehidupan Paus Leo,” kata Kepala Desa Dolton Jason House.
Ia menjelaskan, museum itu tidak hanya untuk menghormati warga AS pertama yang terpilih sebagai Pemimpin Gereja Katolik Roma. Misi penting museum ialah mengajak semua orang yang berkunjung untuk membuka hati dan bersifat toleran terhadap sesama.
Keberadaan museum itu di Desa Dolton juga penting. Chicago sebagai kota besar dengan masyarakat majemuk kerap menghadapi konflik akibat kesenjangan ekonomi dan diskriminasi.
”Museum ini dikelola dan dirawat oleh warga. Rumah sederhana ini simbol kebersamaan dan kerja sama warga Dolton yang walaupun kecil terdiri dari beragam suku bangsa,” kata House kepada harian Chicago Tribune.
Sementara itu, kota Chiclayo di Peru juga merayakan ulang tahun Paus Leo. Ketika ia dilantik pada 8 Mei 2025, dari balkon menghadap Alun-alun Santo Petrus, Paus Leo mengucapkan salam kepada warga Chiclayo.
Sejak saat itu, Chiclayo menjadi salah satu tujuan wisata religi bagi umat Katolik. Hal ini menguntungkan kota dari segi industri pariwisata. Bahkan, pemerintah kota menghitung, potensinya mencapai 40 juta dollar AS.
Kepada CBS, pemilik biro wisata lokal di Chiclayo, Maria Isabel Espinal, mengatakan, wisata napak tilas Paus Leo membuka lowongan pekerjaan bagi ribuan warga lokal. Hotel, restoran, dan toko-toko menikmati hasilnya.
Salah satu tempat tujuan yang paling populer ialah Kafe Trebol, tempat Paus Leo yang ketika itu masih dipanggil Kardinal Prevost biasa makan siang. Bahkan, Carlos, pelayan yang biasa melayani Paus Leo, kini dengan senang hati melayani para wisatawan. ”Saya selalu mendoakan teman saya supaya sehat-sehat saja,” kata Carlos. (AP/REUTERS)
Penulis:
Laraswati Ariadne AnwarEditor:
Kris MadaPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan