Pelanggar Aturan Ganjil Genap Saat Mudik Dialihkan ke Jalur Lain

Sistem ganjil genap berlaku sepanjang 374 kilometer dari Km 47 hingga Km 414 Tol Trans-Jawa. Jika volume kendaraan meningkat, akan diberlakukan ”one way”.

26 Mar 2025 10:52 WIB · Nusantara

Oleh Nikolaus Harbowo, Stephanus Aranditio

Pemerintah menyiapkan sistem ganjil genap sebagai salah satu bentuk rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan di jalan tol saat puncak arus mudik. Namun, pemudik yang melanggar aturan ganjil genap tidak ditilang di tempat, tetapi dialihkan ke jalur lain. Penindakan pelanggar sistem ganjil genap memanfaatkan sistem tilang elektronik.

Ganjil genap akan diberlakukan di ruas Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 47 sampai Tol Semarang-Batang Kilometer 414. Sistem ganjil genap juga akan diberlakukan di Jalan Tol Tangerang-Merak Kilometer 31 sampai Kilometer 98. Penerapannya bakal dilakukan sejak Kamis (27/3/2025) pukul 14.00 hingga Minggu (30/3/2025) pukul 24.00.

Logo Liputan Lebaran 2025

Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen (Pol) Raden Slamet Santoso mengatakan, pihaknya akan mengawasi penerapan sistem ganjil genap di sejumlah titik yang telah ditentukan. Nantinya, jika ditemukan kendaraan dengan nomor polisi yang tidak sesuai tanggalnya, kendaraan itu akan langsung diarahkan ke jalur-jalur yang tidak diberlakukan ganjil genap.

”Dialihkan ke jalur-jalur yang tidak berlaku ganjil genap,” ujarnya di Jakarta, Selasa (25/3/2025).

Slamet mengatakan, tidak ada sistem tilang konvensional atau pemberhentian kendaraan bagi pelanggar ganjil genap saat mudik Lebaran. Sebab, penindakan aturan ganjil genap akan melalui sistem tilang elektronik atau kamera electronic traffic law enforcement (ETLE).

Foto udara Rest Area 130A, Tol Cikopo-Palimanan, Subang, Jawa Barat, Selasa (25/3/2025). Astra Infra Toll Road mencatat, dari pukul 00.00 hingga 12.00 WIB terdapat 16,9 ribu kendaraan yang melintasi Cikopo menuju arah Cirebon. Angka tersebut meningkat 17,1 persen dibandingkan hari kemarin pada jam yang sama. Walaupun terjadi peningkatan, arus lalu-lintas di ruas Tol Cikopo-Palimanan terpantau lancar. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 25-03-2025

Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho mengingatkan, skema ganjil genap ini telah diberlakukan sejak Minggu (23/3/2025). Meski aturan ini bersifat imbauan, ia berharap pemudik dapat menaatinya sehingga arus lalu lintas terjaga.

”Silakan untuk bisa mengatur sendiri keberangkatannya, terutama yang menggunakan jalan, diharapkan kesadaran dari pemudik untuk bisa mengatur sendiri sehingga bisa memecah kepadatan,” tuturnya.

Selain ganjil-genap, kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di Tol Trans-Jawa berupa lawan arus (contraflow) dan satu arah (one way). Rekayasa lalu lintas berlaku mulai ruas Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 40 hingga ruas Tol Semarang-Batang Kilometer 414.

Rinciannya, sistem lawan arus akan diberlakukan mulai Kilometer 40 hingga Kilometer 70. Adapun rekayasa berupa sistem satu arah berlaku mulai Kilometer 70 hingga Kilometer 414 di Tol Trans-Jawa.

Foto udara Rest Area 130A, Tol Cikopo-Palimanan, Subang, Jawa Barat, Selasa (25/3/2025). Astra Infra Toll Road mencatat, dari pukul 00.00 hingga 12.00 WIB terdapat 16,9 ribu kendaraan yang melintasi Cikopo menuju arah Cirebon. Angka tersebut meningkat 17,1 persen dibandingkan hari kemarin pada jam yang sama. Walaupun terjadi peningkatan, arus lalu-lintas di ruas Tol Cikopo-Palimanan terpantau lancar. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 25-03-2025

Penerapannya terbagi dalam dua tahap. Pertama, rekayasa lalu lintas dimulai Kamis (27/3/2025) pukul 14.00 hingga Sabtu (29/3/2025) pukul 24.00 serta Senin (31/3/2025) pukul 11.00 hingga Selasa (1/4/2025) pukul 18.00.

”Apabila terjadi puncak arus mudik, biasanya H-3 Idul Fitri. Itu akan kami berlakukan one way, namanya one way nasional. Itu akan kami lakukan,” kata Agus.

Meskipun demikian, ia menekankan bahwa penerapan skema lawan arus dan satu arah tergantung situasi di lapangan. Skema lawan arus akan diterapkan apabila jumlah kendaraan yang melintas di Kilometer 50 mencapai 5.500 kendaraan per jam. Begitu pula skema satu arah akan diberlakukan apabila kendaraan yang melintas di Kilometer 71 mencapai 6.200 kendaraan per jam.

”Indikator-indikator itu kalau memang tidak sampai, kemungkinan tidak akan kami berlakukan. Namun, menurut rencana, untuk one way itu H-3 atau tanggal 28 Maret. Itu diprediksi puncak arus mudiknya di situ,” tutur Agus.

Infografik Pengaturan Lalu Lintas Arus Mudik dan Arus Balik di Tol Trans-Jawa

Sementara itu, PT Jasa Marga (Perseo) Tbk menyebutkan, sebanyak 603.658 kendaraan telah meninggalkan Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi pada 21-24 Maret 2025 atau H-10 hingga H-7 Lebaran. Mayoritas kendaraan tersebut mengarah ke Tol Trans-Jawa dan Bandung.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk atau Jasa Marga menyebut, data 603.658 kendaraan yang telah meninggalkan Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) merupakan data akumulasi dari arus lalu lintas di Gerbang Tol Cikampek Utara (menuju Trans-Jawa), Kalihurip Utama (menuju Bandung), Cikupa (menuju arah Merak), dan Ciawi (menuju arah Puncak).

Total kendaraan tersebut naik 11,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024 dan hanya naik 3,6 persen jika dibandingkan dengan arus lalu lintas normal atau hari biasa.

Warga mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Rest Area 102A, Jalan Tol Cikopo-Palimanan, Subang, Jawa Barat, Selasa (25/3/2025). Menjelang puncak mudik Lebaran yang diprediksi terjadi pada 28 Maret 2025, sejumlah rest area di ruas Tol Cikopo-Palimanan bersiap. Sejumlah fasilitas seperti toilet, mushola, tempat makan, dan posko kesehatan siap menampung para pemudik. Para pemudik diimabu untuk beristirahat maksimal 30 menit. Itu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan di rest area. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 25-03-2025

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana mengatakan, sebanyak 144.511 kendaraan meninggalkan Jabotabek melalui empat gerbang utama pada Senin (24/3/2025) atau H-7 Lebaran. Jumlah ini naik 10 persen daripada hari normal.

”Kami juga mencatat arus lalu lintas menuju wilayah timur dan wilayah selatan, khususnya arus lalu lintas ke arah Trans-Jawa dan arah Puncak. Hasilnya, pada Senin (23/3/2025) terdapat peningkatan kendaraan keluar,” ucap Lisye melalui keterangan tertulis, Selasa (25/3/2025).

Distribusi lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek, menurut dia, terbagi menjadi tiga arah. Dari total 603.658 kendaraan, sebanyak 276.342 kendaraan (45,8 persen) menuju arah timur (Trans-Jawa dan Bandung). Sisanya, 190,474 kendaraan (31,6 persen), menuju arah barat (Merak), dan 136.842 kendaraan (22,7 persen) menuju arah selatan (Puncak).


Kerabat Kerja

Penulis:

Nikolaus Harbowo, Stephanus Aranditio
 | 

Editor:

Iqbal Basyari
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji