Manajemen talenta unggul Indonesia terus diperkuat dengan pembinaan dan penguatan pada STEM, koding, kecerdasan buatan, dan pendidikan karakter.
02 Agt 2025 12:03 WIB · Pendidikan & Kebudayaan
JAKARTA, KOMPAS — Upaya untuk memastikan anak-anak yang memiliki talenta unggul mendapatkan kesempatan agar terus berprestasi di berbagai bidang terus diperkuat. Program baru disiapkan manajemen talenta Indonesia untuk mewujudkan sumber daya manusia Indonesia unggul dan berkarakter di masa depan semakin sistematis.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Suharti mengatakan, tantangan utama pendidikan Indonesia bukan hanya pemerataan akses. Mutu, khususnya, harus diperkuat. Profil lulusan setiap murid diharapkan memiliki keterampilan abad ke-21 yang tidak bisa diabaikan.
Data Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan mayoritas siswa Indonesia belum mencapai level kecakapan minimum dalam literasi membaca, matematika, dan sains. Atas dasar itu, anak-anak bertalenta unggul harus dibina agar potensi dalam dirinya berkembang.
”Minat dan pengenalan murid terhadap STEM (science, technology, engineering, and mathematics), koding, kecerdasan artifisial, dan pendidikan karakter ini perlu kita perkuat karena faktor ini yang masih belum merata di seluruh wilayah Indonesia,” kata Suharti, Sabtu (2/8/2025).
Untuk itu, Kemendikdasmen akan membina talenta-talenta berprestasi di bidang riset dan inovasi, khususnya peserta didik dan para pembina atau pemandu talenta. Pembinaan itu dikemas dalam program bina talenta yang berbasis daring.
Program ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam melakukan riset kontekstual berbasis pendekatan STEM dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence), sekaligus memperkuat kapasitas guru dan pembina dalam membimbing riset inovatif secara berkelanjutan.
Ini bagian dari desain besar manajemen talenta nasional dan menjadi strategi penting dalam visi pendidikan bermutu.
Program ini dibuat berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (DBMTN) dan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
”Lebih dari sekadar pelatihan, ini merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk ekosistem pembinaan yang berkelanjutan,” ucap Suharti.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen Maria Veronica Irene Herdjiono menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi. Program tersebut hanyalah wadah untuk mengembangkan dan membina talenta mereka agar terarah.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/29/d3e2059714ae1710ac6dd948d796fb03-WhatsApp_Image_2025_07_29_at_12.25.34_PM.jpeg)
Program Bina Talenta Indonesia menyasar pada murid jenjang pendidikan dasar (SMP/MTs/sederajat) dan jenjang pendidikan menengah (SMA/MA/SMK/MAK/sederajat).
Para siswa tersebut mesti memiliki predikat minimal sebagai peserta ajang di tingkat kabupaten/kota pada ajang Puspresnas dan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), seperti Olimpiade Sains Nasional dan Lomba Kompetensi Siswa, atau pada ajang yang sudah terkurasi yang diadakan pada tahun 2024 dan 2025.
Selain itu, program ini diikuti para pemandu talenta yang merupakan guru pada jenjang SMP/MTs/sederajat dan SMA/MA/SMK/MAK/sederajat yang aktif membina talenta murid, baik sebagai pembina ekstrakurikuler maupun guru pembina ajang talenta.
”Ini bagian dari desain besar manajemen talenta nasional dan menjadi strategi penting dalam visi pendidikan bermutu untuk semua. Ini ruang pembinaan sistematis dan berkelanjutan bagi murid yang menunjukkan prestasi sekaligus bagi guru sebagai pemandu talenta,” tutur Maria.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/24/911f70e5-e735-4d66-95b5-f30b45c11788_jpg.jpg)
Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen Laksmi Dewi menambahkan, para murid harus menguatkan nilai-nilai karakter yang menekankan pada delapan dimensi profil lulusan, yakni keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
Dengan nilai-nilai itu, murid akan bisa menerapkan kemampuan yang diperoleh dalam pembelajaran untuk memecahkan masalah-masalah sebenarnya di dunia nyata. ”Jadi, seluruhnya kami ingin terwujud secara utuh menjadi satu kompetensi para murid kita,” kata Laksmi.
Pendaftaran Bina Talenta Indonesia dimulai pada 2-15 Agustus 2025, lalu seleksi akan dilaksanakan pada 16-21 Agustus 2025, dan pengumuman pada 22 Agustus. Selanjutnya, persiapan dan pelatihan pada 25-29 Agustus dan terakhir pelatihan akan diadakan pada September-November 2025 secara daring.
Penulis:
Stephanus AranditioEditor:
Evy RachmawatiPenyelaras Bahasa:
Nur Adji