Gubernur California Gavin Newsom menuduh Presiden AS Donald Trump otoriter. Trump balas mengatakan, Newsom layak ditangkap. Unjuk rasa masih terjadi di LA.
10 Jun 2025 10:45 WIB · Internasional
LOS ANGELES, SELASA - Unjuk rasa masih berlangsung di Los Angeles, California, Amerika Serikat. Dalam perkembangan terakhir, Presiden AS Donald Trump mengatakan alangkah baik jika Gubernur California Gavin Newsom ditangkap. Tak hanya itu, Senin petang waktu AS atau Selasa (10/6/2025) pagi waktu Jakarta, Trump juga mengotorisasi pengerahan 2.000 anggota Garda Nasional tambahan ke Los Angeles.
Selain itu, Pentagon juga dikabarkan telah mengirim 700 marinir dari Twentynine Palms, sebuah pangkalan militer di California. Mereka ditugaskan untuk menjaga aset federal dan mendukung Garda Nasional yang telah bertugas. Pengerahan marinir itu disebutkan bersifat temporal atau sementara sebelum Garda Nasional tambahan tiba.
Sudah tiga hari protes masyarakat menolak keputusan Trump mendeportasi imigran ilegal berjalan. Pada Senin (9/6/2025), massa membakar taksi nirpengemudi Waymo karena kontra dengan aparat penegak hukum. Trump pun mengerahkan setidaknya 1.000 anggota Garda Nasional untuk menangani situasi yang sempat pecah menjadi kerusuhan.
Di tengah kekacauan di lapangan, juga terjadi kekacauan di antara para elite politik. Pemerintah Federal AS berseteru dengan Pemerintah Negara Bagian California. Washington mengkritik Sacramento karena menentang keputusan Trump merazia dan mendeportasi imigran gelap.
Sacramento, dalam hal ini Gubernur California Gavin Newsom mengatakan bahwa razia dan deportasi adalah tindakan ilegal. Selama warga tidak berbuat kejahatan, pemerintah tidak boleh mencari-cari kesalahan.
Newsom juga memprotes keputusan Trump menurunkan Garda Nasional tanpa berkoordinasi dengannya. Ia menyebut, tindakan Trump otoriter. Presiden tidak boleh menginvasi kewenangan gubernur. Melalui Jaksa Agung California Rob Bonta, Sacramento menggugat Trump ke pengadilan.
Utusan Khusus Presiden AS untuk Perbatasan Tom Homan kemudian mengatakan, tidak ada yang bisa lolos dari hukum, termasuk pejabat. Razia dan deportasi imigran telah menjadi keputusan pemerintah pusat dan tidak boleh dihalang-halangi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/10/86901747-c064-4de2-9adc-4f923f946689_jpg.jpg)
Mendengar ucapan Homan itu, Newsom menanggapi ketika diwawancara oleh MSNBC. "Kalau begitu, tangkap saja saya. Kalian kan tahu saya berada di mana," ujarnya.
Homan lalu merespons dalam wawancara di Fox News. Ia kembali menekankan bahwa tidak ada yang boleh menghalang-halangi keputusan pemerintah federal. Meskipun begitu, Homan menekankan tidak ada pembahasan di Washington DC mengenai rencana penangkapan Newsom.
Hal ini berubah ketika Trump mengungkitnya di dalam jumpa pers di Gedung Putih. Ia ditanya secara umum mengenai adu kebijakan pusat dan negara bagian antara Homan dan Newsom. Trump tersenyum.
"Saya rasa, kalau saya menjadi Tom, saya tangkap Gavin. Gavin suka publisitas, tapi menangkapnya akan jadi hal yang hebat karena dia payah," kata Trump.
Ia lalu menuduh orang-orang yang menentang keputusannya soal deportasi migran sebagai dalang kerusuhan. Mereka semua semestinya dipenjara.
Trump sejak masa jabatan Jilid I pada 2017-2021 sudah tidak akur dengan Newsom. Ketika itu, Newsom mengkritik pemerintah federal yang tidak becus menangani pandemi Covid-19. Trump balas mengkritik Newsom berlebihan menerapkan protokol kesehatan, antara lain pembatasan sosial dan pemakaian masker.
Pada Januari 2025, Trump mengkritik Newsom tidak bisa menangani kebakaran lahan di Los Angeles. Newsom balas mengatakan perubahan iklim mengakibatkan kekeringan lahan dan air. Semestinya, Washington mengirim bantuan, bukan mempolitisasi musibah itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/09/7a74b62aa5d1944418e0c6beaa83f1cf-000_36LQ2TG.jpg)
"Presiden AS yang baru menyuruh penangkapan gubernur aktif. Ini hari yang tak pernah saya bayangkan di dalam sejarah AS," cuit Newsom di X, Selasa (10/6/2025) dini hari waktu Indonesia.
Ia menuturkan, otoritarianisme telah memakan pemerintahan AS. Terlepas afiliasi biru (Partai Demokrat) dan merah (Partai Republik), perilaku otoriter tidak diperkenankan di dalam demokrasi bangsa.
Perang ini memantik kehebohan di dunia maya. Awalnya, warganet mengkritik Newsom karena kekacauan koordinasi antara Kepolisian LA di bawah perintah negara bagian dan Garda Nasional dari pusat. Warganet mengatakan, kandas sudah peluang Newsom mengikuti bursa calon presiden Partai Demokrat untuk pemilihan umum 2028.
Namun, komentar Trump membuat warganet meninggalkan keluhan mereka atas Newsom. Warganet mengkhawatirkan tanda-tanda bahwa kekuatan pemerintah pusat sudah terlalu banyak mengintervensi otonomi negara bagian.
Wakil Presiden AS JD Vance berusaha mengurai ketegangan dengan mencuit di X. "Lebih baik setiap pemangku kepentingan menunaikan tugas dengan baik," ucapnya.
Sementara elite bercekcok, CNN melaporkan bahwa 700 marinir telah diturunkan ke Los Angeles. Mereka berasal dari Pusat Pelatihan Tempur California. Sama seperti Garda Nasional, pengerahan marinir atas perintah Washington tanpa berkoordinasi dengan Sacramento.
Meskipun begitu, belum ada kejelasan mengenai tugas para marinir nanti di lapangan. Baik marinir dan Garda Nasional tidak boleh bersentuhan langsung dengan rakyat sipil, apalagi melakukan penangkapan. Sejauh ini, Garda Nasional mengawal gedung-gedung federal di Los Angeles.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/10/197e8a19-2015-4d10-b6fb-b4a4676de8a1_jpg.jpg)
Hal itu bisa berubah apabila presiden mengumumkan situasi darurat dan mengaktifkan Undang-Undang Antipemberontakan. Di situ, tentara dan Garda Nasional, diizinkan menangkapi warga sipil yang dituduh sebagai pemberontak melawan negara.
"Ini eskalasi yang tidak terkendali dan tidak diinginkan. Mengadu domba militer dengan rakyat," kata pernyataan dari Kantor Gubernur California.
Wakil Presiden AS 2021-2025 Kamala Harris juga mengecam Trump. Ia mengatakan Washington justru memperkeruh suasana, bukannya berusaha berdialog dan menenangkan massa. Sejauh ini, 44 orang ditangkap oleh para agen Badan Imigrasi dan Cukai (ICE).
Masyarakat memprotes bahwa agen ICE semena-mena menangkapi orang. Di dalam kasus razia imigran, banyak warga AS yang dengan kulit berwarna disergap agen ICE dan dituduh sebagai imigran gelap. Bahkan, ada warga AS yang salah dideportasi ke El Salvador dan dimasukkan ke penjara.
Di kota San Francisco, terpantik unjuk rasa solidaritas dengan Los Angeles. Melansir surat kabar SF Gate, Wali Kota San Francisco Daniel Lurie melaporkan ada 148 warga yang ditangkap karena berbuat rusuh.
"Mayoritas pengunjuk rasa di luar kantor ICE melakukan aksi damai," katanya.
Menurut Lurie, San Francisco bersiap ada unjuk rasa yang lebih besar. Semua diperkenankan dan dilindungi sesuai hukum, selama tidak ada tindakan kriminal. Kerusuhan Senin mengakibatkan satu bus kota rusak dan beberapa kaca toko pecah. (AP)
Penulis:
Laraswati Ariadne AnwarEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .