GRAND FINAL PROLIGA 2026

Pertaruhan Harga Diri Jakarta Pertamina dan Gresik Phonska

Final Proliga 2026 akan mempertaruhkan harga diri Jakarta Pertamina Enduro sebagai juara bertahan dan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia yang haus gelar juara.

23 Apr 2026 17:52 WIB · Olahraga

PROLIGA

Oleh Rebiyyah Salasah

Ketika Jakarta Pertamina Enduro dihadapkan pada beban untuk mempertahankan gelar, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia ditantang meraih trofi juara Proliga untuk pertama kalinya. Duel di partai final Proliga 2026 menjadi pertaruhan harga diri kedua tim yang sudah bersaing sengit sejak babak reguler.

Pertarungan Jakarta Pertamina Enduro dan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia akan dimulai pada Jumat (24/6/2026) di GOR Amongrogo, Yogyakarta. Kedua tim akan bertarung dalam sistem best of three, mengharuskan mereka bermain hingga tiga pertandingan jika dalam dua laga pertama saling mengalahkan. Tim yang berhak meraih gelar juara adalah tim yang mampu meraih dua kemenangan.

Jakarta Pertamina Enduro meraih tiket ke final setelah mengalahkan Jakarta Popsivo Polwan pada seri terakhir final four di Semarang, Jawa Tengah, pekan lalu. Sementara itu, Gresik Phonska melaju ke partai puncak lebih dulu setelah menaklukkan Jakarta Electric PLN pada seri yang sama.

Duel Jakarta Pertamina Enduro (JPE) dan Gresik Phonska di final akan menjadi pertemuan juara bertahan dan tim tradisional yang berharap meraih gelar. Kondisi itu pun membuat kedua tim sama-sama punya keuntungan. Jika Gresik Phonska beruntung karena tekanan mengejar gelar lebih ringan ketimbang mempertahankan, JPE beruntung karena punya pengalaman mengatasi tekanan pada partai kursial dan puncak.

Pemain Jakarta Pertamina Enduro Wilma Alishanova smes ke arah pemain Jakarta Electric PLN  dalam Final Four Proliga 2026  di Jawa Pos Arena, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (2/4/2026).
  
Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

”Fokus kami saat ini adalah memastikan kami siap secara fisik dan mental, serta tetap disiplin menjalankan sistem permainan yang telah kami bangun,” ujar kapten JPE, Tisya Amallya Putri.

Sejak awal, Chef de Mission (Ketua Kontingen) JPE Werry Prayogi mengatakan, timnya selalu membawa ekspektasi tinggi di setiap musim. Hal itu tak lepas dari rekam jejak prestasi JPE di Proliga yang telah juara tiga kali.

Musim ini, mereka bertekad mempertahankan gelar juara yang diraih setelah tujuh tahun menanti. JPE membasuh paceklik gelar pada Proliga 2025 dengan mengalahkan Jakarta Popsivo Polwan di partai final.

Meski begitu, Werry menyadari tidak mudah menyandang status juara bertahan. Sorotan akan lebih banyak ditujukan kepada mereka. Untuk itu, JPE melakukan perombakan tim agar gaya permainan tidak terbaca dan tidak monoton sehingga bisa mempertahankan gelar juara.

Strategi itu setidaknya mengantarkan pada peluang mempertahankan gelar dengan lolos ke partai final. Perombakan tim, termasuk mendatangkan kembali Megawati Hangestri Pertiwi, terbukti menjaga performa JPE di jalur juara.

Pemain Jakarta Pertamina Enduro Megawati Hangestri Pertiwi smes ke arah pemain Jakarta Electric PLN Neriman Ozsoy dalam Final Four Proliga 2026  di Jawa Pos Arena, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (2/4/2026).
  
Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Seperti JPE, Gresik Phonska juga sudah menetapkan target juara sejak sebelum musim dimulai. Proliga 2026 dianggap merupakan kesempatan terbaik untuk Gresik Phonska meraih gelar juara untuk pertama kalinya.

Gresik Phonska adalah tim langganan Proliga yang telah dihelat selama 24 musim ini. Sepanjang perhelatan kompetisi bola voli kasta tertinggi di Indonesia itu, Gresik Phonska hanya absen pada musim 2019. Namun, pencapaian terbaik mereka hanyalah peringkat kedua yang diraih sebanyak lima kali.

Dominasi di level lebih bawah, Livoli Divisi Utama, dengan menjadi juara pada edisi 2005, 2023, 2024, dan 2025 tak mampu berlanjut di Proliga. Berbeda dengan Livoli yang membatasi hanya pada pemain lokal, Proliga menerapkan regulasi boleh memainkan pevoli asing. Alhasil, persaingan lebih sengit.

”Selama ikut Proliga kita hanya meraih prestasi tipis-tipis. Tidak pernah kita juara, yang ada kita hanya runner-up. Musim ini adalah yang terbaik bagi kita untuk meraih juara,” ucap Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob.

Pemain Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia merayakan angka yang dibuat saat melawan Jakarta Popsivo Polwan saat Final Four Proliga 2026 di Jawa Pos Arena, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (3/4/2025). Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia tampil digdaya dengan mengalahkan Jakarta Popsivo Polwan 3-0. Setelah set pertama berjalan dengan sengit, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia melibas Popsivo dengan mudah pada set kedua. Kemenangan ini mengantarkan Gresik Phonska mengambil alih puncak Klasemen Final Four Proliga 2026 sementara dari kepemilikan Jakarta Electric PLN.


Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Keyakinan Daconi tak lepas persiapan matang timnya untuk Proliga 2026. Gresik Phonska, misalnya, mendatangkan pelatih asal Italia, Alessandro Lodi, untuk menangani tim. Lodi, yang punya pengalaman melatih tim Asia, seperti Jepang dan Filipina, dianggap sosok yang mampu mengeluarkan performa terbaik Gresik Phonska.

Phonska juga mendaratkan outside hitter Oleksandra Bytsenko alias Sasha dari Ukraina dan Annie Valentine Mitchem dari AS. Dengan Sasha pernah membela Jakarta Pertamina Fastron musim 2023 dan Annie pernah membela Jakarta Livin Mandiri 2025, mereka dinilai telah cukup mengenal atmosfer Proliga sehingga tak perlu lama adaptasi.

Sasha juga pengalaman dan prestasi cukup gemilang di kompetisi voli Asia Tenggara. Dia terakhir bermain di Filipina dan berhasil masuk ”Best 5 Top Score” di Liga Bola Voli Filipina (PVL). Sementara itu, Mitchem berpengalaman meraih prestasi di berbagai kompetisi, mulai dari Kejuaraan Klub Amerika Selatan hingga Superliga Brasil.

Kehadiran dua pemain asing ini terbukti efektif jadi senjata Gresik Phonska dalam menyerang lawan. Tak heran jika Gresik Phonska percaya diri untuk tak mengubah komposisi pemain asingnya saat punya kesempatan menjelang final four.

Pemain Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia Oleksandra Bytsenko smes  ke arah pemain Jakarta Popsivo Polwan saat Final Four Proliga 2026 di Jawa Pos Arena, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (3/4/2025). Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia tampil digdaya dengan mengalahkan Jakarta Popsivo Polwan 3-0. Setelah set pertama berjalan dengan sengit, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia melibas Popsivo dengan mudah pada set kedua. Kemenangan ini mengantarkan Gresik Phonska mengambil alih puncak Klasemen Final Four Proliga 2026 sementara dari kepemilikan Jakarta Electric PLN.


Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Pertemuan di GOR Amongrogo pada laga final akan jadi puncak persaingan JPE dan Gresik yang sejak musim reguler bersaing sengit. Hingga akhir final four, kedua tim bahkan saling mengalahkan dan bergantian menjadi juara putaran.

Sebelumnya, rivalitas JPE dan Gresik Phonska masih timpang. Kendati bersaing ketat dengan sama-sama dominan atas tim lainnya pada fase reguler, Gresik Phonska pada akhirnya selalu unggul karena bisa mengalahkan JPE. Kemenangan Gresik Phonska selalu jadi pembeda dalam persaingan mereka.

Dua kali bertemu Gresik Phonska pada fase reguler, dua kali pula JPE menelan kekalahan. Hasil negatif itu juga yang membuat JPE hanya bisa berada di bawah bayang-bayang Gresik Phonska sebagai juara putaran pertama dan kedua fase reguler.

Namun, mulai final four, JPE sudah bisa merebut kemenangan atas Phonska. Tim asuhan pelatih, Bullent Karsioglu, ini membalas kekalahan dari Gresik Phonska pada fase reguler. Kini, rekor pertemuan mereka pun imbang 2-2.

Duel Jakarta Pertamina Enduro (jersei merah) versus Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di GOR Sritex Arena, Surakarta, Kamis (9/4/2026).

Maka, pertarungan di partai final akan menjadi pertaruhan harga diri kedua tim yang punya ambisi masing-masing. JPE dan Gresik Phonska sama-sama ingin juara. Pertanyaannya, apakah sang juara adalah juga pemenang musim sebelumnya atau justru wajah baru?


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra