Perundingan keenam akan dilakukan dalam waktu dekat. Iran peringatkan AS, Israel bersiap ikut campur.
12 Jun 2025 13:15 WIB · Internasional
WASHINGTON DC, KAMIS — Perundingan nuklir Amerika Serikat dan Iran yang sudah berlangsung lima putaran masih tidak jelas juntrungannya. Kedua belah pihak kini malah mengancam saling menyerang apabila kesepakatan tidak tercapai.
Perkembangan per Kamis (12/6/2025) adalah Presiden AS Donald Trump memerintahkan evakuasi para karyawan di kedutaan besar AS di Irak, Kuwait, dan Bahrain. Hanya karyawan inti yang tetap tinggal di kantor.
”Situasinya bisa berkembang berbahaya. Makanya, mereka diungsikan dulu. Setelah itu, kita lihat perkembangannya,” kata Trump.
Ronde keenam perundingan nuklir itu akan dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan. Oman masih menjadi lokasi pertemuan delegasi AS dan Iran.
Mirip seperti lima perundingan yang lalu, perwakilan Iran dan AS tidak berbicara langsung, mereka bertukar catatan. Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi bertindak sebagai kurir.
Trump seperti sebelumnya mengutarakan bahwa ia pesimistis Washington dan Teheran bisa mencapai perjanjian. AS dari awal menyatakan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Perundingan ini karena Trump pada masa jabatan pertama, 2017-2021, secara sepihak menarik AS keluar dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) atas ”bisikan” Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/16/0405f9274c1d52d82af9fb26a3b77187-000_39HE2WZ.jpg)
JCPOA dibuat pada 2015 dan dibidani Presiden AS 2008-2016 Barack Obama. Isinya adalah negara-negara Barat secata bertahap membatalkan berbagai sanksi atas Iran jika Iran berjanji tidak akan mengembangkan senjata nuklir.
Batas aman pengayaan uranium di dalam JCPOA adalah 3,67 persen. Jumlah itu cukup untuk pemanfaatan nuklir di bidang pertanian, pengobatan, dan energi terbarukan.
Sejak AS menarik diri dari JCPOA, sejumlah laporan mengatakan, pengayaan uranium Iran telah mencapai 60 persen. Tinggal sedikit lagi mencapai 90 persen yang bisa dipakai membuat bom.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bulan lalu mengatakan, mereka memiliki bukti Iran melakukan percobaan senjata nuklir secara rahasia. Salah satu lokasinya ialah laboratorium yang disamarkan sebagai pabrik karpet.
Iran pada Rabu (11/6/2025) sukses mengetes rudal dengan hulu ledak berbobot 2 ton. Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh mengatakan, rudal Iran mampu menjangkau semua pangkalan militer AS di Timur Tengah. ”Semua niat penyerangan Iran pasti akan dibalas dengan aksi militer besar dari kita,” kata Nasirzadeh, dikutip media terafiliasi Pemerintah Iran, Tasnim.
Menurut laporan Council of Foreign Relations per Maret 2025, ada 19 pangkalan militer AS di Timur Tengah. Pangkalan tersebar di Qatar, Bahrain, Mesir, Irak, Israel, Jordania, Kuwait, Arab Saudi, Suriah, dan Uni Emirat Arab. Pangkalan terbesar ada di Qatar.
Nasirzadeh menuturkan, apabila Iran menyerang pangkalan-pangkalan itu, terjadi kerusakan parah. Pasukan AS kemungkinan besar harus angkat kaki dari Timur Tengah.
Meakipun begitu, ia menekankan bahwa uji coba rudal itu tidak bermaksud menghambat perundingan nuklir Teheran dengan Washington. ”Kesepakatan harus tercapai,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/02/6cafd86997e2900dbbb5b5c2b0f07d8e-000_48WA2G2.jpg)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, Iran sama sekali tidak mengembangkan bom nuklir. ”Sesuai fatwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei, kami tidak membuat bom. Ayo, datanglah dan buktikan sendiri,” ucapnya.
Ia lalu mengkritik pihak-pihak yang, menurut dia, melarang-larang Iran meneliti mengenai pemanfaatan energi nuklir. ”Memangnya kalian siapa dan punya hak apa menyuruh-nyuruh kami? Iran berhak melakukan riset untuk pengembangan teknologi apa pun,” tutur Pezeshkian.
Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengeluarkan peringatan terhadap Israel agar tidak mencoba-coba menyabotase perundingan tersebut. Apabila Israel mengintervensi, Iran siap menyerang tempat-tempat nuklir rahasia Israel.
Di Irak, media Al Jazeera melaporkan tidak ada tanda-tanda darurat. Kegiatan berlangsung seperti biasa walaupun ada perintah dari Washington untuk mengevakuasi para karyawan kedutaan besar AS di Baghdad.
Di Moskwa, Rusia, Wakil Menlu Sergei Ryabkov mengatakan bahwa Rusia siap mengulurkan tangan membantu mediasi perundingan. ”Rusia bisa mengekstraksi nuklir Iran untuk diubah menjadi energi yang digunakan oleh sipil,” ujarnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/20/9547ff45-82e5-4ab4-830e-50f6c37bb99b_jpg.jpg)
Media CBS melaporkan, Washington dikabari Tel Aviv bahwa Israel siap menyerang Iran kapan pun. Berdasarkan bocoran sejumlah sumber anonim, ini pula alasan Trump meminta agar berbagai kedutaan besar dikosongkan hanya ke pegawai esensial.
Utusan Khusus Presiden AS urusan Timut Tengah Steve Witkoff akan kembali memimpin delegasi AS berunding dengan Iran. Dampak dari evakuasi para karyawan kedutaan AS dan kabar bahwa Israel siap menyerang adalah harga minyak naik. Minyak mentah Brent dan WTI sama-sama naik 4 persen.
Bocoran yang diterima oleh CNN mengatakan, Trump menelepon Netanyahu pada Rabu. Ia meminta agar Tel Aviv jangan mengucapkan apapun soal niat menyerang Iran. AS, walaupun pesimistis, masih mengupayakan perundingan dan mencapai kesepakatan soal nuklir dengan Iran.
(AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Laraswati Ariadne AnwarEditor:
Kris MadaPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .