Tim panahan compound lengkapi prestasi tim recurve dengan dua emas. Juara umum dengan total enam emas di SEA Games Thailand 2025 lampaui target Kemenpora.
18 Des 2025 18:14 WIB · Olahraga
KOMPAS/REBIYYAH SALASAH
BANGKOK, KOMPAS — Seperti fajar yang akhirnya muncul setelah malam terpanjang, medali emas tim panahan compound datang sesuai ”janji”. Pencapaian di SEA Games Thailand 2025 itu dirayakan dengan begitu emosional, lengkap beserta pesan pembuktian divisi tersebut. Ini juga pembuktian tim panahan Indonesia secara keseluruhan yang sukses mempertahankan status juara umum, melampaui target Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Nurisa Dian Ashrifah dan Ratih Zilizati Fadhly kompak bersujud. Sementara Yurike Nina Bonita Pereira menutup wajah yang tak kuasa menahan air mata, begitu wasit menyatakan mereka menang. Hanya satu poin keunggulan atas tim Singapura, 228-227, dan itu sudah cukup untuk memastikan beregu putri divisi compound Indonesia meraih medali emas SEA Games Thailand 2025.
Setelahnya di Lapangan Sport Authority of Thailand, Bangkok, Kamis (18/12/2025) itu, suasana haru menular ke semua yang datang. Para pelatih, tim putra compound, tim putra dan putri recurve, hingga wartawan yang meliput larut dalam kebahagiaan. Semua bahaga, semua lega, karena emas itu akhirnya dalam genggaman meski harus ditentukan hingga satu anak panah terakhir.
Dua jam berselang, giliran Nurisa Dian Ashrifah melengkapi torehan divisi compound dengan medali emas dari nomor individu putri. Nurisa mengalahkan wakil Singapura, Xue Li Ong Madeleine, dengan skor 142-140.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/18/ec5bc4b2cff8890c0564e0d2362c9938-DSC09647.jpeg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/18/1bac81b68bb410adca90f746a650e078-DSC00586.jpeg)
Dengan tambahan dua medali emas dari compound, tim panahan Indonesia total meraih enam emas dari sepuluh nomor yang dilombakan. Indonesia pun memastikan juara umum dengan torehan enam medali emas dan dua perunggu. Seluruh atlet yang masuk final sukses memastikan gelar juara.
”Ah, aku ingat banget perkataanku di Cikarang waktu itu dan akhirnya terwujud meskipun dramatis. Benar-benar istimewa. Kalau sudah waktunya (dapat emas), apa pun yang tantangannya, bakal terjadi juga,” ucap Ratih yang sempat masuk empat besar individu di Asian Games Hangzhou 2023.
Perkataan yang dimaksud Ratih itu disampaikan sebulan lalu di Cikarang, Jawa Barat, tempat latihan tim panahan Indonesia. Saat itu, Ratih berkata, SEA Games adalah momen pembuktian bahwa compound juga bisa berprestasi dan bisa punya bekal untuk mengejar mimpi ke Olimpiade. SEA Games juga pembuktian bahwa tim compound Indonesia terbaik di Asia Tenggara.
Compound sebenarnya nyaris tidak diberangkatkan ke SEA Games Thailand 2025 setelah sempat tidak bisa menjalani pemusatan latihan. Meski sejak akhir tahun lalu sudah menggelar seleksi nasional, atlet-atlet yang lolos itu tidak langsung menjalani pemusatan latihan karena sempat terganjal pemangkasan anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Angin segar itu baru datang April 2025 ketika Komite Olimpiade Internasional (IOC) menetapkan divisi compound masuk ke Olimpiade Los Angeles 2028 lewat nomor beregu campuran. Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) akhirnya mengajukan proposal lagi agar para atlet compound yang lolos seleksi nasional untuk menjalani pelatnas jangka panjang dan akhirnya disetujui.
”Pada awalnya saat tidak pelatnas, kami mungkin dianggap bukan prioritas, ibaratnya kami hanya tim hore. Namun, kami bisa mengeluarkan aura positif dan membuktikan bahwa kami layak diperhitungkan,” ujar Ratih.
Pada hari sebelumnya, tim panahan divisi recurve mempersembahkan empat medali emas dari individu putri (Diananda Choinusia), beregu putri (Ayu Mareta, Rezza Octavia, Diananda Choirunisa), beregu putra (Ahmad Khoirul Baasith, Arif Dwi Pangestu, Riau Ega Salsabilla) dan individu putra (Riau). Adapun dua perunggu dari nomor beregu campuran recurve (Riau Ega Agata dan Ayu Mareta) dan tim campuran compound (Nurisa dan Sostar Andaru Rinaldi).
Jumlah medali emas Indonesia di Thailand sama dengan total medali emas saat panahan terakhir dilombakan di SEA Games Vietnam 2021. Saat itu, compound menyumbang satu emas lewat beregu putra.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/18/8983404385910111dae1d952c60ff439-DSC05795.JPG)
Bagi tim compound, pencapaian di SEA Games Thailand 2025 istimewa. Emas dari Nurisa adalah emas pertama nomor individu putri sejak Sri Ranti di SEA Games Kuala Lumpur 2017. Pada nomor tim putri, ini juga emas pertama nomor sejak 12 tahun lalu.
Tim putri pernah meraih medali emas di SEA Games Naypidaw Myanmar 2013, lalu perunggu di Kuala Lumpur Malaysia 2017, dan perak di Filipina 2019.
Bonita menjadi bagian dari tim yang meraih perak di Filipina bersama Triya Resky Andriyani dan Sri Ranti. Pada kualifikasi, mereka memimpin dengan skor 2.055. Namun, pada final, mereka kalah dari Thailand, 217-220.
Kekalahan enam tahun lalu itu membayangi Bonita di final kali ini. Apalagi, lesatan anak panahnya pada momen-momen krusial justru meleset ke angka 8. Angin yang ”liar” membuyarkan arah lesatan panahnya.
”Ada ketakutan enggak bisa dapet lagi kayak dulu, takut cuma bisa nyaris menang. Tapi, bersyukur sekali bisa menang kali ini, bukan lagi nyaris doang,” ucap Bonita.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/18/ee147a50862b12134a64cf3e303b6bf5-DSC05734.JPG)
Pertarungan tim compound putri melawan Singapura di final begitu ketat. Indonesia selalu tertinggal dari tiga set sebelumnya, lalu membalikkan keadaan pada set keempat dengan total 56 poin. Pelatih tim compound, Permadi Sandra Wibowo, mengatakan, kekuatan besar tim putri bukan pada keberhasilan mereka melepaskan anak panah ke nilai sempurna (10).
Keberhasilan itu didasari mentalitas dan keinginan saling menguatkan. Bahkan, ketika momen kritis, alih-alih menyalahkan sesama pemanah saat gagal mencatatkan nilai sempurna, mereka memilih fokus membantu tim dengan lesatan sendiri.
Sekretaris Jenderal PB Perpani Irawadi Hanafi mengatakan, raihan tim panahan melampaui target yang diberikan Kemenpora, yaitu lima medali emas. Adapun Komite Olimpiade Indonesia menargetkan empat medali emas. PB Perpani sendiri membidik enam medali emas agar bisa mempertahankan status juara umum.
Setelah ini, kata Irawadi Hanafi, mereka akan fokus menyiapkan diri untuk Asian Games. Kemungkinan besar PB Perpani akan kembali menggelar seleksi nasional untuk menambah kekuatan tim atau mengganti atlet berdasarkan evaluasi. Tujuan utama mereka, baik recurve maupun compound adalah Olimpiade Los Angeles 2028.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/18/3038809f2a8052a875415b01a0289d7a-FAK_6759.jpg)
Adapun Ketua Umum PB Perpani Arsjad Rasjid mengatakan, keberhasilan para atlet panahan tak melulu perkara teknis, tetapi juga mentalitas. Mental para pemanah teruji karena rutin berpartisipasi di ajang internasional. Selain mengasah kemampuan, mereka juga mendapatkan kesempatan merasakan atmosfer kompetisi.
Tahun ini, tim recurve memulai tur internasonal dengan berlomba di Piala Dunia seri Florida, Amerika Serikat, April 2025. Lalu, tim compound dan recurve sama-sama berlomba di Piala Asia di Singapura pada Juni. Sebulan kemudian, tim compound berlomba lagi di Piala Dunia di Madrid, Spanyol.
”Insya Allah tahun depan akan lebih banyak pertandingan internasional, tapi minta dukungan pemerintah juga, sama-sama. Lalu, hasil di compound juga mencerminkan bagaimana ternyata di dalam negeri juga kita terus menggali potensi dan talenta,” kata Arsjad.
Penulis:
Rebiyyah Salasah dari Bangkok, ThailandEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto