Alexandra Eala mengorbankan turnamen WTA 1000 Beijing untuk tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Namun, dia gagal menjadi juara dalam dua nomor.
01 Okt 2026 18:30 WIB · Olahraga
AFP/Roslan Rahman
Demi bisa tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Alexandra Eala mengorbankan turnamen profesional WTA 1000 Beijing yang seharusnya dia ikuti. Alih-alih mewujudkan target mendapat medali emas, petenis putri Filipina itu gagal juara dalam dua nomor: tunggal dan ganda putri.
Sebagai petenis yang wajib mengikuti semua turnamen WTA 1000, dengan posisinya di peringkat ke-18 dunia, Eala seharusnya tampil di WTA Beijing yang berlangsung 30 September-11 Oktober. Namun, dengan jadwal yang bertabrakan, petenis berusia 21 tahun itu sejak jauh hari memutuskan untuk absen di Beijing agar bisa membela negaranya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Eala memang tak punya poin untuk dipertahankan ketika absen dari WTA Beijing karena dia absen di turnamen tersebut pada 2025. Akan tetapi, saat petenis absen dari turnamen yang seharusnya diikuti, tanpa alasan kuat (misalnya cedera) dan diizinkan WTA, dia akan menerima konsekuensi lain, yaitu denda.
Nilai denda didasarkan pada posisi atlet dalam peringkat dunia dan Eala berpotensi terkena denda Rp 179,8 juta, apalagi permohanan dari Asosiasi Tenis Filipina agar Eala diberi pengecualian untuk absen dari WTA Beijing tidak dikabulkan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/10/01/390ac135530d12eccb0f67ccc42476a2-TENNIS_SIN_WTA_141404926.jpg)
Di Nagoya, Eala memiliki target medali emas agar bisa lolos langsung ke Olimpiade Los Angeles 2028. Tenis memang menjadi salah satu cabang yang menjadikan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sebagai fase kualifikasi. Peraih medali emas otomatis akan mendapat tiket Los Angeles 2028.
Eala percaya diri karena grafik performanya naik pada 2026. Dia mencapai perempat final WTA 1000 Dubai, babak keempat Grand Slam Wimbledon, dan menjuarai WTA 500 Washington DC yang merupakan gelar pertama dari WTA Tour.
Petenis yang berlatih di Akademi Rafa Nadal, Mallorca, Spanyol itu juga sudah bisa mengalahkan petenis peringkat 10 besar dunia dan mereka yang pernah menjuarai Grand Slam, seperti Iga Swiatek, Cori Gauff, Naomi Osaka, juga tunggal putri nomor satu dunia, Elena Rybakina. Dengan peringkat ke-18 dunia, Eala pun bersaing di Asian Games sebagai unggulan teratas.
Namun, rasa percaya diri dan target Eala diruntuhkan petenis China peringkat ke-85 dunia, Wang Xi Yu. Eala kalah di semifinal, Kamis (1/10/2026), dengan skor 6-3, 3-6, 2-6.
Pada awal pertandingan, Eala mendominasi perburuan poin. Dia tak terlihat lelah meski bermain dalam dua pertandingan, sehari sebelumnya. Eala langsung unggul 5-0.
Eala masih bisa merebut set pertama meski sudah memperlihatkan kenyamanan bermain. Akan tetapi, dia kesulitan mengimbangi Wang pada dua set berikutnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/06/fc84c836ed02f9f797c644a06d80c2cf-tenis_eala_shot_forehand.jpeg)
Saya perlu waktu untuk memproses dan berpikir tentang hasil ini.
China pun dipastikan akan mendapat medali emas tunggal putri karena Wang akan berhadapan dengan rekan senegaranya, Zhang Shuai, yang menang atas Yuliya Putintseva (Kazakhstan) 4-6, 2-6. Dalam persaingan ganda putri, Eala yang berpasangan dengan Shaira Rivera bahkan tersingkir pada babak kedua.
Dengan hasil tersebut, Eala akan mendapat medali perunggu, sama seperti ketika dia tampil di Asian Games Hangzhou 2022. Saat itu, Eala dikalahkan petenis China lainnya, Zheng Qin Wen, yang akhirnya menjadi juara.
Petenis yang biasanya murah senyum itu merespons pertanyaan wartawan dengan jawaban-jawaban singkat. ”Banyak poin bagus, tapi banyak momen sulit juga buat saya,” katanya dikutip dari media Filipina, ABS-CBN.
Ketika ditanya, apa pelajaran yang akan dia bawa dari Asian Games, Eala menjawab, ”Saya perlu waktu untuk memproses dan berpikir tentang hasil ini”.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/10/01/f9262c795e4a0794eb01a09e6b75d9fe-TENNIS_SIN_WTA_141378004.jpg)
Lalu, saat mengakhiri konferensi pers, petenis yang menjuarai ganda putri yunior Australia Terbuka bersama petenis Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, itu mengatakan bahwa dia akan kembali ke WTA Tour. Dia akan tampil dalam WTA 1000 Wuhan, 12-18 Oktober. (AP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Retma Wati