PIALA DUNIA 2026

”Plot Twist” Grup E, Ekuador Ciptakan Keajaiban di MetLife

Ekuador memastikan diri lolos ke babak 32 besar melalui kemenangan dramatis 2-1 atas Jerman pada laga pamungkas Grup E di Stadion MetLife, New Jersey.

26 Jun 2026 06:31 WIB · Olahraga

Getty Images via AFP

Oleh Prasetyo Eko Prihananto dari New Jersey, AS

NEW JERSEY, KOMPAS — Tangis bahagia pendukung Ekuador pecah begitu wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga antara Ekuador dan Jerman di Stadion MetLife, New Jersey, Kamis (25/6/2026). Ekuador menciptakan keajaiban setelah meraih kemenangan dramatis atas Jerman dengan skor 2-1 pada laga pamungkas penyisihan Grup E Piala Dunia 2026.

Para pemain Ekuador pun meluapkan kegembiraan selepas laga. Mereka berangkulan, sementara Pelatih Sebastian Beccacece berlari sambil mengangkat tangannya. ”Tidak ada yang percaya kami akan menang, tetapi kami mampu melakukannya,” kata Beccacece.

Ekuador menunjukkan esensi sepak bola yang tak mengenal kata menyerah sebelum peluit panjang berbunyi. Membutuhkan kemenangan melawan tim terkuat di Grup E, mereka tampil luar biasa meski sempat tertinggal terlebih dahulu lewat gol cepat Leroy Sane pada menit ke-2. Gol Sane tercipta memanfaatkan umpan matang Florian Wirtz.

Namun, Ekuador merespons instan dengan gol penyama kedudukan dari Nilson Angulo hanya tujuh menit kemudian. Gol pertama Ekuador pada Piala Dunia 2026 itu tercipta setelah tendangan keras Angulo dari luar kotak penalti melewati kaki para pemain belakang, sementara kiper Manuel Neuer terlambat mengantisipasinya.

Quote

Kami belajar bagaimana untuk menderita, tetapi kami sebagai pelatih harus tetap tenang dan menularkan energi tersebut kepada para pemain. Kami memiliki tim yang luar biasa.

Tangis pendukung Ekuador pecah seusai kemenangan timnas mereka atas Jerman pada laga pamungkas Grup E di Stadion MetLife, New Jersey, Kamis (25/6/2026).

Setelah gol ini, Ekuador terus memberikan tekanan sehingga menyulitkan para pemain Jerman untuk mengembangkan permainan. Memasuki babak kedua, Jerman berusaha menemukan ritme permainan mereka dan mengira mendapat hadiah penalti pada awal babak kedua. Akan tetapi, wasit mengubah keputusannya setelah tinjauan video karena adanya pelanggaran yang dilakukan Sane sebelum Kai Havertz dilanggar di kotak penalti.

Memasuki 15 menit akhir pertandingan, Ekuador semakin gencar menyerang. Gol itu akhirnya datang pada menit ke-77 lewat tendangan Gonzalo Plata. Gol ini tercipta dari skema sepak pojok. Bola sepak pojok itu disundul oleh Kevin Rodriguez ke arah Plata di depan gawang yang kemudian menendang bola mendahului jangkauan kiper Neuer. Gol itu disambut gemuruh pendukung yang memenuhi Stadion MetLife yang berkapasitas lebih dari 80.000 penonton.

Hasil itu membuat Ekuador dipastikan lolos ke babak 32 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik bersama Bosnia-Herzegovina. Pada laga lainnya di Grup E, Pantai Gading menyegel tiket 32 besar dengan menempati peringkat kedua grup di bawah Jerman setelah meraih kemenangan 2-0 atas Curacao.

”Kami belajar bagaimana untuk menderita, tetapi kami sebagai pelatih harus tetap tenang dan menularkan energi tersebut kepada para pemain. Kami memiliki tim yang luar biasa,” kata Beccacece.

Pemain Ekuador, Gonzalo Plata (tengah), merayakan gol ke gawang Jerman pada laga penyisihan Grup E Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Kamis (25/6/2026).

Kemenangan atas Jerman mengangkat Ekuador ke peringkat pertama klasemen delapan peringkat ketiga terbaik dengan perolehan empat poin. Penentuan siapa saja tim yang menyusul lolos ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik masih akan berlangsung hingga laga ketiga penyisihan grup berakhir pada 27 Juni.

”Arti penting kemenangan ini bukanlah untuk saya, melainkan untuk seluruh masyarakat. Para pemain telah memberikan kebahagiaan yang sangat besar bagi masyarakat. Mari kita nikmati dan rayakan ini,” kata Beccacece seusai laga.

Pemain Ekuador bermain dengan kepercayaan diri tinggi meskipun menghadapi lawan yang sangat kuat. Apalagi, di luar prediksi sebelumnya, Pelatih Jerman Julian Nagelsmann tidak banyak melakukan rotasi besar dan memilih menurunkan kekuatan terbaiknya sejak menit awal, seperti Jamal Musiala, Wirtz, dan Havertz. Desakan publik agar striker Deniz Undav tampil sejak awal tidak diindahkan. Undav baru dimasukkan sebagai pemain pengganti pada babak kedua.

Sebelum laga dimulai, Jerman sejatinya sudah mengunci posisi juara grup. Sebaliknya bagi Ekuador, laga ini ibarat sebuah partai final hidup-mati karena hanya kemenangan yang dapat membuka jalan bagi negara Amerika Selatan itu untuk lolos ke babak 32 besar.

Nagelsmann juga sepertinya tidak khawatir dengan ancaman cedera dengan tetap mengambil risiko memainkan para pemain bintangnya seperti Musiala, Wirtz, dan Havertz. Nagelsmann mengatakan, Ekuador layak menang karena mereka bermain luar biasa.

”Selamat untuk Ekuador, mereka layak menang. Kami bermain bagus pada awalnya, kami unggul cepat, tetapi kemudian kami mengalami kesulitan,” kata Nagelsmann dalam jumpa pers selepas laga.

Menurut Nagelsmann, para pemainnya sulit mengembangkan permainan akibat tekanan para pemain Ekuador sepanjang laga. ”Setelah babak kedua, kami berusaha untuk menemukan ritme, tetapi kami kesulitan karena tekanan yang terus mereka lakukan,” ujarnya.

Nagelsmann menambahkan, kini fokus para pemainnya adalah segera bersiap menghadapi laga 32 besar di Boston yang akan berlangsung pada 29 Juni mendatang. Jerman belum mengetahui siapa lawan yang akan mereka hadapi.

”Sekarang kami bersiap untuk terbang ke Boston, menghadapi laga 32 besar. Kita tunggu siapa yang akan kami lawan,” ucap Nagelsmann. Jerman baru bisa mengetahui siapa lawan yang akan mereka hadapi kurang dari 48 jam sebelum laga.


Kerabat Kerja

Penulis:

Prasetyo Eko Prihananto dari New Jersey, AS
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar