Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta Pertamina Enduro menanti lebih dari lima tahun untuk menjuarai Proliga lagi. Mereka akan berduel untuk mengakhiri penantian itu.
09 Mei 2025 13:23 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Grand final PLN Mobile Proliga 2025 kategori putri mempertemukan dua tim yang kekuatannya berimbang, Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta Pertamina Enduro. Ditambah komposisi skuad yang sama-sama kuat dan pencapaian sepanjang kompetisi, Popsivo Polwan dan Pertamina Enduro akan menciptakan final ideal untuk mengakhiri penantian bertahun-tahun akan gelar juara.
Popsivo Polwan dan Pertamina Enduro berhadapan pada pertandingan puncak Proliga 2025 yang digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (10/5/2025) mulai 19.00 WIB. Kedua tim melaju ke babak final setelah menempati peringkat teratas pada klasemen akhir final four. Popsivo memuncaki klasemen dengan 11 poin, Pertamina menyusul dengan 10 poin.
Inilah laga penentu bagi dua tim yang pada fase reguler dan final four mengalahkan satu sama lain. Pada musim reguler, Popsivo Polwan lebih dahulu mengalahkan Pertamina Enduro pada pekan kedua. Namun, lima pekan berselang, Pertamina Enduro sukses membalasnya. Hasil itu turut ”menodai” tren kemenangan Popsivo.
Pertamina Enduro menjadi satu-satunya tim yang mengalahkan Popsivo Polwan pada fase tersebut untuk meraih tiket ke final four. Adapun bagi Popsivo Polwan, kekalahan dari Pertamina membuat mereka gagal menorehkan hasil sempurna pada fase reguler.
Pada final four, kedua tim kembali saling mengalahkan. Dengan demikian, dalam empat pertemuan sebelumnya, kekuatan Pertamina Enduro dan Popsivo Polwan berimbang dengan masing-masing mengemas dua kemenangan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/22/895713e5e65761e34643aa1cc9361cf9-WhatsApp_Image_2025_02_21_at_21.52.02.jpeg)
Selepas musim reguler, Pertamina Enduro dan Popsivo Polwan benar-benar mempersiapkan timnya dengan matang. Selain memulai latihan lebih cepat meski saat Ramadhan, Popsivo Polwan dan Pertamina Enduro juga mendatangkan pemain asing yang tak main-main kelasnya. Pada Proliga 2025, setiap tim diperbolehkan memiliki dua pemain asing. Pergantian pemain asing bisa dilakukan hingga sebelum babak final four.
Popsivo Polwan bahkan melakukan perombakan tim. Kendati tim sebelumnya sudah mampu mengantar pada hasil positif, klub milik Polri ini tetap mengubah skuad mereka untuk menambah kekuatan.
Kekuatan Pertamina Enduro dan Popsivo Polwan berimbang dengan masing-masing mengemas dua kemenangan.
Klub ini melepas dua pemain asingnya, Neriman Ozsoy dan Bethania de la Cruz. Keputusan itu, terutama melepas Ozsoy, terbilang mengejutkan karena pemain tersebut menjadi tulang punggung tim dalam mendulang poin selama fase reguler.
Popsivo lantas merekrut pemain asal Amerika Serikat, Jessica Mruzik dan Madison Kingdon. Kedua pemain ini sama-sama berpengalaman di kancah internasional.
Kami ingin mengawinkan gelar juara tim putri dan tim putra.
Kingdon, misalnya, pernah bermain di berbagai klub di AS, Turki, Italia, Korea Selatan, dan Azerbaijan. Kendati tak pernah tampil di Olimpiade, Kingdon mempersembahkan medali emas di liga bola voli antarnegara Liga Nasional Bola Voli atau VNL 2018 dan 2019.
”Kami menargetkan hasil terbaik pada setiap pertandingan. Untuk itu, kami terus memperkuat tim karena tujuan kami adalah bisa bersaing dan meraih gelar juara,” ujar Sekretaris Popsivo Yudhi Hery Setiawan.
”Kami ingin mengawinkan gelar juara tim putri dan tim putra,” kata Yudhi. Tim putra yang dimaksud adalah Jakarta Bhayangkara Presisi yang juga berhasil melaju ke partai final.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/09/3628d25e-45c6-43f5-b9d8-18c425a3dae0_png.png)
Pertamina Enduro juga mendatangkan pemain level dunia untuk memperkuat tim sejak final four. Pemain itu adalah Jordan Thompson, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama timnas putri Amerika Serikat. Thompson mengisi kuota dua pemain asing Pertamina Enduro bersama Yana Shcherban (Rusia).
Maka, laga final juga akan menjadi duel pemain bintang dunia, termasuk duel sesama pemain Amerika Serikat. Seperti Popsivo Polwan, Pertamina Enduro juga mendatangkan pemain kelas dunia demi memenuhi target juara.
Namun, Chef de Mission JPE Werry Prayogi juga menegaskan, upaya untuk memenuhi target itu tidak hanya ketika menjelang final four, tetapi sejak putaran reguler. Pertamina Enduro menciptakan skuad yang kuat sejak awal dan menerapkan strategi yang lebih cerdas.
Apabila dibandingkan musim-musim sebelumnya, Pertamina Enduro bukan lagi tim yang ”ngegas” pada awal musim, lalu mulai kehabisan bensin menjelang berakhir putaran reguler. Tenaga mereka benar-benar habis saat final four sehingga tidak bisa melaju ke partai puncak.
Pada musim ini, Pertamina Enduro cenderung menyimpan tenaga pada akhir musim sehingga berhasil mengemban tiket ke babak empat besar. Setelah itu, mereka cenderung konsisten pada babak ini dan akhirnya melaju ke final.
”Target kami adalah juara. Saya ingin membawa tim ini menjadi juara. Jadi, saya mengambil pemain yang tentunya berkualitas. Saya pilih pemain nomor satu untuk membawa tim jadi juara,” ujar Werry.
Werry ingin Pertamina Enduro kembali meraih kejayaannya. Pada 2018, Pertamina Enduro berhasil meraih gelar juara Proliga. Gelar itu trofi kedua bagi tim yang juga pernah menggunakan nama Jakarta Pertamina Energi Putri dan Jakarta Pertamina Fastron ini.
Mereka pernah keluar sebagai juara pada edisi 2014. Adapun pada edisi Proliga 2016, 2017, 2019, dan 2023, mereka harus puas finis sebagai runner-up.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/19/ba575fa8-d433-4a2e-a4e7-7f81e1a9838a_jpg.jpg)
Ada semacam kerinduan untuk bisa kembali mencicipi status sebagai juara. Apalagi, jarak waktu yang terbentang cukup jauh sejak trofi terakhir mereka di kompetisi bola voli tertinggi di Tanah Air ini.
Musim lalu, tim dengan nama pendek JPE ini berhasil menembus babak empat besar. Namun, mereka gagal melaju ke partai puncak setelah hanya menang sekali pada laga pertama melawan Jakarta BIN, yang akhirnya keluar sebagai juara.
Saat perebutan tempat ketiga, JPE kalah dari Popsivo Polwan. Mereka pun mengakhiri kompetisi dengan menempati peringkat keempat setelah kekalahan dengan skor 1-3 (18-25, 25-23, 16-25, 13-25).
Kerinduan yang sama dirasakan Popsivo Polwan. Proliga 2019 jadi musim terakhir Popsivo Polwan mencapai partai puncak sekaligus meraih gelar juara. Pada musim-musim setelahnya, mereka maksimal hanya bisa mencapai final four, tetapi kesulitan menembus grand final.
Pada Proliga 2023, Popsivo Polwan bahkan gagal melaju ke final four. Mereka hanya bertengger pada posisi kelima klasemen fase reguler.
Adapun duel Popsivo Polwan dan Pertamina Enduro akan menjadi ulangan partai final Proliga 2019. Saat itu, Popsivo Polwan keluar sebagai juara setelah mengalahkan Pertamina Enduro dalam laga sengit yang berakhir dengan skor 3-2 (15-25, 25-22, 21-25, 25-23, 15-12).
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra