Prediksi Jurnalis ”Kompas”: Alternatif Calon Juara BRI Liga Super hingga Peluang PSBS Degradasi

Menurut jurnalis ”Kompas”, Persib Bandung bukan satu-satunya kandidat kuat juara Liga Super. Bagaimana pula peluang Persib Bandung dan Dewa United di kompetisi Asia?

15 Agt 2025 15:17 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar, I Gusti Agung Bagus Angga Putra, Yola Sastra, Rebiyyah Salasah, Ambrosius Harto Manumoyoso

BRI Liga Super (Super League) telah dimulai. Pertarungan pekan pertama terbukti mengembalikan hiburan bagi pencinta sepak bola nasional.

Persaingan merebut gelar juara tentu menjadi topik yang paling asyik untuk dibahas. Lima jurnalis Harian Kompas (Kompas.id) memprediksi perjalanan Liga Super edisi 2025-2026.

Selain membahas tentang prediksi calon juara, kami juga menimbang tim-tim yang berpeluang meramaikan papan atas, tim-tim yang bakal sibuk berjuang terhindar dari degradasi, serta pemain lokal yang berpotensi memiliki sinar terang selama satu musim mendatang.

Tak ketinggalan, kami juga membahas perkiraan kiprah dua wakil Indonesia di kompetisi antarklub Asia: Persib Bandung di Liga Champions Asia serta Dewa United di Liga Challenge Asia. Mereka adalah harapan Indonesia untuk menaikkan poin koefisien di peringkat kompetisi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Berikut adalah sejumlah prediksi jurnalis Kompas tentang perjalanan Liga Super musim ini.

Infografik Profil Tim BRI Liga Super 2025-2026

Siapa juara? Alasan dijagokan?

M Ikhsan Mahar (SAN): Malut United. Cukup sudah Jawasentris dalam dua musim beruntun di Liga Indonesia. Saatnya kekuatan dari timur tunjukkan taji di edisi perdana dengan tajuk BRI Liga Super (Super League). Malut memiliki segalanya untuk meraih gelar juara perdana. Terlepas kemenangan pada gim perdana di kandang Dewa United, rencana permainan ”Laskar Kie Raha” sudah cukup matang. Kehadiran empat pemain eks Persib Bandung kian mematangkan gaya permainan pragmatis yang membawa mereka duduk di peringkat ketiga musim lalu. Toma!

I Gusti Agung Bagus Angga Putra (IGA): Persija Jakarta. ”Macan Kemayoran” layak masuk kandidat juara musim ini. Pergerakan agresif di bursa transfer dengan menghadirkan banyak pemain Brasil cukup menjadi pertanda keseriusan manajemen merebut kembali trofi liga yang terakhir kali diraih Persija pada 2018. Kehadiran Sousa dan Gustavo Franca yang kenyang pengalaman di Liga Brasil menjanjikan keseimbangan di lini tengah. Nakhoda baru Persija, Mauricio Souza, membawa gaya permainan progresif khas Brasil, yakni dengan penguasaan bola, pressing tinggi, dan efisiensi dalam penyelesaian akhir.

Quote

Persib Bandung. Ya, ’Pangeran Biru’ akan juara lagi musim ini. Mereka punya modal kuat untuk mewujudkan hal itu.

Pesepak bola Malut United David Da Silva (tengah) bersama rekan setimnya berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Dewa United pada pertandingan BRI Super League 2025/2026 di Banten International Stadium, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (9/8/2025). Malut United menang atas tim tuan rumah Dewa United dengan skor akhir 3-1. ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/rwa.

Rebiyyah Salasah (REB): Persib Bandung. Ya, ”Pangeran Biru” akan juara lagi musim ini. Mereka punya modal kuat untuk mewujudkan hal itu. Keberhasilan menjuarai liga dalam dua musim beruntun tak bisa dimungkiri akan jadi modal utama mereka menatap musim yang baru. Tim asuhan Pelatih Bojan Hodak ini punya kepercayaan diri tinggi plus ambisi merebut trofi liga untuk keenam kalinya sekaligus menahbiskan diri sebagai tim pertama dalam sejarah kompetisi profesional Indonesia yang juara tiga musim beruntun. Soliditas tim pun mulai terlihat meski Persib merombak skuad juaranya. Kedalaman skuad ini akan menyokong ambisi Persib. Pemain asing baru asal Brasil, William Marcilio, misalnya, telah menunjukkan perfoma menjanjikan. Menggantikan posisi Tyronne del Pino yang pindah ke Malut United, Marcilio mampu memberi warna di lini tengah ”Maung Bandung”.

Ambrosius Harto Manumoyoso (BRO): Persib Bandung. Status juara bertahan dua edisi terakhir Liga 1 dan identitas baru Liga Super membuat Persib berambisi mencetak hattrick. Ambisi ini membuat Persib memiliki modal mentalitas juara yang kuat. Di tangan Bojan Hodak, Persib memiliki skuad merata di semua lini dengan kombinasi pemain asing dan lokal yang seimbang. Rotasi pemain dapat dilakukan dengan prediksi tidak sampai mengurangi kekuatan dan kualitas permainan tim dalam jadwal kompetisi yang padat. Apalagi, Persib juga berkiprah di Liga Champions Asia Dua. Kekuatan merata dan seimbang menjadi keniscayaan. Untuk itu, Persib agresif jual beli pemain. Di musim ini, Persib mendatangkan 12 pemain baru atau setara 1 tim baru. Persib juga memiliki basis pendukung fanatik dan loyal, bobotoh di seluruh Indonesia dan mancanegara. Dukungan non-teknis masih menjadi faktor penguat eksistensi klub dan linier dengan prestasinya.

Yola Sastra (JOL): Dewa United. Klub ini sejak musim lalu sangat kuat. Musim ini tidak banyak perombakan tim, klub hanya menambal pemain yang kurang. Meski kalah pada pertandingan pertama, saya yakin Dewa akan bangkit dengan tim yang solid.

Tim Persib Bandung musim kompetisi 2025/2026.

Sebutkan prediksi empat tim finis teratas?

SAN: Malut United, Dewa United, Persija Jakarta, dan PSM Makassar.

IGA: Persija Jakarta, Dewa United, Bali United, dan Persib Bandung.

REB: Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Dewa United, dan Bali United.

BRO: Persib Bandung, Dewa United, Persija Jakarta, dan Malut United.

JOL: Dewa United, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Borneo FC.

Siapa tiga tim yang bakal degradasi?

SAN: PSBS Biak, Semen Padang, dan Persijap Jepara.

IGA: PSBS Biak, Madura United, dan Semen Padang.

BRO: PSBS Biak, Semen Padang, dan Madura United.

JOL: PSBS Biak, Persijap Jepara, dan Persik Kediri.

Sejauh mana perjalanan wakil Indonesia di kancah Asia?

SAN: Persib Bandung seminimal mungkin harus lolos ke babak 16 besar Liga Champions Asia Dua. Dewa United memiliki skuad terbaik di Liga Challenge Asia, jadi wajib juara!

IGA: Persib agak berat untuk lolos dari fase grup mengingat mereka gagal melakukannya pada turnamen yang sama musim lalu. Adapun Dewa United yang bermaterikan banyak pemain bintang paling tidak akan mampu menyamai capaian Madura United yang berhasil menjejak semifinal. Berbekal persiapan matang pada pramusim dan sedikit keberuntungan, bukan tidak mungkin Dewa bisa tampil pada final Liga Challenge Asia.

BRO: Persib diprediksi tembus 16 besar atau fase gugur Liga Champions Asia Dua. Dewa United juga diprediksi tembus fase gugur Liga Challenge Asia.

JOL: Persib memang lolos dari kualifikasi, tetapi tidak akan lolos di fase grup Liga Champions Asia Dua. Selain calon lawan yang kuat, permainan Persib tidak meyakinkan karena terlalu banyak perombakan tim. Saya yakin Dewa United di Liga Challenge Asia lolos sampai 8 besar, tetapi tidak masuk semifinal. Dewa akan fokus untuk merebut gelar juara BRI Liga Super.

Pesepak bola Persija Jakarta Allano Brendo (kiri) berusaha merebut bola dari pesepak bola Persita Tangerang Sin Yeong Bae (kanan) pada pertandingan BRI Super League di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Minggu (10/8/2025). Persija Jakarta menang atas Persita Tangerang dengan skor 4-0. ANTARA FOTO/Fauzan/wpa.

Siapa kandidat utama top skor?

SAN: Tiga kandidat dapat sepatu emas menurut saya. Alex Martins (Dewa United), Kodai Tanaka (Persis Solo), dan David Da Silva (Malut United).

IGA: Gustavo Almeida yang musim lalu jadi andalan lini depan Persija kemungkinan akan kembali bersaing memperebutkan gelar pencetak gol terbanyak BRI Liga Super.

BRO: Rosembergne Da Silva alias Berguinho (Persib).

JOL: Dalberto, andalan Arema FC.

⁠Favorit pemain terbaik?

SAN: Yakob Sayuri dari Malut United. Berada di usia emas, momen terbaik Yakob melalui performa superkonsistennya untuk memimpin Malut menuju prestasi tertinggi.

IGA:  Gustavo Almeida sangat mungkin merebut gelar pemain terbaik untuk musim depan. Kontribusinya terhadap Persija musim depan diprediksi akan semakin terlihat.

BRO: Dalberto Luan Belo (Arema). Tiga gol di pekan pertama bukti sinar Dalberto bakal terang di musim ini.

JOL: Ricky Kambuaya (Dewa United). Di tengah kepungan pemain asing berkualitas, Ricky tetap nama tak tergantikan dan krusial di skuad Dewa.

Pesepak bola Arema FC Dalberto Luan Belo (kiri) melakukan selebrasi usai mencetak gol di gawang PSBS Biak dalam pertandingan BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Senin (11/8/2025). Arema FC menang atas PSBS Biak dengan skor 4-1. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nym.

Pemain lokal yang bakal bersinar?

SAN: Rizky Ridho. Musim 2025-2026 bakal menegaskan Ridho layak disebut ikon baru Persija Jakarta.

IGA: Melihat penampilan serta kontribusi besarnya terhadap tim Indonesia U-23 pada Kejuaraan ASEAN, Arkhan Fikri bisa menjadi pemain lokal yang paling bersinar. Musim lalu, Arkhan menjadi pemain yang tidak tergantikan dengan mencatatkan 29 kali penampilan. Ia hanya absen lima kali, itu pun karena mendapat panggilan timnas.

BRO: Febri Hariyadi (Persib). Dinanti musim kebangkitan pemain yang akrab disapa Bow itu.

JOL: Egy Maulana Fikri (Dewa United). Jika Dewa juara, Egy tentu memiliki peran yang besar dalam perjalanan musim ini.

Siapa pemain muda (U-22) yang wajib dipantau?

SAN: Victor Dethan (PSM) dan Arlyansyah Abdulmanan (Persija).

IGA: Achmad Maulana Syarif (Arema).

BRO: Arlyansyah Abdulmanan (Persija Jakarta).

JOL: Victor Dethan (PSM).

Pesepak bola PSM Makassar Victor Dethan (kedua kanan) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persijap Jepara pada pertandingan perdana Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibi, Kabupaten Parepare, Sulawesi Selatan, Jumat (8/8/2025). Persijap Jepara menahan imbang tuan rumah PSM Makassar dengan skor 1-1. ANTARA FOTO/Hasrul Said/nz

Satu pelatih yang menarik diikuti?

SAN: Hendri Susilo (Malut United).

IGA: Johnny Jansen (Bali United).

BRO: Jean-Paul van Gastel (PSIM).

JOL: Eduardo Almeida (Semen Padang)

Siapa pelatih yang bakal pertama kali dipecat?

SAN: Eduardo Almeida (Semen Padang) atau Angle Alfredo Vera (Madura United).

IGA: Divaldo Alves (PSBS Biak)

BRO: Eduardo Perez (Persebaya) atau Angel Alfredo Vera (Madura United).

JOL: Carlos Pena (Persita Tangerang).


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar, I Gusti Agung Bagus Angga Putra, Yola Sastra, Rebiyyah Salasah, Ambrosius Harto Manumoyoso
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra