Putri KW Harapan Tunggal Putri Indonesia di Kejuaraan Dunia

Putri Kusuma Wardani melaju ke perempat final tunggal putri Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. Dia menjadi harapan tunggal putri Indonesia untuk meraih medali.

28 Agt 2025 19:51 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

PARIS, KAMIS — Atlet Indonesia, Putri Kusuma Wardani, melangkah lebih jauh pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. Perempat final akan menguji kemampuannya pada level lebih tinggi.

Pebulu tangkis tunggal putri itu menjadi wakil pertama Indonesia yang mendapat tiket perempat final setelah memenangi babak ketiga di Adidas Arena, Paris, Perancis, Kamis (28/8/2025). Pada babak yang mulai mempertemukan sesama pemain unggulan, Putri (unggulan kesembilan) mengalahkan Tomoka Miyazaki (unggulan kedelapan) dengan skor 21-12, 21-11.

Dari empat wakil Indonesia yang bermain pada babak ketiga sesi pertama, Putri menjadi salah satu dari dua wakil yang menang. Jonatan Christie juga melanjutkan perjalanan ke perempat final setelah mengalahkan Lee Cheuk Yiu 21-19, 21-9. Sementara Gregoria Mariska Tunjung disingkirkan Sim Yu-jin dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu kalah dari Chen Tang Jie/Toh Ee Wei.

Kemenangan atas Miyazaki, atlet berusia 19 tahun dan juara dunia yunior 2022, mengantarkan Putri pada perempat final pertama di Kejuaraan Dunia. Perjalanannya lebih jauh dibandingkan dengan ketika kalah pada babak pertama di Tokyo 2022 dan babak kedua di Kopenhagen 2023.

Selain itu, langkahnya juga lebih jauh dibandingkan dengan seniornya, Gregoria, yang bertahan hingga perempat final pada Kejuaraan Dunia 2023. Gregoria dikalahkan Sim 15-21, 18-21.

Putri pun menjadi tumpuan harapan Imam Tohari, pelatih tunggal putri Indonesia, untuk meraih medali dari nomor tunggal putri. Artinya, atlet berusia 23 tahun itu minimal harus mencapai semifinal.

Putri Kusuma Wardani berusaha mengembalikan kok saat melawan Tomoka Miyazaki dalam babak ketiga tunggal putri Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Adidas Arena, Paris, Perancis, Kamis (28/8/2025). Putri menang dengan skor 21-12, 21-11.

”Perempat final nanti akan menjadi yang pertama bagi saya di Kejuaraan Dunia. Semoga saya bisa melakukan yang terbaik. Saya merasa mengalami kemajuan dalam menghadapi pemain top dunia. Jadi, siapa pun lawannya, saya mau mencoba membuktikan kalau saya bisa,” tutur Putri.

Melawan Sindhu

Putri akan berhadapan dengan Pusarla V Sindhu yang menyingkirkan unggulan kedua, Wang Zhi Yi, 21-19, 21-15. Dari empat pertemuan, Putri dan Sindhu berbagi dua kemenangan. Putri memenangi pertemuan terakhir. Putri menang 21-12, 21-13 saat Indonesia berhadapan dengan India pada babak penyisihan grup kejuaraan beregu campuran Piala Sudirman di China, akhir April.

Meski demikian, hasil tersebut tak bisa dijadikan patokan. Begitu pula dengan sembilan kekalahan pada babak pertama atau kedua yang dialami Sindhu dari sepuluh turnamen pada 2025. Atlet India itu berpengalaman berdiri di podium pada ajang besar. Dia mendapatkan medali pada lima Kejuaraan Dunia, termasuk ketika menjadi juara dunia 2019. Di Olimpiade, atlet berusia 30 tahun itu mendapat medali perak Rio de Janeiro 2016 dan perunggu Tokyo 2020.

Quote

Saya kurang melakukan inisiatif yang aman. Jadi, malah melakukan kesalahan.

Maka, selain semangat, Putri harus mewaspadai kemampuan Sindhu dalam mengatasi tekanan pada ajang besar. Putri pun tak boleh mengulang kelemahan yang kerap dilakukan saat melawan pemain papan atas, terutama mereka yang menempati posisi empat besar.

Pada turnamen BWF World Tour tahun ini dia berulang kali terkendala pengambilan keputusan pada momen menjelang akhir pertandingan. ”Aku kerap kurang konsisten dalam memilih pukulan pada poin-poin akhir, padahal sudah bisa nahan hingga poin 15,” kata Putri ketika mengevaluasi dirinya pada masa persiapan menuju Kejuaraan Dunia.

Imam mengatakan, Putri beberapa kali mengubah pola permainan di saat belum dibutuhkan. Dia harus memperbaiki kesalahan itu dengan cara lebih bersabar dalam meraih poin demi poin.

Gregoria Mariska Tunjung, tunggal putri Indonesia, tampil pada babak ketiga tunggal putri Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. Di Adidas Arena, Paris, Perancis, Kamis (28/8/2025), Gregoria kalah dari Sim Yu-jin 15-21, 18-21.

Jika bisa tampil solid seperti ketika mengalahkan Sindhu di Piala Sudirman, Putri akan menjadi tunggal putri Indonesia pertama yang meraih medali Kejuaraan Dunia setelah Lindaweni Fanetri di Jakarta 2015. Adapun hasil terbaik tunggal putri Indonesia pada ajang individu level tertinggi ini adalah ketika Susy Susanti menjadi juara dunia di Birmingham 1993 dan Verawaty Fajrin di Jakarta 1980.

Pemenang pertandingan Putri melawan Sindhu akan berhadapan dengan Han Yue atau juara dunia 2021 dan 2022, Akane Yamaguchi. Adapun perempat final lain mempertemukan sesama pemain Korea Selatan, Sim Yu-jin, dan juara bertahan, An Se-young.

Atas kekalahan 15-21,18-21 dari Sim, Gregoria mengatakan, dia sering ragu membuat keputusan pada gim pertama. ”Adapun setelah mendekati lawan pada posisi 18-19 gim kedua, saya kurang melakukan inisiatif yang aman. Jadi, malah melakukan kesalahan. Lawan juga berani melakukan spekulasi di poin-poin akhir dan membuat saya kesulitan bertahan,” katanya.

Jafar/Felisha

Sementara Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu membawa pulang pelajaran berharga dari debut mereka pada Kejuaraan Dunia, terutama dari kekalahan pada babak ketiga. Mereka kalah dari pasangan Malaysia unggulan keempat, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, 21-14, 19-21, 17-21. Laga ini menjadi kekalahan ketiga Jafar/Felisha dari tiga pertemuan dengan Chen/Toh yang selalu berlangsung dalam tiga gim.

Oleh Rionny Mainaky, pelatih ganda campuran pelatnas Indonesia, Jafar/Felisha sebenarnya diharapkan mencapai final. Rionny berkaca pada hasil semifinal turnamen China Terbuka Super 1000, Juli lalu.

Namun, target tersebut sebenarnya terlalu tinggi bagi pasangan yang baru rutin bersaing di turnamen BWF World Tour pada 2025. Pengalaman mereka melawan pemain top dunia dalam ajang besar, seperti level Super 750 dan 1000, belum terlalu banyak.

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu tampil pada babak ketiga ganda campuran Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025. Pada pertandingan di Adidas Arena, Paris, Perancis, Kamis (28/8/2025), Jafar/Felisha dikalahkan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei 21-14, 19-21, 17-21.

Saat poin 19-20 pada gim kedua melawan Chen/Toh, misalnya, Felisha melakukan flick service, yaitu servis tinggi dengan mengarahkan kok ke belakang si penerima servis. Akan tetapi, karena embusan angin mengarah ke lapangan lawan, kok jatuh di luar lapangan.

Kesalahan mudah tersebut dilakukan pada momen kritis. ”Itu pelajaran berharga buat saya untuk tidak melakukannya lagi,” kata Felisha.

Persaingan ketat tak hanya terjadi pada pertandingan Jafar/Felisha melawan Chen/Toh. Terjadinya pertemuan antara lawan seimbang pada babak ketiga membuat sebagian besar laga berjalan lebih ketat dibandingkan dengan dua babak sebelumnya.

Unggulan ketiga ganda campuran, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, kalah dari pasangan Jepang unggulan kesembilan, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito, 21-8, 19-21, 16-21. Dalam persaingan sesama pemain Malaysia, pasangan dengan status unggulan lebih tinggi, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (6), kalah dari Hoo Pang Ron/Cheng Su Yin (15) 21-13, 21-23, 17-21.

Dengan demikian, ganda campuran telah kehilangan dua dari empat unggulan teratas. Kejutan terjadi pada babak kedua saat unggulan pertama, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, dikalahkan Mathias Christiansen/Alejandra Boeje. Namun, kejutan dari pasangan Denmark itu langsung berakhir pada babak ketiga karena mereka kalah dari Cheng Xing/Zhang Chi 23-21, 21-12.

Alwi versus juara bertahan

Pada babak ketiga sesi kedua yang dimulai pukul 17.00 waktu setempat atau pukul 22.00 WIB, Alwi Farhan dan para seniornya di nomor ganda putra dan putri menjalani tantangan dari pemain-pemain kelas atas. Alwi menghadapi juara bertahan yang menjadi unggulan ketiga, Kunlavut Vitidsarn, yang dia paksa bermain tiga gim pada babak pertama China Terbuka, Juli.

Pemenang pertandingan ini akan melawan Jonatan yang lolos ke perempat final setelah tersingkir pada babak pertama Kejuaraan Dunia 2023.

Jonatan Christie melangkah ke perempat final tunggal putra Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. Pada babak ketiga di Adidas Arena, Paris, Perancis, Kamis (25/8/2025), Jonatan mengalahkan Lee Cheuk Yiu 21-19, 21-9.

Alwi mengatakan, pertandingan melawan Vitidsarn di China Terbuka menjadi salah satu pengalaman berharga dalam menghadapi pemain top dunia. Dia belajar tampil konsisten dari awal hingga akhir pertandingan serta berusaha memahami permainan mereka pada saat tertekan.

Atlet Indonesia berusia 20 tahun itu membawa pengalaman tersebut saat melawan unggulan ke-12, Lin Chun Yi, pada babak kedua di Paris, Rabu, dan menang dengan skor 21-17, 22-20. Sejauh ini, Alwi bisa menjaga emosi dengan baik pada debut dalam Kejuaraan Dunia.

Adapun dua wakil ganda putri Indonesia berhadapan dengan pemain unggulan. Siti Fadia Silva Ramdhanti/Lanny Tria Mayasari melawan unggulan kedua Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, sedangkan  Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi berhadapan dengan Lee So-hee/Baek Ha-na (4).

Tiga pertemuan Fadia/Lanny dengan Tan/Muralitharan yang terjadi pada 2025 selalu berlangsung tiga gim dengan keunggulan 2-1 bagi pasangan Malaysia. Adapun Febriana/Amalia selalu kalah dalam dua pertamuan dengan Lee/Baek.

Di ganda putra, pasangan Indonesia bertemu dengan sesama pemain unggulan. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (4) melawan juara dunia 2021, Takuro Hoki/Yugo Kobayasahi (13), sementara Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (10) menantang unggulan teratas, Seo Seung-jae/Kim Won-ho.

Indonesia sebenarnya memiliki tiga wakil pada persaingan ganda putra, tetapi satu pasangan lain kalah pada babak kedua. Dalam pengalaman pertama bertanding di Kejuaraan Dunia, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani kalah dari Rasmus Kjaer/Frederik Soegaard 18-21, 21-18, 24-26.

Sabar/Reza memiliki peluang sangat besar untuk menang ketika unggul 17-11 pada gim ketiga, tetapi lawan bisa menyamakan skor 17-17. Setelah itu, selisih skor hanya terpaut satu poin hingga Kjaer/Soegaard menang.

Sabar Karyaman Gutama (kiri) dan Mohammad Reza Pahlevi Isfahani setelah berlatih di Daddies Arena, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (15/8/2025). Mereka akan tampil dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Perancis, 25-31 Agustus.

”Pasti sedih karena ini adalah debut di Kejuaraan Dunia dan salah satu mimpi kami. Kami sudah mencoba memberikan yang terbaik, tetapi ada beberapa kesalahan teknis seperti salah mengontrol bola dan terburu-buru. Itu membuat keunggulan kami disamakan lawan pada gim ketiga,” tutur Sabar.

Selain kesalahan-kesalahan yang mereka buat, momen menjelang akhir gim ketiga diwarnai rasa tidak nyaman pada paha Reza. ”Saat poin 24-24, servis kami dinilai fault dan itu sangat merugikan,” ucap Sabar yang mencapai semifinal All England dan final Indonesia Terbuka 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto