Real Madrid Sejengkal Menuju Kehampaan

Kekalahan dari Arsenal sangat mungkin memantik kehancuran Real Madrid musim ini. Harapan Real pada trofi domestik tertahan superioritas Barcelona.

19 Apr 2025 11:22 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

Musim ini sepertinya akan berakhir tidak sesuai ekspektasi Real Madrid. Kekalahan telak dari Arsenal menyingkap sisi terlemah Real yang berpotensi besar menggiring mereka menuju kegagalan total. Kans Real meraih trofi kini tersisa pada kompetisi domestik. Itu pun ”Los Blancos” harus melewati hadangan Barcelona.

Barcelona bak tembok besar yang harus dilampaui Real untuk menyelamatkan musim dengan meraih trofi. Setelah tersingkir dari perempat final Liga Champions Eropa, sisa harapan Real terletak pada Piala Raja Spanyol dan Liga Spanyol. Sialnya, untuk memenangi dua trofi itu mereka harus mengalahkan Barca.

Real dijadwalkan bertemu Barca pada final Piala Raja Spanyol, Minggu (27/4/2025). Di Liga Spanyol, Barca masih memimpin klasemen dengan keunggulan empat poin dari Real. Dengan tujuh laga tersisa, Real masih punya peluang melampaui Barca apabila mampu menang di laga ”El Clasico” yang tersaji pada pekan ke-35.

Hanya saja, musim ini belum sekali pun Real mampu unggul atas Barca. Dalam dua pertemuan pada Piala Super Spanyol dan Liga Spanyol, Real selalu kalah dengan skor mencolok. Pada final Piala Super Spanyol, Real takluk 2-5. Adapun pada pertemuan pertama di liga, Real dibekap 0-4. Pelatih baru Barca, Hansi Flick, sangat mengetahui cara meredam Real arahan Carlo Ancelotti.

Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti memeluk Manajer Arsenal Mikel Arteta setelah pertandingan kedua perempat final Liga Champions antara Real Madrid dan Arsenal di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Kamis (17/4/2025) dini hari WIB.

Catatan pertemuan itu lebih dari cukup sebagai tanda bahaya bahwa Real sangat mungkin akan mengakhiri musim tanpa trofi. Hal ini ironis mengingat pada awalnya Real digadang-gadang akan mampu merengkuh tiga trofi sekaligus (treble winner) musim ini.

Sinyal kegagalan ini dimulai dari kekalahan Real dari Arsenal. Liga Champions sejak lama dipercaya sebagai habitat alami Real. Di Liga Champions, Real punya kecenderungan mampu mewujudkan hal-hal ajaib. Maka dari itu, banyak yang berharap munculnya Remontada atau kebangkitan pada pertemuan kedua melawan Arsenal. Remontada yang dinanti-nanti tidak kunjung muncul dan ini berpengaruh terhadap kredibilitas Real pada sisa musim.

Bila mewujudkan Remontada di habitat alaminya saja Real tidak mampu, bagaimana mungkin mereka akan bisa bersaing dengan Barca yang tengah merajai Spanyol? Saat ini, bisa dikatakan Real hanya bisa menyelamatkan musimnya apabila Barca terpeleset.

Quote

Ketika saya selesai di sini, saya akan berterima kasih kepada klub ini. Itu (perpisahan) bisa terjadi besok, 10 hari, satu bulan, atau satu tahun lagi.

Hal yang paling memperkuat kecurigaan terhadap kegagalan Real adalah pernyataan dari Ancelotti yang seolah sudah lempar handuk dengan situasi. Ancelotti menyiratkan ini adalah musim terakhirnya di Real. Padahal, kontrak pelatih asal Italia itu masih tersisa hingga musim depan.

Spain Soccer Champions League

Media olahraga Inggris, Sky Sports, bahkan memprediksi Ancelotti akan pergi lebih cepat. Dia diramalkan akan meninggalkan Real setelah final Piala Raja Spanyol. Gambaran besarnya adalah Real sangat mungkin mendepak Ancelotti lebih dini bila terbukti gagal lagi di final Piala Raja Spanyol.

”Ketika saya selesai di sini, saya akan berterima kasih kepada klub ini. Itu (perpisahan) bisa terjadi besok, 10 hari, satu bulan atau satu tahun lagi. Namun, jika kontrak saya berakhir atau tidak berakhir, saya tidak peduli,” kata Ancelotti.

Taktik aneh

Ancelotti barangkali menyadari tekanan terhadap dirinya kian besar setelah kekalahan dari Arsenal. Bukan soal kekalahan yang membuatnya banjir kritik, melainkan cara bermain atau pilihan strategi.

Menghadapi Arsenal yang kuat dalam duel-duel bola udara, para pemain Real justu lebih banyak melepaskan umpan silang. Mereka tercatat melepaskan 23 umpan silang di babak pertama. Sejak 2003-2004, itulah jumlah umpan silang terbanyak Real pada babak pertama.

Alih-alih mencoba strategi yang lebih efektif, para pemain Real terus mencoba umpan-umpan silang meski mereka tahu tidak memiliki penyerang murni di tim. Hal ini menimbulkan keraguan terhadap Ancelotti.

Penjaga gawang Real Madrid, Thibaut Courtois, mengeblok bola yang ditendang gelandang Arsenal, Bukayo Saka, dalam pertandingan kedua perempat final Liga Champions antara Real Madrid dan Arsenal di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Kamis (17/4/2025) dini hari WIB.

”Pada akhirnya, mereka adalah tim yang bertahan dengan baik, terorganisasi dengan baik, menekan dengan baik, dan sulit menemukan ruang. Kami melakukan banyak umpan silang, tetapi tahun ini kami tidak memiliki Joselu, penyerang alami di lini depan,” ujar kiper Real, Thibaut Courtouis.

Apa yang dilakukan Arsenal sehingga membuat Real mati kutu menjadi inspirasi penting bagi Flick untuk bekal mempertahankan superioritasnya di kancah domestik. Meski tanpa ”pelajaran” dari Arsenal pun, Flick sudah tahu bagaimana cara memecundangi Real.

Superkomputer Opta memprediksi, Real hanya punya peluang sebesar 13 persen untuk mengejar Barca dan menjuarai liga. Peluang yang tergolong kecil, tetapi bukan mustahil diwujudkan. Di sisa musim, Real layak memperjuangkan setiap peluang.

Hanya dengan cara itu, Real bisa menghindar dari ancaman kehampaan sekaligus membuktikan bahwa Remontada bukannya tidak ada, melainkan hanya tertunda. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .