Enzo Fernandez perlahan menjadi aset paling berharga untuk Chelsea. Fernandez, dalam reuni dengan Benfica, akan membuktikan lagi bahwa nilai transfernya sepadan.
28 Jun 2025 08:00 WIB · Olahraga
CHARLOTTE, JUMAT — Laga babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 akan menjadi reuni untuk gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, dengan mantan klubnya, Benfica. Pertemuan itu bukan hanya soal nostalgia, melainkan juga refleksi untuk Fernandez setelah memecahkan rekor transfer Inggris.
Fernandez dibeli Chelsea dari Benfica dengan nilai fantastis 107 juta pound sterling (Rp 2,38 triliun) pada 2023. Dua tahun lebih berselang, dia bersama Chelsea akan menantang Benfica di Stadion Bank of America, Charlotte, Minggu (29/6/2025) pukul 03.00 dini hari WIB.
Reuni tersebut membawa kembali pertanyaan saat Fernandez baru berlabuh ke Stadion Stamford Bridge. Apakah transfer pemain tim nasional Argentina itu akan berhasil? Banyak pihak meragukannya karena beban ekspektasi terlampau berat sebagai pemain termahal di Inggris.
Kekhawatiran sempat terbukti pada awalnya. Di musim penuh pertama, 2023-2024, Fernandez gagal menunjukkan potensi terbaik seperti saat bersama Argentina. Dia belum mampu berkontribusi banyak terhadap serangan ”Si Biru”, sementara sering menjadi titik lemah di pertahanan.
Namun, performa Fernandez semakin membaik di musim penuh kedua seiring dengan kehadiran pelatih baru Enzo Maresca. Dia melanjutkan penampilan apik itu di Piala Dunia Antarklub. Fernandez menjadi titik terang Chelsea selama babak grup, sudah mencetak satu gol dan dua asis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/27/7be62c8a8f30c1c0fb4d507094454b51-CWC_ES_Tunisie_Chelsea_Soccer_1_.jpeg)
”Angka (kontribusi) saya cukup bagus dalam semusim terakhir. Akan tetapi, bagi saya, ini baru permulaan. Saya selalu menginginkan sesuatu yang lebih dan menjadi lebih baik lagi. Jika bisa melakukan itu, saya akan membantu tim. Itu yang selalu di pikiran saya,” ujar pemain 24 tahun itu.
Harga besar yang harus dikeluarkan Chelsea untuk Fernandez mulai sepadan. Sang gelandang telah menjadi sumber inspirasi tim asuhan Maresca di sisi serang. Pengaruhnya bahkan mulai melampaui gelandang serang Cole Palmer yang sedang berada dalam fase inkonsisten.
Di seluruh kompetisi pada 2025, misalnya, termasuk Piala Dunia Antarklub. Menurut data BBC Sport, Fernandez mencatatkan kontribusi gol dan asis terbanyak di Chelsea (14). Pemain selanjutnya yang paling dekat dengan catatan Fernandez adalah penyerang Pedro Neto (9).
Fernandez total menyumbang delapan gol dan enam asis selama 2025. Dia tidak hanya menjadi kreator serangan, tetapi juga cukup tajam untuk mengeksekusi peluang. Menurut Fernandez, semua itu berkat kebebasan peran yang diberikan oleh sang pelatih.
Fernandez sering menjadi dua pivot bersama Moises Caicedo dalam formasi 4-2-3-1. Namun, dia lebih sering maju membantu serangan. ”Bersama Maresca, saya bermain lebih ke depan. Catatan statistik saya pun meningkat. Musim depan, saya ingin memberikan lebih banyak gol dan asis,” katanya.
Bagi penyerang Chelsea, kehadiran Fernandez sebagai fasilitator sangat membantu mereka. Salah satunya penyerang baru Liam Delap. Delap berhasil mencetak gol pertama untuk Chelsea ketika berhadapan dengan tim Tunisia, Esperance, berkat umpan dari Fernandez.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/12/29/7095709b-cc39-4332-b4f4-8900697bf691.jpg)
Delap berkata, ia sempat berbincang dengan Fernandez untuk memahami karakter satu sama lain. ”Dia meminta saya untuk langsung berlari ketika dia mendapatkan bola. Itu adalah umpan yang hebat dan beruntung bolanya masuk (jadi gol),” ujarnya.
Fernandez akan kembali diandalkan Si Biru saat bertemu Benfica. Walaupun pindah dari Benfica, hubungan sang gelandang dengan mantan klubnya tidak terlalu istimewa. Fernandez hanya bertahan separuh musim di Benfica sebelum dibeli Chelsea setelah juara Piala Dunia bersama Argentina.
Benfica akan menjadi tantangan baru untuk Chelsea. Si Biru belum menghadapi tim dari Eropa sepanjang turnamen. Benfica sudah siap mengejutkan tim juara Liga Konferensi Eropa tersebut setelah menang atas Bayern Muenchen, 1-0, dalam laga terakhir babak grup.
Benfica terbukti sangat berbahaya dengan pemain veteran seperti Angel Di Maria dan Nicolas Otamendi yang merupakan rekan Fernandez di timnas. Tim asuhan Pelatih Bruno Lage itu melaju sebagai juara Grup C. Padahal, grup itu diisi tim-tim kuat, seperti Bayern dan Boca Juniors.
”Kami finis pertama dan itu sangat berarti bagi kami. Orang-orang perlu lebih percaya dengan apa yang kami lakukan. Mereka berbicara tentang Boca yang perlu menang dengan banyak gol (jika ingin lolos). Tidak seorang pun percaya kami akan menang melawan Bayern,” kata Lage.
Di sisi lain, Maresca tidak hanya mengkhawatirkan Benfica. Dia juga mengantisipasi cuaca panas yang sedang melanda wilayah-wilayah di Amerika Serikat. ”Sangat penting untuk datang dengan energi penuh. Sulit bermain tiga hari sekali di kondisi cuaca seperti ini,” tuturnya. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar