PIALA DUNIA 2026

Saat ”Lumumba” Terpaksa Melihat RD Kongo Memberi Jalan Kolombia

Meski sudah berusaha sekuat tenaga menahan gempuran Kolombia, RD Kongo akhirnya harus membuka jalan lawannya untuk melaju ke babak 32 besar.

24 Jun 2026 13:39 WIB · Olahraga

AP Photo/Fernando Llano

Oleh Rebiyyah Salasah

JALISCO, RABU — Republik Demokratik Kongo, yang didukung suporter ikonik ”Lumumba Vea”, berusaha sekuat tenaga menahan gempuran Kolombia. Namun, benteng RD Kongo mampu ditembus juga dan membuka pintu Kolombia ke fase berikutnya.

Pertandingan Grup K Piala Dunia 2026 itu akhirnya menjadi milik Kolombia dengan kemenangan 1-0, Rabu (24/6/2026). Gol semata wayang Daniel Munoz pada menit ke-76 menjadi tiket Kolombia ke babak 32 besar. ”La Tricolor” melaju dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.

Sementara RD Kongo memang gagal menciptakan keajaiban seperti saat menahan imbang tim yang lebih diunggulkan lainnya, Portugal, 1-1. Namun, tim berjulukan ”Macan Tutul” ini masih punya kesempatan terakhir untuk melaju ke babak 32 besar dalam laga kontra Uzbekistan.

”Itu adalah pertandingan yang sulit bagi kami. Kami bermain melawan tim yang sangat bagus. Mereka lebih unggul. Para pemain kami, seperti biasa, berjuang di lapangan untuk mendapatkan hasil, tetapi kami tidak berhasil,” kata Pelatih RD Kongo Sebastien Desabre, dikutip dari FIFA.

Arthur Masuaku (26) dari RD Kongo berebut bola dengan Daniel Munoz (2) dari Kolombia selama pertandingan sepak bola Grup K Piala Dunia di Stadion Guadalajara, Meksiko, 24 Juni 2026. (AP Photo/Fernando Llano)

Sepanjang pertandingan, RD Kongo harus menahan gempuran Kolombia yang datang bertubi-tubi. Para pemain Kolombia mendapatkan suntikan semangat dari para pendukungnya yang mengubah Stadion Guadalajara, Jalisco, Meksiko, menjadi lautan kuning.

Dukungan suporter

Namun, di antara para penggemar Kolombia itu, berdiri juga suporter ikonik RD Kongo yang berjulukan Lumumba Vea. Suporter bernama Michel Nkuka Mboladinga membawa spirit perlawanan seperti perdana menteri pertama Kongo, Patrice Lumumba.

Lumumba secara luas dipuji sebagai aktivis nasionalis yang membantu mengakhiri pemerintahan kolonial Belgia atas Kongo pada tahun 1960. Ia dipandang sebagai salah satu pemimpin baru Afrika yang paling menjanjikan.

Akan tetapi, Lumumba terbunuh dalam waktu satu tahun selama perjuangan melawan gerakan separatis yang didukung Belgia di wilayah Katanga yang kaya mineral. 

”Lumumba yang memberi kita kebebasan untuk mengekspresikan diri. Dia mengorbankan hidupnya untuk kita, untuk memberi kita kebebasan,” ujar Mboladinga selepas Piala Afrika 2025, saat ia mulai dikenal dan viral.

Congo supporter Michel Nkuka Mboladinga, poses dressed as the country's assassinated independence hero Patrice Lumumba, reacts ahead of the World Cup Group K soccer match between Colombia and Congo in Zapopan, near Guadalajara, Mexico, Tuesday, June 23, 2026. (AP Photo/Natacha Pisarenko )

Aksi Mboladinga ikonik dan terkenal karena ia hanya berdiri, persis seperti patung, nyaris sepanjang pertandingan. Ketika jeda paruh pertama di laga kontra Kolombia, Mboladinga terekam beristirahat sejenak dan meladeni permintaan foto bersama.

Momen itu adalah yang pertama bagi sang Lumumba Vea mendukung timnya di Piala Dunia 2026. Mboladinga absen saat RD Kongo menahan imbang Portugal karena harus menjalani karantina lebih dulu selama 21 hari mengingat merebaknya wabah virus ebola di RD Kongo.

Dengan spirit Lumumba itu pula, para pemain RD Kongo berusaha bertahan di laga yang sejak 20 menit pertama sudah berjalan searah. Dalam rentang waktu itu, kiper RD Kongo, Lionel Mpasi, menjadi penjaga gawang paling sibuk di Piala Dunia 2026 dengan melakukan lima penyelamatan.

Kolombia mampu memanfaatkan celah di area tengah RD Kongo yang memakai formasi 5-3-2 saat tidak menguasai bola. Tiga gelandang tengah RD Kongo berdiri terlalu lebar sehingga memberi ruang bagi Luis Diaz menguasai bola ataupun Mojica mengirim umpan silang.

Kiper RD Kongo Lionel Mpasi (1) melakukan penyelamatan terhadap Luis Diaz (7) dari Kolombia selama pertandingan sepak bola Grup K Piala Dunia di Stadion Guadalajara, Meksiko, 24 Juni 2026. (AP Photo/Silvia Izquierdo)

Saat pertandingan baru berjalan tujuh menit, Munoz sebenarnya sempat menggetarkan gawang RD Kongo. Namun, gol dianulir karena Munoz lebih dulu berada dalam posisi offside.

Munoz akhirnya bisa mencetak gol setelah Kolombia kembali membangun serangan dengan sabar. Pemain Crystal Palace itu melepaskan tendangan kaki kiri mendatar ke gawang RD Kongo.

Sepuluh menit jelang laga berakhir, Luis Diaz sempat mendapatkan dua kesempatan beruntun untuk menambah keunggulan. Namun, gol pertama ”digagalkan” pelanggaran yang lebih dulu dilakukan Diaz. Sementara gol kedua tidak sah karena Diaz lebih dulu offside.

Hingga akhir laga, Kolombia tercatat melepaskan 20 tembakan, tertinggi dalam pertandingan Piala Dunia mereka sejak mencetak 21 tembakan melawan Tunisia di edisi Perancis 1998.

Dari 20 tembakan itu, sembilan mengarah ke gawang. Adapun RD Kongo hanya melepaskan delapan tembakan dan hanya satu yang tepat sasaran.

Di sisi lain, meski unggul secara peluang, Kolombia memang kesulitan mengonversinya menjadi gol. Angka ekspektasi gol mereka pun hanya 1. Artinya, secara hitung-hitungan, memang hanya gol semata wayang memang paling memungkinkan untuk mereka cetak dalam laga tersebut.

Daniel Munoz dari Kolombia merayakan setelah mencetak gol pembuka timnya dalam pertandingan sepak bola Grup K Piala Dunia melawan RD Kongo di Stadion Guadalajara, Meksiko, 24 Juni 2026. (AP Photo/Ricardo Mazalan)

”Kami bermain dengan intensitas dan agresivitas. Kami pun tetap berpegang pada gaya permainan kami. Kami meraih tiga poin ini sebagai sebuah tim dan untuk semua penggemar yang datang untuk mendukung kami,” tutur Munoz.

Hasil melawan RD Kongo membawa Kolombia menjadi pemuncak sementara Grup K sekaligus membawa mereka memenangi dua laga awal di Piala Dunia. Pencapaian ini sama seperti 12 tahun lalu ketika Kolombia mampu melaju hingga perempat final di Piala Dunia 2014 di Brasil.

Pada laga terakhir fase grup, Kolombia akan berhadapan dengan Portugal yang baru mendapatkan kepercayaan diri selepas menghancurkan Uzbekistan 5-0. Kedua tim itu akan bersaing untuk memperebutkan posisi puncak Grup K.

Sementara RD Kongo—yang kini menempati posisi ketiga di Grup K—harus memanfaatkan peluang terakhir kontra Uzbekistan. Menurut model proyeksi The Athletic, RD Kongo saat ini memiliki peluang 45 persen untuk mencapai babak 32 besar. Kemenangan hampir pasti mengantarkan mereka lolos dengan empat poin sebagai peringkat ketiga terbaik.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul