Sebotol Air Mineral di Tangan Maduro yang Diborgol

Foto pertama Presiden Venezuela Nicolas Maduro setelah penangkapan oleh militer Amerika Serikat.

05 Jan 2026 07:00 WIB · Internasional

AP/Esteban Felix

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Cuitan di media sosial Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakhiri spekulasi sekaligus memastikan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro benar telah ditangkap. Trump mengunggah kalimat, ”Nicolas Maduro on board USS Iwo Jima” sebagai keterangan foto di bawahnya.

Tampak dalam foto yang diunggah Trump, Presiden Maduro mengenakan setelan jaket dan celana olahraga berwarna abu-abu, dengan penutup telinga dan penutup mata berwarna hitam. Kedua pergelangan tangan Maduro diborgol dan sebotol air mineral tanpa penutup tampak dalam genggamannya.

Cuplikan layar dari sebuah postingan Presiden Donald Trump di akun Truth memperlihatkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di atas USS Iwo Jima, di Laut Karibia.

Sebelumnya, penduduk Caracas, di ibu kota Venezuela, terbangun pada Sabtu (3/1/2026) dini hari, setelah suara ledakan keras terdengar bertubi-tubi. Penduduk yang keluar rumah untuk mencari tahu sumber ledakan, segera menyaksikan kobaran api dan kepulan asap di banyak tempat.

Tak lama berselang, Presiden Trump mengunggah kalimat, ”AS berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar dari negara itu,” di platform Truth miliknya. Dunia segera mengetahui bahwa milter AS baru saja melancarkan serangan besar dan dalam tempo yang kilat ke Venezuela.

Helikopter yang membawa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, mendarat di Heliport West 30th Street, Sabtu (3/1/2026) di New York.
Sebuah pesawat Departemen Kehakiman yang membawa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di Pangkalan Garda Nasional Udara Stewart pada 3 Januari 2026.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, tiba di Heliport Sisi Barat pada 3 Januari 2026 di Kota New York. Maduro akan didakwa di pengadilan federal AS di New York atas tuduhan narkotika. Presiden Trump mengonfirmasi dalam konferensi pers bahwa militer AS melakukan serangan skala besar di Caracas dan penangkapan Maduro dan Flores.
Gambar ini diposting di akun Truth Social Presiden AS Donald Trump pada 3 Januari 2026, memperlihatkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di atas USS Iwo Jima setelah militer AS menangkapnya pada 3 Januari 2026.

Media sosial segera riuh dan bersliweran foto serta video suasana di Venezuela. Selain foto kerusakan akibat serangan, juga banyak video yang memperlihatkan pesawat dan helikopter yang terbang rendah di atas kota Caracas. Setelah ditangkap di kediamannya, Presiden Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diterbangkan keluar dari Venezuela dengan helikopter militer.

Reaksi segera bermunculan, baik dunia internasional maupun dari masyarakat di dalam negeri. Pro dan kontra terhadap tindakan Amerika ini juga terjadi di kalangan penduduk Venezuela. Mengejutkan bahwa serangan ini terjadi beberapa jam setelah Maduro bertemu utusan utusan khusus Presiden China Xi Jinping, Qiu Xiaoqi.

Kombinasi gambar yang dibuat pada 08 Agustus 2025 ini menunjukkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas pada 10 Januari 2025, dan Presiden AS Donald Trump di Pittsburgh, Pennsylvania pada 15 Juli 2025.

Perseteruan lama

Nicolas Maduro yang lahir pada 23 November 1962, sebelumnya dikenal sebagai sopir bus yang aktif dalam kegiatan serikat pekerja. Ia dikenal sebagai sosok yang berani dan vokal sampai akhirnya dipercaya memimpin serikat buruh.

Saat menjadi anggota Majelis Nasional pada tahun 2000, ia mulai dekat ke pemerintahan Presiden Hugo Chavez. Perjalanan Maduro makin moncer hingga berhasil menduduki jabatan penting dalam pemerintahan. Saat Presiden Chavez meninggal dunia pada 5 Maret 2013, Maduro menjabat wakil Presiden Venezuela. 

Kombinasi gambar file yang dibuat pada 3 Januari 2026 ini menunjukkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada 25 November 2025 dan Presiden AS Donald Trump pada 5 Oktober 2025.
Kombinasi gambar yang dibuat pada 3 Januari 2026 menunjukkan gambar satelit yang dirilis oleh Vantor yang diambil pada 22 Desember 2025, menunjukkan gambaran umum Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela, di Caracas, dan gambar satelit selebaran oleh Vantor yang diambil pada 3 Januari 2026, menunjukkan gambaran umum Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela, di Caracas, setelah operasi militer AS yang mengarah pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Kombinasi gambar yang dibuat pada 3 Januari 2026 menunjukkan gambar satelit yang dirilis Vantor yang diambil pada 22 Desember 2025, menunjukkan gambaran umum Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar di Venezuela, di Caracas, dan gambar satelit setelah operasi militer AS yang mengarah pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Tangkapan layar akun X Respon Cepat 47, akun resmi Gedung Putih, menunjukkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dikawal oleh agen DEA di dalam markas besar Administrasi Penegakan Narkoba AS (DEA) di Manhattan bagian bawah, New York, pada 3 Januari 2026.
Seorang perempuan merusak fasad di Kedutaan Amerika Serikat dengan sidik jari merah sebagai protes terhadap penangkapan Presiden Nicolas Maduro, di Kota Meksiko, Sabtu (3/1/2026).

Puncak karier Maduro terjadi saat berhasil memenangi pemilihan presiden dengan perolehan suara 50,62 persen pada 14 April 2013. Ia kemudian resmi dilantik sebagai Presiden Venezuela lima hari kemudian.

Selama masa pemerintahannya, Venezuela mengalami banyak krisis, termasuk krisis ekonomi yang menyebabkan penduduknya meninggalkan negaranya dan bermigrasi ke Amerika Serikat. Trump dalam beberapa kesempatan menuduh Maduro terlibat dalam peredaran narkoba ke wilayah Amerika. 

Puncak ketegangan mereka berdua adalah pada Sabtu tanggal 3 dini hari lalu. Maduro ditangkap di kediamannya di Venezuela atas perintah Trump. Ia lantas dibawa dengan helikopter dan diterbangkan dengan pesawat ke Penjara Federal Amerika.  

Tangkapan layar ini diambil dari akun X resmi Gedung Putih, menunjukkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dikawal oleh agen DEA di dalam markas besar Administrasi Penegakan Narkoba AS (DEA) di Manhattan, New York, pada Minggu (3/1/2026).

Terakhir, sebuah video baru yang diunggah di media sosial oleh akun Gedung Putih menunjukkan Maduro tersenyum, saat ia dikawal melalui kantor tersebut oleh dua agen DEA yang memegang lengannya. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Iwan Setiyawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul