Datang ke Piala Dunia 2026 dengan kondisi compang-camping akibat perang dan ekses politik yang mengikutinya, timnas Iran berpotensi membalikkan roda nasib.
26 Jun 2026 13:25 WIB · Olahraga
AFP
Negeri dilanda perang, liga domestik terhenti, persiapan terganggu, ditambah lagi berbagai hambatan dari tuan rumah Amerika Serikat memunculkan dugaan Iran tak akan banyak berkutik dalam Piala Dunia kali ini. Namun, ”Tim Melli” bersiap mematahkan kemustahilan itu dalam laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026.
Iran akan menghadapi Mesir dalam pertandingan menentukan tersebut di Stadion Seattle, AS, Sabtu (27/6/2026) pukul 10.00 WIB. Saat ini, Iran berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan poin dua, hasil imbang melawan Selandia Baru dan Belgia.
Adapun Mesir berada di puncak klasemen dengan poin empat setelah seri dengan Belgia dan menang atas Selandia Baru. Bagi Iran dan Mesir, lolos ke fase gugur akan menjadi sejarah baru kedua negara yang selama berpartisipasi di Piala Dunia selalu mentok di penyisihan grup.
Hasil imbang melawan Iran akan cukup membuat Mesir melaju sebagai juara grup selama Belgia tak menang dengan selisih lebih dari dua gol atas Selandia Baru. Bahkan, walau kalah dari Iran, Mesir masih berpeluang besar lolos sebagai peringkat ketiga terbaik.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/16/186f46d002a4614a9a10b7695a64ba80-New_Zealand_Iran_WCup_Soccer_3.jpg)
Namun, bagi Iran, hasil imbang akan membuat poin akhir mereka menjadi tiga dan dikhawatirkan tidak cukup. Per Jumat (26/6/2026), klasemen sementara peringkat ketiga terbaik mayoritas diisi tim dengan poin tiga, yang sebagian besar masih menyisakan satu laga.
Karena itu, hanya kemenangan yang bisa memastikan sejarah baru Iran tercipta. Kemenangan tak hanya membawa mereka lolos, tetapi berpotensi menjuarai grup dan mendapat calon lawan yang lebih ringan di babak 32 besar nanti.
Semangat tempur itulah yang kini menyelimuti kubu Iran. Pelatih mereka, Amir Ghalenoei, bahkan menyebut melewati dua laga tanpa kekalahan saja sudah menjadi prestasi yang membanggakan di tengah kondisi serba sulit yang membekap Iran.
”Bertanding tanpa kalah di dua partai adalah sebuah pencapaian tersendiri. Ini akan tertulis dalam sejarah sepak bola kami. Saya pikir tidak ada tim lain di dunia yang bisa menanggung kondisi semacam ini dan bermain seperti ini,” ujar Ghalenoei seusai laga kontra Belgia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/26/b66ea482290137b4169f2ce79a026e17-20260626_H02_KID_Klasemen_G_K_L_mumed.jpg)
Sebelumnya, Ghalenoei menyebut timnya menjadi tim paling tertindas di Piala Dunia ini. Hal itu menyusul berbagai larangan dan pembatasan yang diterapkan AS terhadap timnas Iran, termasuk penolakan visa bagi sejumlah staf pendukung tim sehingga tak bisa bergabung.
Iran yang tadinya berencana bermarkas di Arizona juga harus memindahkannya ke Tijuana, Meksiko, karena persoalan politik tersebut. AS bersama Israel berperang dengan Iran sejak akhir Februari 2026, tetapi sekarang AS sudah menyepakati perdamaian dengan Iran.
Pemerintah AS tadinya juga hanya membolehkan timnas Iran memasuki wilayahnya pada hari pertandingan dan langsung kembali ke Meksiko seusai pertandingan. Hal ini pun dikecam Iran karena sangat berdampak buruk bagi kebugaran pemain dan kesiapan tim secara keseluruhan.
Jelang laga melawan Mesir, aturan itu dilonggarkan sehingga tim Iran bisa datang ke Seattle dua hari sebelum pertandingan. Namun, penyerang Mehdi Taremi dan asisten pelatih Saeed Alhoei dilaporkan dihambat otoritas di bandara entah karena alasan apa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/20/6b1a6a0054cb244c24edec00a9b4f084-wires_photo_33_.jpg)
Di tengah situasi itu, militansi yang ditunjukkan para pemain Iran di lapangan membalikkan semua nestapa. Pada laga melawan Belgia, raksasa Eropa yang menduduki peringkat ke-10 FIFA, Iran sanggup menahan gempuran bertubi-tubi untuk memaksakan hasil 0-0 dengan kedisiplinan tinggi.
Kiper veteran Alireza Beiranvand pun sukses menangkis tujuh peluang gol Belgia. ”Para pemain kami mencurahkan segalanya dan bermain dengan hati. Sejarah dan generasi mendatang akan mengingat mereka,” ujar Ghalenoei.
Target pertama dan terbesar kami adalah melaju ke babak selanjutnya.
Dia menambahkan, skuadnya pun fokus untuk laga penentuan menghadapi Mesir. ”Mesir adalah tim yang sangat kuat dengan pemain-pemain bagus. Target pertama dan terbesar kami adalah melaju ke babak selanjutnya,” tuturnya.
Sementara itu, gelandang Alireza Jahanbakhsh juga memuji semangat dan penampilan mengagumkan rekan-rekan setimnya dalam dua laga awal. Namun, berkaca dari pengalaman Piala Dunia 2022, dia mengingatkan mereka untuk tidak lengah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/22/30f24b83e7397796c9846f9f0d3eeb1f-New_Zealand_v_Egypt__Group_G_FIFA_World_Cup_2026_1.jpg)
Pada edisi di Qatar itu, Iran gagal melangkah ke fase gugur karena kalah 0-1 dari AS pada partai terakhir grup. ”Sekarang hal terpenting adalah memulihkan tenaga untuk memastikan kami siap menjalani laga selanjutnya,” ucap Jahanbakhsh.
Sementara itu, Mesir juga tak mau kehilangan momentum pada laga ini. Apalagi, sang bintang, Mohamed Salah, sedang berapi-api menyusul kemenangan 3-1 atas Selandia Baru. Salah menyumbang satu gol dalam kemenangan pertama Mesir di Piala Dunia tersebut.
Pelatih Hossam Hassan mengatakan, Salah memasuki versi terbaru dirinya dengan bermain di posisi yang lebih ke tengah. Hal itu membuatnya tampil lebih leluasa dan kreatif.
Meski begitu, Hassan enggan menyandarkan pada 1-2 pemain bintang saja untuk mengamankan tiket. Mesir akan berupaya memadukan kelebihan individual dengan kolektivitas tim untuk meredam ketangguhan Iran.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/20/694d694eedbbaa3915da7d7b6afb5406-Belgium_v_Egypt__Group_G_FIFA_World_Cup_2026.jpg)
Pada laga lainnya yang juga menentukan, Belgia akan mengeluarkan kekuatan penuhnya untuk merebut poin maksimal atas Selandia Baru. Di atas kertas, jika tak ada kejadian luar biasa, langkah Belgia tampaknya bakal sulit dibendung Selandia Baru.
”Kami masih kuat di turnamen ini. Tentu saja, seharusnya kami bisa menang satu atau dua pertandingan sebelumnya, tetapi sekarang situasinya jelas. Kami harus mengalahkan Selandia Baru dan kami akan melakukan itu,” ujar Pelatih Belgia Rudi Garcia.
Di sisi lain, Selandia Baru yang masih memiliki peluang lolos jika menang juga tak akan menyerah begitu saja. Pelatih Darren Bazeley pun menyinggung kemenangan Afrika Selatan atas Korea Selatan dan Ekuador atas Jerman membuktikan segalanya masih mungkin di Piala Dunia ini.
”Jadi, kami harus yakin. Kami sendiri memiliki keyakinan penuh bahwa kami mampu tampil baik. Kami harus memercayai bahwa kami bisa memenangi laga besok dan mencapai apa yang kami inginkan, yakni membuat sejarah lolos ke fase gugur,” ujarnya.
(AFP/AP/Reuters)
Penulis:
Mohamad Final DaengEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar